Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Integrated Lab Journal

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN METODE AGGREGATE PLANNING DI C-MAXI ALLOYCAST Atika Khoirun Nisa; Trio Yonathan Tejakusuma
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.255 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Perencanaan agregat merupakan cara untuk memperkirakan jumlah output yang akan diproduksi untuk memenuhi permintaan selama periode perencanaan (3 sampai 18 bulan) ke depan dan disesuaikan dengan kapasitas produksi perusahaan. Perencanaan agregat memungkinkan perusahaan untuk menyusun suatu cara pemanfaatan sumber daya perusahaan secara optimal, agar dapat mencapai kapasitas yang efektif dan efisien yang dibuat berdasarkan ramalan permintaan di masa yang akan datang. Efektif yang berarti keselarasan antara perencanaan dengan hasil yang didapat, sedangkan efisien berarti mampu memproduksi suatu output tertentu dengan sumber daya yang ada dengan seminimal mungkin. Berdasarkan perhitungan atau perencanaan agregat yang telah dilakukan menggunakan data permintaan dan produksi perusahaan C-MAXI ALLOYCAST periode sebelumnya diketahui bahwa metode yang paling baik yang dapat digunakan dalam proses produksi perusahaan yaitu metode chase strategy, metode ini digunakan dengan cara menambah atau mengurangi jumlah tenaga kerja berdasarkan jumlah permintaan konsumen. Dengan menggunakan chase strategy maka biaya yang dikeluarkan perusahaan lebih sedikit jika diibandingkan dengan metode metode lainnya. Biaya yang dikeluarkan berdasarkan pemilihan metode terbaik untuk produk box listrik sebesar Rp 1.000.272, untuk produk alat rumah sakit sebesar Rp 902.764, dan untuk produk peralatan rumah tangga sebesar Rp 521.892.
ANALISIS MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI C-MAXI ALLOYCAST Trio Yonathan Tejakusuma
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.941 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Proses produksi merupakan kegiatan inti dari sebuah perusahaan. Produksi bisa berjalan dengan lancar apabila bahan baku yang merupakan input dari proses produksi tersedia sesuai dengan kebutuhan. Tersedianya bahan baku tidak lepas dari perencanaan (planning) dan pengendalian (controlling). Dengan adanya persediaan bahan baku maka perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen. Sistem yang dapat digunakan untuk pengadaan bahan baku adalah MRP (Material Requirement Planning) atau sistem kebutuhan bahan baku. ED. C Maxi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri peleburan alumunium. Awalyan perusahaan ini bergerak dibidang pengecoran peralatan rumah tangga yang berbahan baku alumunium. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan beberapa metode seperti EOQ, Lot for Lot, POQ, PPB, LUC, MCP, dapat diketahui besar biaya inventory yang harus dilakukan untuk menyediakan kebutuhan. Dengan menggunakan beberapa metode diatas, akan didapat beberapa hasil yang berbeda–beda. Dengan menggunakan Lot for lot diketahui total biaya inventory sebesar Rp 4.289.914,76, dengan menggunakan EOQ diketahui total biaya inventori sebessar Rp 3.174.618,60, dengan menggunakan POQ diketahui total biaya inventori sebessar Rp 2.372.600,3, sedangkan dengan metode PPB, LUC, MCP didapat hasil yang sama yaitu Rp 2.466.205. Oleh karena perusahaan menghendaki biaya inventory serendah mungkin, maka digunakan model POQ untuk menjadwalkan pemesanan bahan baku.