Sri Wahdini
Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akupunktur sebagai Terapi De Quervain’s Tenosynovitis Sri Wahdini; Christina Simadibrata
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26891/JIK.v13i2.2019.70-75

Abstract

De Quervain’s tenosynovitis is a disease with pain and edema in the styloid process due to thickening of the sheaths that encase the tendons of abductor pollicis longus (APL) and extensor pollicis brevis (EPB). Management of De Quervain’s tenosynovitis include pharmacotherapy combined with conservative therapy and if it fails then surgical intervention is required. In case of De Quervain’s tenosynovitis, acupuncture for relieving pain and stiffness. Reported the case of a woman aged 52 year, complaints of pain and stiffness in the left thumb since two months before went to the Poliklinik Akupunktur dr. Cipto Mangunkusumo Nasional Hospital. On physical examination the left wrist area found tenderness and spasm in the area of APL and EPB, VAS 4, there was limitation in the first carpometacarpal joint functional and Finkelstein’s test was positive. Acupuncture therapy done at the point LI5, LU7, LU9 and Ashi. There was pain reduction and functional improvement of the carpometacarpal joints. Acupuncture gives good results for pain and stiffness in patients with de Quervain’s.
Efek Akupunktur Telinga dengan Press Needle terhadap Kecemasan Pasien yang Menjalani Prosedur Esofagogastroduodenoskopi Sri Wahdini; Adiningsih Srilestari; Hasan Mihardja; Murdani Abdullah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68503

Abstract

Latar Belakang: Prosedur invasif seperti esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan pada pasien. Diperlukan intervensi tambahan seperti pemberian obat sedasi, intervensi perilaku atau akupunktur untuk membuat pasien tenang dan rileks.Tujuan: Mengetahui efektivitas tindakan  press needle di titik akupunktur telinga terhadap kecemasan pasien yang menjalani prosedur EGDMetode: Penelitian randomized controlled trial ini melibatkan 40 pasien yang menjalani EGD tanpa sedasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan perangsangan menggunakan press needle di titik  akupunktur telinga dan kelompok kontrol yang diberikan jarum placebo.  Titik telinga yang dipilih adalah shenmen, relaksasi, dan zero point. Penelitian dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna, RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pasien mengisi kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai melalui wawancara langsung. Perbedaan skor SAI sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji paired t-test atau mann whitney.Hasil: Skor SAI kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah EGD terdapat penurunan yang bermakna (man whitney p=0,003). Rerata selisih skor SAI  kelompok perlakuan lebih besar bermakna dibandingkan  kelompok kontrol (man whitney p<0,001)Kesimpulan: Aplikasi press needle di titik akupunktur telinga shenmen, relaksasi, dan zero point membantu  menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD yang diukur mengunakan kuesioner SAI