Fany Alfinda
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAWASAN EKOWISATA PENANGKARAN PENYU DI DESA SEBUBUS, KABUPATEN SAMBAS Fany Alfinda
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1646.159 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.22642

Abstract

Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas memiliki pantai berpasir dengan panjang garis pantai lebih dari 100 kilometer yang merupakan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia. Menurunnya populasi penyu dapat memberikan dampak pada ekosistem laut karena penyu berperan penting terhadap keseimbangan ekosistem laut. Oleh karena itu, diperlukan tempat konservasi yang dapat menjaga dan mengembangbiakkan penyu yaitu dengan merancang Kawasan Ekowisata Penangkaran Penyu di Desa Sebubus, Kabupaten Sambas. Kawasan ini dirancang sebagai sarana dan prasarana untuk kegiatan wisata, pusat informasi pendidikan, pelatihan serta pusat riset bagi peneliti di habitat penyu. Metodologi yang digunakan dalam merancang Kawasan Ekowisata Penangkaran Penyu di Desa Sebubus adalah dengan menggunakan metode lima langkah yang dimulai dari tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, tahap evaluasi dan tindakan. Lokasi perancangan berada di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kawasan memiliki pantai dan hutan yang masih alami. Perancangan Kawasan Ekowisata Penangkaran Penyu di Desa Sebubus, Kabupaten Sambas menggunakan konsep “Sea Turtle Breeding Integrated Area” yang di dalamnya terdapat tiga fungsi yaitu fungsi wisata, fungsi pendidikan dan fungsi konservasi yang menitikberatkan pada penangkaran. Dari konsep tersebut menghasilkan rancangan dengan massa banyak yang meliputi gedung penerima, gedung peneliti, bangunan audio visual, bangunan aula, penginapan, restoran, bak penangkaran penyu dan sarang semi alami. Kata kunci: Penyu, ekowisata, konservasi