Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BARONG LANDUNG: AKULTURASI BUDAYA BALI DAN TIONGHOA Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i2.199

Abstract

Aktivitas keagamaan masyarakat Bali senantiasa berhubungan  dengan seni tari Bali memiliki banyak jenis tari-tarian. Tari barong banyak dijumpai di Bali dengan beberapa jenisnya, salah satunya Barong Landung yang merupakan perwujudan manusia atau raksasa. Inilah kemudian oleh masyarakat Bali dimaknai sebagai suatu kekuatan yang diyakini memberikan keselamatan. Permasalahan penelitian difokuskan pada sejarah munculnya Barong Landung, Barong Landung sebagai simbol keterkaitan Pura Dalem Balingkang dengan Barong Landung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis pada data wawancara, observasi, dan data sekunder. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Barong Landung adalah perwujudan dari sang Maha Pencipta   itu sendiri, yang oleh undagi di masa lalu tentu diwujudkan sesuai dengan keadaan zamannya ketika itu, yakni ketika sedang hangat-hangatnya perkawinan antarbudaya Cina dan Bali. Pesona tarian ini umumnya hanya bisa dinikmati pada momen-momen khusus seperti hari besar keagamaan di Bali biasa disebut Piodalan yang dilangsungkan di pura-pura tertentu.
IMPLEMENTASI TRI HITA KARANA DALAM PENGELOLAAN PURA TAMAN AYUN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari
Maha Widya Duta : Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/duta.v3i2.740

Abstract

In improving the economic resilience of the Balinese people, especially in the field of tourism, in addition to seeing the potential that exists the government must also improve the social fabric of the local community, culture, and mentality. Therefore a strong concept is needed which becomes the basic foundation in the development of tourism in the form of Ecotourism. The foundation can be built in accordance with the local wisdom of the local community, or through a philosophical concept that is believed by the Hindu community in Bali that leads to a harmonious community life. One of the philosophical concepts of Hinduism which is also used as local wisdom is THK ("Tri Hita Karana"). Etymologically, the concept of Tri Hita Karana is Tri meaning three, Hita means prosperity, and Karana is the cause, consisting of parhyangan (spiritual environment), pawongan (social environment) and palemahan (natural environment). Broadly the concept of Tri Hita Karana can be interpreted as three harmonious relationships between humans and God, humans and other humans, and humans and the environment to achieve the safety and peace of the universe. Keywords: Tri Hita Karana, Taman Ayun Temple, Tourist Attraction