NFN REFISRUL
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FUNGSI LEMANG DALAM UPACARA PERKAWINAN SUKU BESEMAH DI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU NFN REFISRUL
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.704 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.141

Abstract

Lemang adalah sejenis makanan yang terbuat dari beras ketan (pulut) yang dicampur dengan air kelapa (santan) serta garam, yang kemudian dimasukkan kedalam bambu yang sudah berlapis daun pisang muda, selanjutnya dimasak pada perapian yang telah disiapkan. Membuat lemang (melemang) telah menjadi tradisi pada masyarakat Besemah sejak dahulu pada waktu-waktu tertentu, seperti pada bulan puasa (Ramadhan), lebaran, maulud nabi, upacara perkawinan, panen padi, menyambut tamu dan lainnya.Keberadaan (fungsi) lemang dalam upacara perkawinan (bimbang) suku Besemah di Kabupaten Kaur merupakan fokus kajian ini.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemang pada suku Besemah di Kabupaten Kaur menjadi unsur penting bagi keabsahan sebuah perkawinan.Lemang merupakan bawaan wajib pihak laki-laki (lanang) kepada pihak perempuan (gadis) dalam upacara perkawinan masyarakat Besemah.
LAMANG DAN TRADISI MALAMANG PADA MASYARAKAT MINANGKABAU NFN Refisrul
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 02 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.65 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i02.2

Abstract

Lamang is a typical food of Minangkabau society made from puluik rice with container from gutters(bamboo). Making lamang become the tradition of Minangkabau society since ancient times andcommonly referred to as nightang tradition. Lamang and night traditions are interesting and need toknow more in deep relationship in Minangkabau society life. This study uses a qualitative approach todata and information that is complete and in-depth. Nighttime tradition is the expression of Minangkabausociety towards the form of biological fulfillment and their fellow social relation, both within the widercircle of relatives and society. The existence of the night tradition is stronger the bonds of kinship,solidarity and symbols between peers. That is, the food lamang (lemang), as one of traditional food,and night traditions related to the culture of its people Minangkabau culture.