Hasanadi Hasanadi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SENI DENDANG BENGKULU SELATAN Hasanadi Hasanadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2431.45 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i2.63

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan pembahasan tentang sastra lisan Seni Dendang masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Tulisan ini diramu ulang berdasarkan laporan penelitian yang bersifat kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui studi kepustakaan, wawancara dan observasi lapangan serta dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis konten (kontent analiysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek sejarah dan sosial budayaSeni Dendang serta beberapa aspek pertunjukan Seni Dendang, seperti alat pertunjukan, waktu dan suasana pertunjukan, interaksi antara penampil dengan khalayak, teks, dan tari, merefleksikan nilai budaya masyarakat Bengkulu Selatan. Sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Bengkulu Selatan, beberapa nilai budaya yang berhasil dijelaskan adalah, nilai seni, nilai pendidikan, nilai pengorbanan, serta nilai agama dan kepercayaan.
NILAI BUDAYA MINANGKABAU DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT PASAMAN BARAT Hasanadi Hasanadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.838 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i1.119

Abstract

Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Beberapa ungkapan dimaksud adalah: (1) Ungkapan Simpang Tonang tajam sabalah; (2) Ungkapan teleang kupiah Rang Mandiangin; (3) Ungkapan Talu Rancak di labuah; (4) Ungkapan barek sabalah Nak Rang Talu; (5) Ungkapan kalam basigi lakuang batinjau; (6) Ungkapan tasingguang labiah bak kanai; (7) Ungkapan nak muliya tape’i janji. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutik disimpulkan bahwa setiap ungkapan merefleksikan pesan budaya Minangkabau, yaitu: (1) Adil proporsional; (2) Berpikir lurus komprehensif; (3) Pentingnya kesesuaian antara hati dan perbuatan; (4) Berimbang; (5) Teliti dan tuntas; (6) Stabil emosi; (7) Tepat janji; (8)Teguh pendirian; (9) Cerdas lingkungan; dan (10) Beryukur dan berekspresi.
KEARIFAN LOKAL DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL: MEMBACA ULANG KARAKTERISTIK MASYARAKAT PASAMAN BARAT Hasanadi Hasanadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.322 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i1.100

Abstract

Melalui tulisan ini diketengahkan bahasan tentang karakteristik masyarakat Minangkabau di Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat, yaitu sebagai bagian dari kearifan lokal (local wisdom). Hal ini direfleksikan melalui berbagai ungkapan tradisional Minangkabau yang terdapat di daerah ini. Ungkapantradisional dimaksud adalah : (1) Ungkapan mandapek raso kailangan; (2) Ungkapan sairiang batuka jalan sarupo balain sabuik; (3) Ungkapan jorong batakok tanun baguluang; (4) Ungkapan mamak bapisau tajam kamanakan balihia gantiang; dan (5) Ungkapan maampang ndak sampai ka subarangmandindiang ndak sampai ka langik. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutik disimpulkan bahwa kelima ungkapan berbicara tentang berbagai karakteristik masyarakat Minangkabau di Pasaman Barat, di antaranya responsif, menghargai perbedaan, profesional, bertanggung jawab, proporsional, berpikir jauh ke depan serta toleran.