Ayu Wulandari
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAUM PEREMPUAN DALAM DIPLOMASI KEBUDAYAAN INDONESIA, 1945-1960AN Ayu Wulandari
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i2.204

Abstract

Diplomasi kebudayaan merupakan salah satu agenda diplomasi yang kini digalakkan oleh Kementrian Luar Negeri Indonesia. Jika ditelaah lebih jauh, diplomasi kebudayaan telah dilakukan sejak awal Indonesia merdeka. Dalam upaya diplomasi kebudayaan tersebut, kaum perempuan menjadi aktor penting yang tidak bisa diabaikan. Sayangnya, keberadaan perempuan dalam penulisan sejarah diplomasi kebudayaan secara khusus dan sejarah diplomasi secara umum masih mengalami pengeksklusian. Kajian ini membahas keterlibatan dan peran perempuan dalam diplomasi kebudayaan Indonesia sejak 1945 sampai 1960an. Kajian ini bertujuan untuk menghadirkan peran perempuan dalam penulisan sejarah diplomasi kebudayaan, sehingga penulisan sejarah diplomasi kebudayaan menjadi lebih androgynous. Kajian ini dilakukan dengan metode sejarah, yang hasilnya menunjukkan bahwa selama kurun waktu 1945-1960an, banyak perempuan Indonesia yang terlibat dalam diplomasi kebudayaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sepanjang periode tersebut kaum perempuan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan diplomasi kebudayaan Indonesia. Apalagi, diplomasi kebudayaan pada saat yang sama merupakan salah satu pendukung keberhasilan diplomasi politik yang menjadi fokus kebijakan Soekarno.
DARI MESIR HINGGA ALJAZAIR: JALAN PANJANG DIPLOMASI INDONESIA MENUJU KONFERENSI ASIA AFRIKA KEDUA (1955-1965) Ayu Wulandari
Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya Volume 6, No. 1, December 2022
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33652/handep.v6i1.263

Abstract

This research discusses Indonesian diplomatic role in pursuing the implementation of the Second Asian-African Conference (AAC) in 1965 in Algeria. This study is motivated by the limited historiography highlighting Indonesian central role in encouraging the implementation of the second conference. In fact, organizing the conference was one of the Indonesian Government efforts to repeat the success of the first Asian-African Conference in Bandung in 1955. The national political interests were also the reason behind this diplomatic effort. This research used historical method with archive, magazine, and newspaper as sources. This study aims to analyze the Government’s efforts, challenges, and the social and political conditions. The results show that Indonesia had initiated and prepared the second conference for almost a decade (1955-1965). The venue had even changed for several times: from Egypt to Algeria. Despite a long diplomatic process, this conference was canceled due to the unfavorable regional and international political situation. The novelty of this study is Indonesian diplomatic patterns and actions towards the implementation of the Second AAC, such as personal diplomacy efforts, political safaris, and diplomatic meetings.