Efrianto Efrianto
Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERUBAHAN SISTEM PEMERINTAHAN DAN KEPEMILIKAN LAHAN DI KOTA PADANG: STUDI KASUS NAGARI NANGGALO 1978-2010 Efrianto Efrianto
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i2.198

Abstract

Nanggalo merupakan nama kecamatan di Kota Padang, kawasan ini memiliki sejarah yang menarik untuk diungkapkan baik dalam konteks budaya maupun sejarah. Nanggalo pada awalnya adalah nama nagari di Kabupaten Padang Pariaman, pada tahun 1978 bergabung ke dalam Kota Padang dan tahun 1980 berubah status menjadi kecamatan. Perubahan status Nanggalo dari nagari ke kecamatan membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Nanggalo. Tulisan ini menggambarkan sejauh mana perubahan yang terjadi di Nanggalo dalam kurun waktu 1978-2010,  pasca berubah status dari nagari ke kecamatan. Untuk menjawab tujuan penulisan diawali dengan heuristik, kritik sumber, interpretasi diakhiri dengan historiografi. Heuristik dilakukan dengan cara studi pustaka dan  wawancara, setelah itu dilanjutkan kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perubahan terbesar yang terjadi di Nanggalo terjadi pada sosok pemimpin dalam masyarakat, ketika bernagari pemimpin merupakan hasil kesepakatan masyarakat, sekarang berganti dengan pejabat yang ditugaskan ke Nanggalo. Aspek lain adalah tanah yang dulu dominan tanah kaum sekarang, berubah menjadi tanah pribadi.
BIOSKOP DI KOTA PRABUMULIH 1950 – 2000 Efrianto Efrianto
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.441 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i1.36

Abstract

Bioskop merupakan sarana hiburan rakyat yang populer dan dinikmati oleh masyarakat dari berbagai lapisan dan kelas ekonomi. Hal ini yang menyebabkan bioskop tumbuh dan berkembang ke berbagai daerah di Indonesia. Kota Prabumulih yang memiliki luas 421,6 Km2 dalam sejarahnya pernah memiliki 5 gedung bioskop. Hal ini jelas menggambarkan  bioskop memiliki kenangan tersendiri dalam kehidupan masyarakat di Prabumulih. Tulisan ini mencoba mengungkapkan tentang bioskop di Prabumulih dan kenangan masyarakat ketika menonton di gedung bioskop. Untuk menjawab tujuan penulisan diatas digunakan motede sejarah yang terdiri dari terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Untuk heuristik diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan mengunakan teknis analisis data model interaktif, setelah itu dilanjutkan kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bioskop telah lama hadir di Prabumulih dan setiap gedung bioskop memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang berbeda antara gedung bioskop. Perbedaan ini meninggalkan kenangan tersendiri bagai masyarakat di Prabumulih