ARNI CHAIRUL
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI MANCOLIAK ANAK PADA MASYARAKAT ADAT SILUNGKANG ARNI CHAIRUL
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.295 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.86

Abstract

Abstrak Kearifan lokal merupakan prinsip-prinsip dan cara-cara tertentu yang dianut, dipahami, dan diaplikasikan oleh masyarakat lokal dalam berinteraksi dan berinterelasi dengan lingkungannya dan sebagai hasil produksi kebiasaan/tradisi yang hidup dan tumbuh secara turun temurun bersama masyarakat adat. Ia berfungsi sebagai pembentuk & penuntun perilaku manusia dalam kehidupan yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Bahkan dalam masyarakat ia dianggap sebagai entitas penentu harkat dan martabat manusia yang memiliki kecerdasan, pengetahuan dan moral yang menjadi dasar pembangunan peradaban suatu masyarakat.Ketidakberdayaan masyarakat adat dalam mempertahankan eksistensinya merupakan ancaman yang serius untuk kelanjutan tradisi berikutnya, seperti halnya tradisi mancoliak anak pada masyarakat adat Silungkang yang sudah mulai hilang dan wajib dilestarikan keberadaanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi mancoliak anak pada masyarakat adat Silungkang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi sedangkan data diperoleh melalui wawancara,dan dokumentasi.Penelitian ini menemukan kearifan lokal tersebut adalah :agama mengajarkan, adat memakai; saling tenggang rasa;berat sama dipikul ringan sama dijinjing; saling menjaga hubungan kekeluargaan; hidup dikandung adat, mati dikandung tanah; dapat musibah diimbaukan, dapat kebaikan diimbaukan;yang tua dihormati, yang muda disayangi, yang sebaya dikawani; dan seia sekata.   
Strategi Bertutur Fisioterapis Arni Chairul
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.2031

Abstract

This study aims to find out how to use the physiotherapist's speech strategy at RSU Haji Medan according to the theories of Brown and Levinson. This research uses a qualitative approach with the case study method while data obtained through observation and interviews. This research found that there are 2 speech strategies used by physiotherapists at RSU Haji Medan. First, on record with positive politeness strategy contained in request directive speech acts (100%), question directive speech acts (100%), requirements directive speech acts (100%), agreement directive speech acts (100%), advisories directive speech acts (71%). Second, bald-on record strategy contained in prohibition directive speech acts (100%) and advisories directive speech acts (29%).  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan strategi bertutur seorang fisioterapis di RSU Haji Medan menurut teori Brown dan Levinson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sedangkan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif. Penelitian ini menemukan ada dua strategi bertutur yang digunakan oleh fisioterapis di RSU Haji Medan. Pertama, strategi bertutur terus terang dengan basa basi, berupa kesantunan positif yang terdapat dalam tindak tutur direktif permintaan (100%), tindak tutur direktif pertanyaan (100%), tindak tutur direktif persyaratan (100%), tindak tutur direktif persetujuan (100%), dan tindak tutur direktif nasihat (71%);. Kedua, strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi hanya terdapat dalam tindak tutur direktif pelarangan (100%) dan tindak tutur direktif nasihat (29%).