Efrianto. A Efrianto. A
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MIGRASI ORANG BALI KE BAYUNG LENCIR Efrianto. A Efrianto. A
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.822 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.108

Abstract

Bali merupakan sebuah nama daerah dan suku bangsa yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan suku bangsa lain di Indonesia. Salah satu keunikan mereka adalah kebiasaan dan identitas sosial mereka terlihat sangat jelas dari bentuk dan model rumah yang mereka miliki. Orang Bali dikenal sebagai salah satu etnis yang menganut agama Hindu, sebagai penganut agama Hindu mereka miliki simbol tersendiri yang terlihat sangat jelas dari berdirinya sebuah pura di depan rumah mereka. Kondisi ini dengan sendirinya menimbulkan keunikan dan perbedaan tersendiri ketika etnis ini jauh dari daerah asal mereka di Bali. Tulisan ini inggin menjelaskan tentang bagaimana kedatangan etnis Bali di Kecamatan Banyu Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Observasi lapangan menemukan data yang menarik tentang orang Bali di Banyu Lencir.
DUNIA KESEHATAN DI KAUR 1969 - 2015 Efrianto. A Efrianto. A
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.356 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i1.98

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu bidang yang mendapatkan perhatian lebih oleh pemerintah, mulai orde lama sampai orde reformasi. Faktor ini menyebabkan dunia kesehatan terus mengalami perkembangan terutama dilihat aspek sarana dan prasarana. Tulisan ini menjelaskan tentangperkembangan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu dari tahun 1969 - 2015. Untuk menjawab tujuan penulisan di atas digunakan motede sejarah yang terdiri dari terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Untuk heuristik diperoleh melalui wawancara,observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan mengunakan teknis analisis data model interaktif, setelah itu dilanjutkan kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sarana dan prasarana kesehatan di Kaur terus mengalami perkembangan. Di sisi lain masih ada masyarakat yang menjadikan sarana kesehatan tradisional sebagai media untuk menyembuhkan diri mereka.
KESEPAKATAN GUNUNG MEDAN : Wahana Adaptasi dan Pembauran di Pulau Punjung dan Koto Baru Efrianto. A Efrianto. A
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.842 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i2.89

Abstract

Pulau Punjung dan Koto Baru merupakan nama kecamatan di Sumatera Barat yang telah berkembang dari 2 (dua) kecamatan menjadi 11 (sebelas) kecamatan. Saat ini kawasan ini telah menjadi nama sebuah kabupaten yaitu Kabupaten Dharmasraya. Perkembangan ini bisa diwujudkan karena proses adaptasi dan pembauran antara masyarakat di kawasan ini berlangsung dengan baik. Untuk menjelaskan fenomena tersebut dilakukan pendekatan kualitatif dengan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat Pulau Punjung dan Koto Baru baik dari unsur transmigran dan penduduk lokal kenapa adaptasi bisa berlangsung dengan baik. Pemerintah sebagai pelaksana program transmigrasi telah melakukan berbagai cara, salah satu cara yang mereka lakukan adalah melakukan pendekatan musyawarah antara pemerintah dan tokoh masyarakat. Musyawarah menghasilkan kesepakatan,kesepakatan ini merupakan sebuah wahana yang mempermudah terjadi adaptasi dan pembauran di kawasan ini. Kesepakatan ini dilaksanakan oleh pemerintah terutama dalam aspek kesamaan agama,sehingga perbedaan yang mereka miliki bisa teratasi.
STRUKTUR MASYARAKAT SEMENDE DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN Efrianto. A Efrianto. A
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1686.718 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i1.113

Abstract

Semende merupakan nama salah satu suku bangsa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Suku bangsa ini dikenal dengan adat dan budaya yang unik berbeda dengan suku lain yang ada di kawasan OKUS. Semende merupakan bagian dari suku Pasemah, namun dalam perkembangan selanjutnya mereka memilik tradisi dan aturan adat sendiri berbeda dengan suku bangsa Pasemah lainnya. Perbedaan ini berkaitan erat dengan proses pembentukan mereka menjadi sebuah suku bangsadan. struktur adat yang mereka miliki. Untuk menjelaskan hal tersebut dilakukan pendekatan kualitatif dengan mewawancarai beberapa tokoh masyarakat Semende di Muara Dua dan beberapa daerah Semende lainnya di Kabupaten OKUS. Sejarah dan struktur adat mengambarkan bahwa merekamerupakan kelompok komunal yang saling terkait dan berbeda denga rumpun Pasemah lainnya.
JEJAK PERADABAN MASA LALU DI KOTA PARIAMAN Efrianto. A Efrianto. A
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2660.296 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i1.81

Abstract

Kota Pariaman adalah sebuah daerah administrasi baru terbentuk pada tahun 2002. Namun Pariaman sebagai sebuah kawasan telah mulai didiami orang dalam waktu yang cukup lama, bahkan Pariaman merupakan sebuah identitas sosial yang memiliki cirikhas tersendiri dalam kehidupan masyarakat, baik di Sumatera Barat maupun Indonesia. Kawasan yang telah didirikan dalam waktu lama, tentu saja memiliki peninggalan sejarah dan peradaban yang tinggi, namun perubahan zaman telah menyebabkan banyak hal yang pernah ada di Pariaman mulai terlupakan. Tulisan mencoba menjelaskan danĀ  mengungkapkan tentang kekayaan dan sejarah masa lalu yang dimiliki oleh Pariaman. Pariaman pada masa lalu merupakan bandar dagang yang penting pada masa lampau hal ini yang mendorong kawasan ini dihuni oleh berbagai etnis. Sebagai kawasan yang dihuni oleh berbagai etnis tentu saja banyakpeninggalan sejarah. Di samping itu Pariaman dikenal sebagai pintu masuknya agama Islam ke Sumatera Barat hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa makam yang menginformasikan tentang ulama besar yang menyebarkan agama islam di Minangkabau.