Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Brand Identity Nagari Pariangan, Desa Terindah di Dunia Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat Muhammad Syukri Erwin; Zainal Warhat; Syafwandi Syafwandi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v4i1.1754

Abstract

Nagari Pariangan adalah sebuah nagari tuo yang ada di Minangkabau. Nagari yang disebut sebagai daerah asal mulanya nenek moyang orang Minangkabau memiliki banyak potensi baik keelokan alam dan budayanya yang masih terjaga. Melalui perancangan brand identity, berbagai potensi yang ada di nagari Pariangan di kemas sedemikian rupa agar terciptanya sebuah kegiatan promosi yang efektif. Sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung baik lokal maupun mancanegara. Hal ini akan berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat baik langsung ataupun tidak langsung. Menggunakan konsep yang terinspirasi dari bentuk visual khas nagari Pariangan. Seperti motif iluminasi naskah kuno dari nagari Pariangan yaitunya “Kambang Reno”, bantuk gonjong khas Minangkabau, atap bertingkat dari surau tua yang menjadi kebanggaan masyarakat dan jenjang khas nagari Pariangan. Pemilihan warna kuning, coklat dan hijau untuk melambangkan siklus alam dari proses menanam hingga memanen padi. Perancangan brand identity nagari Pariangan meliputi logo dan media pendukung seperti stationari, sovenir dan sosial media yang saling bersinergi membentuk sebuah kesatuan visual. Sinergi antara media akan berpengaruh kepada pembentukan image terhadap nagari Pariangan agar mudah diingat, dikenali oleh wisatawan. Keberhasilan dari brand identitiy ini berpengaruh kepada kerjasama berbagai pihak untuk selalu konsisten menggunakan brand ini.
Analisi Rancangan Media Belajar Anak Berkesulitan Belajar (Learning Disabilities) di Lingkungan SLB Lumin Alisa Lubuk Minturun Kota Padang Muhammad Syukri Erwin
TRADISIGN : Jurnal Pustaka Desain dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Mei 2023 | Desain dan Budaya: Perspektif Multidisipliner
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian Media Belajar Anak berkebutuhan Khusus (kesulitan belajar) studi kahus di SLB (Sekolah Luar Biasa) Lumin Alisa, Lubuk Minturun. Anak berkebutuhan khusus seperti anak kesulitan belajar, adalah anak yang sulit untuk mengingat pelajaran, mereka mengalami masalah dengan kemampuan daya ingat. dalam kajian ini membahas tentang bagai mana menentukan media untuk anak kesulitan belajar yang sesuai dan bisa menarik minat dan perhatian dan mengasah daya ingat anak. Proses pengumpulan data dengan langsung terjun kelapangan demi keakuratan data yang di dapatkan, sehingga media belajar yang diperuntukan untk anak berkesulitan belajar akan lebih akurat penggunaanya dibandingkan media belajar ABK yang lain. Pengkajian ini bertujuan menginformasikan dan membedakan media belajar yang baik dan sesuai untuk ABK kategori “Berkesulitan Belajar” dibandingkan ABK dengan kategori yang lain.
Integration of Artificial Intelligence in Visual Branding of Tanah Liek Batik: A Visual Communication Design Perspective Muhammad Syukri Erwin; Lailatul Himni
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 7 No. 2 (2025): December Issue
Publisher : fakultas Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v7i2.273

Abstract

Tanah Liek batik, as one of Minangkabau's cultural heritages, faces serious challenges in the era of globalization due to the dominance of modern visual products that are more adaptable to the digital market. This research begins with the problem of the weakness of visual communication strategies that are able to represent cultural identity in a contextual and relevant manner for today's audience. To address this issue, the research developed an Artificial Intelligence (AI)-based visual marketing strategy oriented towards strengthening cultural identity while increasing product competitiveness. A qualitative-descriptive approach was used through a series of stages including the creation of an AI-based visual design prototype, which was then validated through brainstorming with the store manager as the research partner. The results of the study show that the integration of cultural values ​​with AI technology can produce visual branding that is not only aesthetically appealing but also strengthens the cultural narrative inherent in Tanah Liek batik. The AI-based design prototype proved adaptive to digital trends, while the brainstorming provided practical validation regarding the design's relevance to market needs. In conclusion, an AI-based visual strategy can be an innovative model for cultural preservation and marketing of local products in the digital era.