Dicky Reza Wisnu Wardhana
Universitas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA PERSIMPANGAN TAK BERSINYALPADA PERSIMPANGAN TIGA LENGAN Dicky Reza Wisnu Wardhana; Sugeng Dwy Hartantyo
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 1, No 2 (2016): September
Publisher : Litbang Pemas - Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v1i2.569

Abstract

Masalah lalu lintas sering terjadi di Kabupaten Lamongan. Tundaan – tundaan dan konflik antar pengendara pada persimpangan tak bersinyal sering terjadi terutama pada persimpangan Jalan Veteran – Jalan KiSarmidi Mangunsarkoro Lamongan. Hal ini dipicu dari beberapa faktor yaitu peningkatan jumlah volume lalu lintasdan kurang tertibnya pengguna kendaraan saat melewati daerah persimpangan tak bersinyal. Menganalisa kapasitas dan tingkat kinerja suatu persimpangan tak bersinyal maka dilakukan pengambilan data di lapangan, berupa data geometrik simpang (lebar tiap kaki simpang), jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi persimpangan setelah itu dikalikan dengan angka ekivalensi masing – masing kendaraan. Sehingga diperoleh keseragaman dala satuan mobil penumpang (SMP).kemudian dihitung kapasitas dan tingkat kinerja persimpangan yang meliputi derajat kejenuhan, dan tundaan simpang menggunakan metode Manual Kinerja Jalan Indonesia (MKJI). Hasil analisa yang diperoleh volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam 06.45 – 07.00 WIB di setiap harinya dengan volume tertinggi pada hari senin sebesar : 16800 emp/jam. Dan arus lalu – lintas tertinggi pada persimpangan tersebut adalah pada hari Senin yaitu 7680,4 smp/jam, memiliki derajat kejenuhan (DS) sebesar = 4,152 smp/jam, tundaan simpang (DTI) sebesar = 5,667 dan peluang antrian (QP%) sebesar = 1519,48 (bawah) dan 5240,22 (atas). Dari hasil analisa tersebut pada persimpangan Jalan Veteran – Jalan Ki Sarmidi Mangunsarkoro terjadi tundaan – tundaan simpang dan konflik antar kendaraan yang melewati daerah simpang. Maka perlu penataan ulang pada geometrik simpang untuk meningkatkan kinerja dari persimpangan tesebut agar kinerja simpang lebih optimal.