Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pada Penderita Kusta Di Wilayah Puskesmas Kabupaten Sumenep Madura Tahun 2019 Ahmad Fahri; Toha Muhaimin; Syamsul Anwar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i1.152

Abstract

 Kusta merupakan suatu penyakit yang bisa memberikan penularan, hal ini juga bisa menahun karena disebabkan oleh suatu kuman yaitu Mycobacterium Leprae yang bisa menyerang saraf tepi dan selanjutnya bisa menyerang kulit, serta mukosa mulut, saluran pernafasan atas, system retikuloen dotelia, mata otot, tulang, testis dan organ lain kecuali pada sebuah system saraf pusat (Kementerian Kesehatan RI, 2017). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pada penderita  kusta di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Sumenep ditahun 2019. Desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian 193 dan sampel 93 responden. Hasil penelitian menunjukkan hasil bivariat variabel yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita kusta diantaranya lama sakit dengan nilai p-value 0.009 α (0.05), keyakinan nilai p-value=0,013 α (0.05), pengetahuan dengan nilai p-value =0,031 α (0.05). Saran perlu adanya perhatian dari pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kota Semenep Madura untuk penyebar luasan informasi yang benar kepada penderita, keluarganya dan masyarakat sekitarnya tentang faktor risiko, penanggulangan kusta dan pengobatan kusta. Bagi masyarakat dan keluarga penderita sebaiknya mengetahui faktor risiko reaksi kusta, agar dapat membantu penderita dalam mengenal secara dini terjadinya gejala kusta sehingga cepat memperoleh penanganan dan memberikan dukungan kepada penderita kusta, serta tidak mengucilkan penderita kusta. 
Strategi Pemulihan Reputasi Digital Pada Program Makan Bergizi Gratis Nayla Nurially Sofyan; Nabila Kanaya Winata; Ahmad Fahri; Sabilal Muktadin; Tria Patrianti
Jurnal Komunikasi dan Media (JKOMED) Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Jurnal Komunikasi dan Media (JKOMED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu inisiatif utama pemerintah yang bertujuan untuk memperbaiki tingkat gizi masyarakat, terutama bagi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Sebagai kebijakan publik yang berskala nasional, pelaksanaan program ini menarik perhatian besar dari masyarakat dan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di media cetak maupun media sosial. Namun, berbagai masalah seperti keterlambatan distribusi, dugaan keracunan makanan di sejumlah wilayah, keterlambatan pembayaran kepada penyedia makanan, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi telah mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai program ini. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan dalam pelaksanaan MBG tidak hanya terkait dengan isu operasional, melainkan juga berkaitan dengan reputasi digital lembaga pelaksana di dunia maya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis cara pemulihan reputasi digital Program Makan Bergizi Gratis dari sudut pandang Public Relations. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data yang digunakan diambil dari jurnal ilmiah nasional, dokumen dari pemerintah, dan publikasi ilmiah yang membahas tentang reputasi digital, komunikasi krisis, public relations digital, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Analisis dilakukan dengan menerapkan teknik analisis konten untuk menemukan strategi komunikasi yang dapat diterapkan dalam upaya memulihkan reputasi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan reputasi digital memerlukan strategi komunikasi yang holistik dengan transparansi informasi, respons yang cepat terhadap masalah, pemantauan media digital, kerjasama dengan pihak terkait, serta penyampaian informasi yang didasarkan pada data dan bukti. Strategi ini memainkan peranan penting dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan memperkuat reputasi Badan Gizi Nasional sebagai penyelenggara program tersebut.