Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASPEK KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP IKLIM TROPIS DAN AKSESIBILITAS PEJALAN KAKI DI LAPANGAN KOTA SEBAGAI KAWASAN PEDESTRIAN (KAJIAN KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG ) Esti Yulitriani Tisnaningtyas
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.548

Abstract

Lapangan atau plaza area berfungsi sebagai tempat aktifitas manusia, sebagai ruang transisi untuk bergerak dari bangunan satu ke bangunan lain atau dari satu tempat ke tempat lain (Cliff, 1992), sebagai tempat interaksi sosial masyarakat kota dan lain-lain. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki dua musim yaitu musim kemarau dengan panas yang cukup terik serta curah hujan yang cukup tinggi di musim hujan. Sebagai kawasan pedestrian harus dapat mengakses seluruh kepentingan kegiatan masyarakat lewat moda berjalan kaki, termasuk yang berkaitan dengan iklim.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kenyamanan berjalan kaki terhadap faktor iklim tropis dan aspek aksesibilitas pejalan kaki dalam bergerak di lapangan kota di Indonesia di kawasan pusat kota dalam hal ini Kawasan Simpang Lima Semarang.Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan perilaku pejalan kaki. Data diambil dengan pendekatan beahvioral mapping yaitu person centered mapping dan place centerd mapping.Dari hasil penelitian, diperoleh belum diperoleh kenyamanan berjalan kaki terkait dengan perlindungan terhadap iklim tropis di Lapangan Pancasila maupun di ruang terbuka di sekelilingnya. Aksesibilitas pejalan kaki juga sangat kurang. Hal ini dipengaruhi lalu lintas yang cukup padat dan kencang, adanya PKL di trotoar, pagar dan fasilitas pejalan kaki yang digunakan untuk parkir dan kegiatan lainnya.Keyword : Pedestrian, kenyamanan, tropis
IDENTIFIKASI KAWASAN PERMUKIMAN PENDUKUNG: ANALISIS PROXIMITY PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DANAU TOBA Andreas Agung Widhijanto; Esti Yulitriani Tisnaningtyas
Neo Teknika Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.1 Juni 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.914 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i1.1062

Abstract

Danau Toba dengan 3 (tiga) komponen wisata yaitu wisata alami danau, wisata geopark atau taman bumi dan wisata budaya daerah (Batak)menjadi daerah tujuan wisata. Teori siklus hidup destinasi pariwisata menunjukkan bahwa kehidupan kegiatan kepariwisataan Danau Toba mengalami peningkatan. Hal inilah yang menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) meliputi 7 (tujuh) Kabupaten pada tepian Danau Toba, yaitu Toba Samosir, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Karo, Humbang Hasundutan, dan Dairi.Tourism development atau pembangunan pariwisata yang dilakukan dengan mengembangkan konsep 3A - Attraction, Amenitiesand Accessibility (atraksi, amenitas/kenyamanan dan aksesibilitas) – menjadi parameter keberhasilan pembangunan kepariwisataan suatu daerah, termasuk kawasan pariwisata Danau Toba.Riset yang dilakukan ini memiliki 2 (dua) pertanyaan riset. Pertama adalah bagaimana menganalisis hasil identifikasi kawasan permukiman pendukung kepariwisataan Danau Toba, sedangkan kedua adalah bagaimana konsep untuk menjawab kebutuhan pengembangan Destinasi Wisata Danau Toba. Kerangka Riset ini dialurkan dalam variable berdasar atas indikator yang dihasilkan melalui rangkuman kajian-kajian. Selanjutnya akanditajamkan melalui proses analisis spasial dengan menggunakan metoda proximity. Analisis dengan menggunakan metoda proximity merupakan analisis secara spasial untuk mendapatkan penentuan kawasan permukiman prioritas pendukung pariwisata Danau Toba.Penentuan ini mengunakan variable lokasi strategis, obyek wisata unggulan, tourism linkages pada obyek wisata unggulan, lokasi prioritas pendukung wisata Danau Toba dan permukiman pendukung lokasi prioritas wisata.Kata Kunci : kawasan permukiman, destinasi wisata, danau toba, analisis proximity.
IDENTIFIKASI SUSTAINIBILITY PERUMAHAN TAPAK CLUSTER DARI ASPEK SOSIAL Esti Yulitriani Tisnaningtyas; Dandi Prafiadi
Neo Teknika Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Neo Teknika Vol 6 No.1 Juni 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v6i1.1824

Abstract

Pertumbuhan masyarakat yang cukup pesat berpengaruh juga dengan kebutuhan masyarakat,  mulai dari sandang pangan dan papan. Berdasarkan data sensus penduduk,  jumlah pertumbuhan penduduk indonesia mencapai 2%, tingkat urbanisasi setiap tahunnya di indonesia paling tinggi di Asia. oleh karena itu tingginya pertumbuhan dan urbanisasi di Indonesia, mewajibkan untuk menerapkan Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan ) khusunya untuk daerah kota metropolitan di Indonesia seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya.  Sebagai langkah untuk pertumbuhan yang berimbang. Dengan alasan diatas pengembang (developer) membangun tempat tinggal menggunakan  konsep Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan) yang memiliki keuntungan banyak mulai dari one gate system, keamanan dijaga 24 jam dan laiin lian salah satunya perumahan tipe cluster. Kata kunci: Pertumbuhan penduduk, Pembangunan Berkelanjutan, perumahan cluster.