Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH ALAM PEMIKIRAN MITIS PADA LINGKUNGAN ALAM DAN PERMUKIMAN Paulus Hariyono; Veronica Wijayanti
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.557 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1378

Abstract

Alam dan manusia memiliki hubungan yang erat, dengan pola-polatertentu. Dalam kurun waktu tertentu pola hubungan itu dapat berubah. Polahubungan itu dapat dilihat pada alam pemikiran manusia. Menurut Peeursen(1988) ada tiga alam pemikiran manusia, yaitu 1) Alam Pemikiran Mitis, 2)Alam Pemikiran Ontologis, dan 3) Alam Pemikiran Fungsionalisme. Masingmasing memiliki pengaruh pada pola pengelolaan alam. Makalah ini akanmembahas pengaruh alam pemikiran mitis manusia pada alam semesta.Manusia yang berpemikiran mitis biasanya banyak dijumpai pada masyarakatkuno. Masyarakat ini tunduk pada alam, karena alam selain menyediakanbahan pangan dan bahan sarana hidup, juga menyimpan kepercayaankepercayaan yang membuat mereka mengalami “ketegangan” dengan alam.Secara internal para anggota masyarakat memiliki rasa solidaritas yang tinggi,hubungannya erat. Keeratan hubungan sosial, kedekatan dengan alam, danteknologi tradisional yang dimiliki ini berpengaruh pada pemanfaatan potensialam sekitarnya pada tata ruang permukiman dan tata ruang rumah tinggal yangdekat dengan alam. Pola tata ruang permukiman dan rumah tinggal cenderungmengelompok dan sarat dengan unsur alam da bahan-bahan yang terkandung dialam. Secara keseluruhan mereka memiliki kehidupan yang bersifat natural,dekat dan tunduk dengan alam.Kata kunci: alam pemikiran mitis, tunduk pada alam, permukimanmengelompok.
RELASI MANUSIA DAN ALAM Paulus Hariyono; Veronika Dewi Aryati
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.903 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1224

Abstract

Ilmu lingkungan pada dasarnya mempelajari hubungan antara manusia dengan unsur-unsur di permukaan bumi. Manusia hidup tidak jauh dengan lingkungannya, bahkan erat dengan lingkungannya, seperti mata uang dengan dua sisinya; baik itu terjadi pada zaman kuno, industri, maupun modern. Sekalipun alam merupakan bagian yang erat dengan manusia, namun sekelompok manusia yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan dalam melakukan relasi dengan alam. Perbedaan relasi ini secara tidak disadari disebabkan oleh perbedaan sudut pandang manusia dalam berpikir terhadap obyek ataupun lingkungannya. Sudut pandang ini dipengaruhi oleh tiga alam pemikiran manusia, yaitu alam berpikir mitis, ontologis, dan fungsional. Alam pemikiran manusia akan memberikan garis besar yang mendasar tentang alam sejak jaman kuno hingga modern. Alam pemikiran manusia akan menunjukkan bagaimana manusia berelasi dengan alam; sehingga secara garis besar manusia memiliki sikap relasi: 1) tunduk pada alam, 2) menaklukkan alam, dan 3) melakukan keseimbangan dengan alam.Kata kunci: alam pemikiran manusia, tunduk pada alam, menaklukkan alam, keseimbangan alam.