Abd Karim
Institut Agama Islam Pare-Pare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPEDISI MILITER BELANDA DI MANDAR 1905-1907 Abd Karim
Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya Volume 3, No. 2, June 2020
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33652/handep.v3i2.79

Abstract

Penguasaan Belanda atas wilayah Sulawesi secara utuh dimulai pada 1906. Otoritas Belanda atas Mandar tampak dari perubahan status Mandar menjadi negara bawahan. Kondisi itu terekam dalam laporan ekspedisi militer pemerintah Hindia Belanda 1905-1906, sebuah aksi bersenjata penentu kejatuhan wilayah terakhir di Sulawesi. Bagaimana dan mengapa ekspedisi militer yang menjadi kunci penguasaan Belanda di seluruh wilayah Sulawesi tersebut dapat berhasil adalah pokok permasalahan dari tulisan ini. Dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, permasalahan tersebut akan dibahas dalam tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspedisi militer Belanda melahirkan pergulatan elite lokal yang dimanfaatkan Belanda untuk diadu domba. Belanda yang kesulitan menghadapi perlawanan rakyat Mandar akhirnya bersepakat dengan sebagian kelompok bangsawan untuk bekerja sama. Dengan demikian, rakyat Mandar yang dipimpin oleh I Sendjata dan Ammana I Wewang juga harus melawan bangsawan Mandaryang berada di pihak pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menjadi pemenang dan cita-cita desentralisasi untuk membentuk sistem administrasi yang tunggal terlaksana.
Masa Awal dan Terbentuknya Federasi Duri XIV Ira Hadrayani; Abd Karim
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.001 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v5i2.34

Abstract

Narasi besar sering kali memburamkan bahkan menutupi narasi kecil dalam penulisan sejarah. Narasi besar sejarah di satu Kerajaan acap kali memburamkan beberapa narasi sejarah di sekitarnya. Kondisi itu terjadi karena pengaruh kuasa Kerajaan itu begitu kuat. Kekayaan narasi di Sulawesi Selatan beberapa dekade terakhir sangat didominasi oleh Kerajaan Gowa dan Bone. Kedua kerajaan itu memang memiliki pengaruh yang cukup besar di masa lalu. Berbicara tentang Sulawesi Selatan tidak akan lepas dari perbincangan Kerajaan Gowa dan Bone. Representasi kedua kerajaan tersebut adalah antara Makassar dan Bone. Artikel ini berusaha memunculkan kerajaan-kerajaan bagian utara Sulawesi Selatan yakni kerajaan yang termasuk dalam rumpun suku Massenrempulu Kabupaten Enrekang. Kerajaan tersebut tergabung dalam Federasi Duri. Artikel ini menggambarkan masa awal dan terbentuknya Federasi Duri. Kajian ini mengungkap bagaimana asal-usul Federasi Duri, bagaimana proses terbentuknya Federasi Duri dan bagaimana kepercayaan awal Federasi Duri. Artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.