Andika Ariwibowo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN BUDAYA KOSMOPOLITAN DI BATAVIA 1905-1942 Andika Ariwibowo
Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya Volume 3, No. 1, December 2019
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.059 KB) | DOI: 10.33652/handep.v3i1.66

Abstract

Kosmopolitan dapat diartikan sebagai suatu kewarganegaraan global. Giddens mengatakan bahwa salah satu faktor sebuah kota dikatakan kosmopolitan adalah perkembangan globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat. Konektivitas yang semakin mudah berkat perkembangan komunikasi, media, dan transportasi sejak abad ke-19 telah menjadikan kota-kota besar seperti Batavia menjadi titik luluh (melting pot) berbagai budaya dan bangsa. Sebuah kota kosmopolitan ditandai dengan hadirnya masyarakat kosmopolitan global yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, bangsa, tingkat ekonomi, dan gaya hidup. Kapitalisme dan industrialisasi telah mendorong perubahan pada struktur sosial dalam masyarakat. Kajian ini menggunakan metode sejarah dengan menelisik berbagai literatur sezaman yang terdiri atas artikel, dokumentasi, laporan, dan survei baik oleh instansi pemerintah, individu, maupun lembaga nonpemerintah. Kajian ini menemukan bahwa kebijakan tata ruang dengan menempatkan berbagai etnis dan bangsa dalam permukiman yang sama telah menghadirkan suasana kota yang lebih toleran. Keberadaan ruang publik rupanya dikelola dengan baik oleh Gemeente Batavia yang menjadi titik luluh beragam etnis dan kelas sosial.
KERAJAAN BANTEN GIRANG DAN FORMASI PERDAGANGAN REMPAH DI SELAT SUNDA ABAD X – XVI Andika Ariwibowo
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v8i2.268

Abstract

Banten sejak abad ke-10 telah memainkan peran penting dalam rangkaian formasi sejarah maritim Nusantara karena wilayah ini merupakan salah satu bandar utama dalam jaringan perniagaan bahari baik di Nusantara maupun Asia Tenggara. Hal-hal yang dibahas dalam kajian ini adalah faktor-faktor apakah yang melatarbelakangi terbentuknya Banten Girang hingga mampu menjadi salah satu simpul strategis dalam jaringan perniagaan rempah di kawasan bahari Nusantara? Kemudian seperti apakah pola jaringan perniagaan Banten pada masa Kerajaan Banten Girang? Serta bagaimanakah pengaruh perniagaan lada hitam yang kemudian menjadikan Banten Girang sebagai salah satu pelabuhan utamaperniagaan rempah pada abad ke-10 hingga abad ke-16? Kajian ini dilakukan untuk melihat lebih jauh mengenai perkembangan wilayah Banten yang ternyata telah memiliki peran penting dalam rangkaian formasi sejarah bahari Nusantara sejak abad ke-10. Sumber-sumber yang digunakan sebagian besar merupakan sumber-sumber sekunder yang membahas mengenai Banten maupun keterkaitan Banten dengan wilayah-wilayah lain di sekitarnya baik di kawasan Nusantara maupun Asia. Wilayah Banten pada masa sebelum berdirinya Kesultanan Banten telah memainkan posisi penting dalam arus dan jaringan perdagangan di kawasan perairan Nusantara. Produksi lada hitam dan letak yang strategis dalam jalur perniagaan di Selat Sunda telah menjadikan Banten Girang memperoleh kegemilangan dalam aktifitas perdagangan lintas bahari ketika itu.