Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPOSITORI BERBASIS PETA PIKIRAN DAN BERBASIS PETA KONSEP PADA POKOKBAHASAN PANGKAT DAN BENTUK AKAR DI KELAS X SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Awaludin Fitra
Jurnal Mantik Penusa Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Mantik Penusa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang dilakukan di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ekspositori berbasis peta pikiran lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ekspositori berbasis peta konsep. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan memberikan perlakuan kepada kedua kelompok sampel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan yaitu sebanyak lima kelas dengan rata-rata jumlah siswa 35 orang. Sampel penelitian diambil dua kelas yang ditentukan dengan teknik random sampling, yaitu Kelas Eksperimen I dan Kelas Eksperimen II masing-masing sebanyak 35 siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk objektif tes, yaitu untuk soal pretes dan postes masing-masing sebanyak 15 soal yang masing-masing telah dinyatakan valid dan reliabel.Sebelum pengujian hipótesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas tes. Normalitas diuji dengan menggunakan teknik Lilliefors dan homogenitas dengan menggunakan uji F. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen.Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode ekspositori berbasis peta pikiran lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ekspositori berbasis peta konsep dengan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,626 > 1,669 pada taraf . Hasil belajar siswa kelas Eksperimen I diperoleh rata-rata pretes sebesar 36,76 dan rata-rata postes sebesar 81,33. Sedangkan hasil belajar siswa kelas Eksperimen II diperoleh rata-rata pretes sebesar 36,95 dan rata-rata postes sebesar 74,10. Kata Kunci :Ekspositori, peta pikiran, peta konsep, hasil belajar
PENERAPAN METODE INVESTIGASI KELOMPOK PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 MEDAN Awaludin Fitra
Jurnal Mantik Penusa Vol. 3 No. 6 (2010): Jurnal Manajemen dan Informatika Komputer Pelita Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.639 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan di SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Metode Investigasi Kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) di kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan sebanyak satu kelas yaitu 32 siswa. Obejek penelitian ini adalah Metode Investigasi Kelompok Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Di Kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Pada materi sistem Persamaan Linier Dua Variabel di kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan  melalui Metode Investigasi Kelompok.  Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes, yaitu tes pra penelitian, tes T1 pada siklus I, tes T2 pada siklus II dan lemba pengamatan (observasi).  Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan belajar. Pada siklus I, peneliti memberikan tes T1 pada akhir siklus I. Siklus I belum berhasil, peneliti melanjutkan penelitian ke siklus II. Pada siklus II, peneliti memberikan pembelajaran secara berkelompok, dan pada akhir siklus II peneliti memberikan tes T2. Dari hasil analisis data diperoleh peningkatan hasil belajar matematika siswa dari tes penelitian, tes T1, dan tes T2. secara berturut-turut peningkatan tersebut, yaitu 12 siswa (37,5%), 21 siswa (65,6%), dan 30 siswa (93,75%). Ini bereti hasil yang diperoleh pada tes T2 pada siklus II telah mencapai tingkat ketuntasan belajar (daya serap) secara klasikal. Hal ini tampak dari rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa dimana hasil postes siklus II > postes siklus I > pretes, yaitu 14,75 > 12,81 > 8,06. Kata Kunci: Metode Investigasi, Persamaan Linear