LOLLONG MANTING
Pamulang University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN BENDA SITAAN DAN BARANG RAMPASAN NEGARA DI DALAMRUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN DAN BARANG RAMPASAN NEGARA (RUPBASAN) LOLLONG MANTING; PANTJA BAMBANG SUDARWANTO
Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis Vol 4, No 1 (2019): Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis
Publisher : Faculty of training and education, Pamulang university

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/eduka.v4i1.3826

Abstract

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan)  adalah sebuah institusi negara yang berada di bawah Kementerian Hukum dan hak Asasi Manusia yang melakukan proses pemeliharaan, perawatan dan pengamanan terhadap semua benda sitaan dan barang rampasan  dengan tujuan untuk menjaga dan memastikan kualitas dan mutu  dari benda sitaan dan barang rampasan  tersebut tidak berkurang. Manajemen atau pengelolaan terhadap benda sitaan dan barang rampasan negara yang berada di dalam  Rupbasan sangat ditentukan oleh adanya sumber daya manusia yang memadai, baik dari segi kuantitas terlebih lagi kualitas, adanya sarana dan prasarana yang cukup sesuai dengan kebutuhan dasar Rupbasan, dan adanya anggaran yang cukup untuk mendukung semua kegiatan dalam proses pemeliharan sampai kepada pengeluaran basan dan baran tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa keberadaan Rupbasan di Indonesia sangat minim, yang seharusnya berada di di seluruh kabupaten/kota yang jumlahnya kurang lebih 500 kabupaten/kota, namun pada kenyataannya Rupbasan  yang ada hanya berjumlah 63 Rupbasan di seluruh Indonesia. Dari  63 Rupbasan ini hanya 27 unit yang status lahannya adalah milik sendiri. Termasuk tidak ada satupun Rupbasan yang memiliki gudang yang lengkap untuk menyimpan semua jenis benda sitaan dan barang rampasan.Kata Kunci : pengelolaan, benda sitaan, barang rampasan, rupbasan
ANALISIS IMPELEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM REFORMASI BIROKRASI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA BALAI PEMASYARAKATAN (Studi Kasus Balai Pemasyarakatan Klas I Jakarta Barat) LOLLONG MANTING
Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis Vol 2, No 2 (2017): Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis
Publisher : Faculty of training and education, Pamulang university

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/eduka.v2i2.3761

Abstract

Reformasi birokrasi salah satu cara yang tepat untuk membangun kepercayaan  rakyat. Reformasi birokrasi ialah suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem yang tujuannya mengubah struktur, tingkah laku, dan keberadaan atau kebiasaan yang sudah lama. Ruang lingkup Reformasi birokrasi tidak hanya terbatas pada proses dan prosedur, namun juga terkait dengan perubahan pada tingkat struktur dan sikap serta tingkah laku. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, di mana dalam proses penelitian yang digunakan berdasarkan teori yang relevan dengan permasalahan yang diteliti untuk menemukan solusi dalam permasalahan tersebut, penelitian dilakukan dengan analisis kualitatif murni karena dalam pelaksanaannya berlandaskan pada usaha mempelajari dan melakukan indentifikasi intrinsik terhadap fenomena-fenomena yang ada.  Implementasi standar operasional prosedur  yang komprehensif di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jakarta Barat adalah implementasi tugas dan fungsi yang diturunkan secara tertulis dan detail sehingga setiap pegawai dalam melaksanakan kewajibannya sebagai aparatur sipil negara  dapat bekerja dengan maksimal dan memberikan kontribusi yang rill bagi terciptanya kineja pegawai yang optimal dalam kerangka good governance.Kata Kunci:  Reformasi birokrasi, standar operasional prosedur, kinerja                     pegawai, Balai Pemasyarakata