Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Wista Mangrove Di "Blok Bedul" Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Saifullah, Saifullah; Harahap, Nuddin
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.02.05

Abstract

Ekowisata dapat dilihat sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang strategi pengembangan ekowisata kawasan mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir yang berkelanjutan. Hasil penelitian menujukan Potensi mangrove yang terdapat di kawasan ini 4 species dari 2 famili yaitu : Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba dan Cariop tagal, selain itu dari hasil studi literatur diketahui bahwa terdapat 24 species dari 12 famili di sepanjang kawasan segara anakan Taman Nasional Alas Purwo. Untuk inventarisasi satwa, dari hasil studi literatur dan pengamatan dilapang terdapat jenis burung air, burung darat, burung pemangsa, mamalia, reptile, pisces dan crustacea. Untuk potensi budaya terdapat upacara petik laut dan sumber air randu telu yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Dari hasil analisa kuisioner 47% dari jumlah pengunjung mengetahui tentang ekosistem mangrove. Dan 47% dari responden yang memahami tentang fungsi ekosistem mangrove. Dari pengenalan tentang ekowisata mempunyai nilai-nilai konservasi atau perlindungan, 85% responden memahami hal tersebut. Untuk pemberdayaan masyarakat, 67% memahami ekowisata harus disertai dengan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat. Dan 50% responden menyetujui bahwa ekowisata harus memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat. Dan untuk persepsi bahwa ekowisata harus dapat memberikan nilai pendidikan kepada pengunjung, 73% responden mengetahuinya. Dari hasil perhitungan menggunakan konsep surplus konsumen didapat total valuasi ekonomi kawasan ekowisata mangrove blok bedul adalah Rp. 88.606.183,00. Nilai ini untuk per 1000 orang dalam kunjungan pertahun. Arahan strategi kebijakan pengembangan antara lain: (a) Kelembagaan pengelola ekowisata harus dapat meningkatkan pelayanannya, (b) Pengembangan usaha berbasis ekowisata dengan melakukan kerjasama dibidang pemasaran dengan pengelola wisata lain. (c) Pengembangan wisata mangrove dengan mencari potensi wisata lain, (d) Dibuat perencanaan kerja lima tahun untuk pengembangan ekowisata berkelanjutan, (e) Menggunakan penelitian yang ada untuk kajian sehingga memiliki potensi wisata lainnya. Kata Kunci: ekowisata, mangrove, valuasi skonomi (TEV), SWOT
Factors Affecting Level of Participation in the Management of Mangroves as Ecotourism Attraction: Lesson Learned from Cengkrong Watulimo, Trenggalek Faizal, Muhammad Izzuddin; Hakim, Luchman; Harahap, Nuddin
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2017.005.01.03

Abstract

Ecotourism development can not be separated from the social aspects of the people living around the tourist sites. One indicator that a tourist location is said to be ecotourism-based is the participation of community in the activities of management. This study aims to determine the effect of variables that exist on the level of community participation in the management of mangrove areas Cengkrong using Partial Least Square (PLS) method. The variables used in this study are: community characteristics, perceptions, norms, patterns of social relationships, and trust. From the research, the variables that have a dominant influence on the level of participation in the management of mangrove Cengkrong is variable of perceptions, norms, and trusts with the value of the effect size, respectively for 0.098, 0.204, and 0.431. While variable of trust has most influence to the coefficient path of community participation with a value of 0.64.Keywords: Ecotourism, Factors of Participation, Level of Participation, Partial Least Square (PLS).