Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Dosis dan Waktu Aplikasi Mulsa Organik Chromolaena odorata terhadap Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Sultani Sultani; Hasanuddin Hasanuddin; Siti Hafsah
Jurnal Agrista Vol 22, No 2 (2018): Volume 22 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati hasil tanaman kedelai akibat pemberian mulsa Chromolaena odorata dengan dosis dan waktu aplikasi yang tepat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3 dengan dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu dosis mulsa Chromolaena odorata dan waktu aplikasi. Faktor dosis mulsa terdiri dari 4 taraf yaitu ; 0, 6, 12 dan 18 ton ha-1 sedangkan faktor waktu aplikasi terdiri dari  3 taraf yaitu ; saat tanam, 1 minggu dan 2 minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis dan waktu aplikasi mulsa Chromolaena odorata tidak berpengaruh terhadap komponen hasil. Tidak terdapat interaksi antara dosis dan waktu aplikasi mulsa terhadap hasil tanaman kedelai. Effect of Dose and Time of Application of Organic Mulch of Chromolaena odorata on Soybean Crops Results (Glycine max L.)This reseach aims to observe the results of soybean crops due to the giving of Chromolaena odorata mulch with the appropriate dose and time of application. The reseach used a factorial randomized complete block design 4 x 3 with 3 replications. Factors studied were dose Chromolaena odorata mulch  and application time. Factor of mulching dose consist of 4 level that is; 0, 6, 12 and 18 ton ha1 while the time factor application consists of 3 levels namely; first time of planting, a week and two weeks after planted. The results showed that the dose and time of Chromolaena odorata mulch application did not affect the yield component. There was no interaction between dose and time of mulch application on soybean crop yield. 
PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN BEBERAPA ISOLAT RIZOBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Khaira Rizka; Hasanuddin Hasanuddin; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Agrista Vol 26, No 1 (2022): Volume 26 Nomor 1 April 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh agens PGPR yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kakao dengan menggunakan rizobakteri. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2020 sampai Februari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga dengan demikian terdapat 30 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah daya hambat, laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan relatif, pertumbuhan vegetatif bibit kakao meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.Hasil penelitian yang di dapatkan secara in vitro ialah terdapat pengaruh sangat nyata terhadap daya hambat dan laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen P. palmivora dengan daya hambat terbaik dijumpai oleh isolat rizobakteri TRI 3/3 dengan nilai penghambatan 47.67% yang digolongkan kedalam aktivitas rendah(+= 50% DH), dan isolat rizobakteri terbaik dalam laju penghambatan koloni patogen dijumpai oleh isolat GM 3/6 dengan laju penghambatannya 23.37mmhari-1 Kemudian dilihat rizobakteri sebagai PGPR berpotensi sebagai agens pemacu pertumbuhan tanaman yang terbaik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kakao dalam peubah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah dijumpai oleh isolat rizobakteri TRI 6/6, lalu indek vigor, keserempakan tumbuh dijumpai oleh isolat TRI 8/4, sementaraisolat GM 5/6 merupakan isolate terbaik dalam peubah kecepatan tumbuh serta isolat GM 8/1 merupakan isolat terbaik dalam peubah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan relatif. Kemampuan rizobakteri dalam memproduksi IAA terbaik adalah GM 8/1, dan semua isolat rizobakteri yang diuji mampu melarutkan fosfat (P). Pertumbuhan vegetatif tanaman kakao pada umur 35 HSTdapat dilihat dari hasil penelitian ialah bahwa tinggi bibit kakao, diameter batang dan jumlah daun yang diberikam perlakuan rizobakteri pada benih berpengaruh yang sangat berbeda nyata dibandingan pada tanaman yang tidak diberikan perlakuan rizobakteri pada benih (kontrol). Hal ini dikarenakan salah satu fungsi IAA sebagai agen PGPR dalam memacu pertumbuhan tanaman kakao. Seed Treatment Using Various Rhizobacterial Isolates On The Growth of Cocoa Seeds (Theobroma cacao L.) This study aims to obtain PGPR agents that can increase the growth of cocoa seedlings by using rhizobacteria. This research was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. This research was conducted from September 2020 to February 2021. This study used a completely randomized design with a non-factorial pattern consisting of 10 treatments and each treatment was repeated 3 times, so there were 30 experimental units. Parameters observed were inhibition, rate of inhibition of pathogenic colony growth, maximum growth potential, germination, vigor index, simultaneous growth, relative growth rate, time required to reach 50% relative germination, vegetative growth of cocoa seedlings including plant height, number of leaves and stem diameter. The results obtained in vitro are that there is a very significant effect on the inhibition and rate of inhibition of the growth of the pathogenic colony of P. palmivora with the best inhibition found by the rhizobacteria isolate TRI 3/3 with an inhibition value of 47.67% which is classified into activity low (+= 50% DH), and the best isolate of rhizobacteria in the rate of inhibition of pathogenic colonies was found by isolate GM 3/6 with an inhibition rate of 23.37mmday-1. Cocoa seed vigor in growth potential variables Maximum germination was found by TRI 6/6 rhizobacteria isolates, then vigor index, simultaneous growth was found by TRI 8/4 isolates, while GM 5/6 isolates were the best isolates in growth velocity variables and GM 8/1 isolates were the best isolates in this variable. time required to achieve 50% relative germination. The best ability of rhizobacteria to produce IAA was GM 8/1, and all tested rhizobacteria isolates were able to dissolve phosphate (P). Vegetative growth of cacao plants at 35 DAP can be seen from the results of the study that the height of cacao seedlings, stem diameter and number of leaves treated with rhizobacteria on seeds were significantly different compared to plants that were not treated with rhizobacteria on seeds (control). This is because one of the functions of IAA is as a PGPR agent in spurring the growth of cocoa plants.
ALAT PENGENDALI GULMA PADA TANAMAN PANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENGGERAK MEKANIK PORTABEL UNTUK PETANI DESA LIEUE KECAMATAN DARUSALAM ACEH BESAR Jurnal Pepadu; Hasanuddin Hasanuddin; Zahrul Fuadi; Muhammad Rusdi; Dewi S Aryani
Jurnal Pepadu Vol 2 No 2 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i2.2177

Abstract

ABSTRAKMasyarakat di Desa Lieue Kecamatan Darussalam Aceh Besar sampai saat ini masih menggunakanmetode pengendalian gulma secara handweeding untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi dankedelai. Metode ini memerlukan waktu yang lama, tenaga kerja yang banyak serta kurang efektif danefisien. Untuk mengatasi hal itu, kepada masyarakat mitra ditawarkan solusi metode pengendaliangulma secara mekanis. Alat ini berupa sebuah roda terbuat dari rangka besi yang dilengkapi dengangarpu pengendali gulma. Pada saat berputar, garpu akan menarik gulma sehingga tercabut dari akarnya.Mekanisme pengendalian dilengkapi dengan roda pemandu dan alat pengarah sehingga memudahkanproses pengendalian. Adanya alat pengendali gulma dengan menggunakan penggerak mekanik portabelini, proses pengendalian diharapkan bisa lebih efektif dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil padidan kedelai. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa tim pengabdi telah berhasil membuat alatpengendali gulma pada tanaman pangan dengan menggunakan penggerak mekanik portabel. Hasilpengabdian lainnya adalah alat pengendali gulma dapat digunakan dengan baik dan para petani sudahterlatih dan dapat menggunakan dengan benar. Hasil pengamatan juga memperlihatkan bahwa denganadanya alat tersebut, persentase penutupan gulma semakin rendah.