Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Effect of the Implementation of the Postpartum Care Laboratory Skill Integrated Learning Model on Improving the Competence Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3911

Abstract

The conventional laboratory learning model has proven to be inadequate in improving competencies. Therefore, there is a need to develop a learning model that integrates the knowledge gained with the skills and attitudes required when providing care, namely an integrated laboratory skills learning model. The purpose of this study was to analyze the effect of the implementation of an integrated postpartum care laboratory skill learning model on improving the competencies of Diploma-3 midwifery students. This study adopted a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design with 79 students divided into two groups: the intervention group consisting of 39 students from STIKes Indramayu and the control group consisting of 40 students from Poltekkes BPH Cirebon. The intervention group was given the integrated learning model, while the control group was given the conventional learning model. Data analysis was conducted using t-tests, Mann-Whitney tests, and chi-square tests with a significance level of p<0.05. The results showed that the pretest competencies of the intervention group were 33 (84.6%) who were not competent, while in the control group, 35 (87.5%) were not competent. There was an increase in competencies in the intervention group by 49% (0-887) and in the control group by 19.4% (0-50.9). Further analysis indicated a significant difference in competency improvement between the group given the integrated laboratory skills learning model and the group given the conventional laboratory skills learning model (p<0.05). The conventional laboratory skills learning model was a risk factor causing students to be incompetent with a relative risk of 1.64 (95% CI 1.15-2.35) and NNT 3.2. The Integrated model of laboratory skills has a positive impact on students’ skill elevation.
PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL IBU BERSALIN, DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH BANDA ACEH dewi elvida widiati; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan suami pada saat persalinan masih jarang dilakukan oleh suami. Pendampingan suami dan keluarga  sangat diperlukan karena dapat memperlancarproses persalinan. Hasil pengambilan data awal pendampingan suami masih kurang banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubunganPendampingan Suami terhadap  Perubahan Tanda-Tanda Vital ibu bersalin, Skala Nyeri dan Denyut Jantung Janin (DJJ) di  Ruang Bersalin Rumah Sakit Pemerintah Banda Aceh. Jenis penelitian Deskriptif korelatif, dengan desain cross sectional study.Jumlah populasi 251 orang ibu bersalin dari bulan Januari- Februari 2016.Tehnik pengambilan  sampel yaitu metode Consecutive dan didapatkan sampel 40 ibu bersalin yang di dampingi oleh suami. Tehnik pengumpulan data menggunakan yaitu lembar observasi.Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada tanggal 11- 23 juli 2016 di Rumah Sakit Kota Banda Aceh.Medote analisis data menggunakan uji statistik Chi-Squere dianalisis menggunakan perangkat komputer.Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan dengan tekanan darah (p-value 0,028).Ada hubungan dengan nadi (p-value 0,032).Ada hubungan dengan respirasi (p-value 0,025). Ada hubungan dengan suhu/temperature  (p-value 0,009). Ada hubungan dengan skala nyeri (p-value 0,014). Tidak ada hubungan dengan denyut jantung janin (DJJ)  (p-value 0,256). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pendampingan suami dengan tanda-tanda vital ibu bersalin, skala nyeri, dan tidak ada hubungan pada denyut jantung janin. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar menyarankan pada pihak keluarga agar suami mendampingi ibu yang akan bersalin. 
HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN INVOLUSI UTERI DAN PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU POST PARTUM NORMAL verra zeverina; halimatussakdiah halimatussakdiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilisasi dini merupakan aktivitas gerakan   segera pada masa post partum. Jika mobilisasi dini tidak dilakukan maka dapat menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan perdarahan dan terganggunya kontraksi uterus yakni sekitar 50-60%. Tahapan mobilisasi dini dimulai dari miring kanan miring kiri hingga mampu berjalan ke kamar mandi kurang dari 6 jam pasca persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan involusi uteri dan pengeluaran lochea pada ibu post partum normal di ruang kebidanan Rumah Sakit Pemerintah Aceh Jenis penelitian ini descriptive korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini  adalah ibu post partum normal yang berada di ruang kebidanan Rumah Sakit Pemerintah Aceh, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 55 responden, alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan wawancara terpimpin dan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan mobilisasi dengan involusi uteri pada ibu post partum normal dengan nilai  p-value 0,011, tidak  terdapat hubungan mobilisasi dini dengan pengeluaran lochea pada ibu post partum normal di ruang kebidanan Rumah Sakit Pemerintah Aceh dengan   nilai p-value 1,000. Disarankan agar perawat disarana pelayanan dapat  meningkatkan komunikasi terapeutik dalam memberikan promosi dan  edukasi dengan demonstrasi cara melakukan mobilisasi dini kepada ibu post partum normal.
TINDAKAN KEPERAWATAN POST PARTUM NORMAL DAN ADAPTASI FISIOLOGI PADA IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT ACEH rusniati rusniati; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa post partum merupakan masa pemulihan, diperlukan asuhan pada masa nifas agar ibu dapat melakukan adaptasi fisiologi pada masa nifas. Asuhan masa nifas dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ibu beradaptasi secara fisiologi terhadap masa nifas dan menyusui. Rumah Sakit Aceh pada Januari-Desember 2015 terdapat sebanyak 499 orang ibu post partum, sedangkan pada bulan Januari-Februari 2017 diperoleh jumlah ibu post partum yang mendapatkan asuhan keperawatan sebanyak 262 orang, dimana sebanyak 204 orang (78%) ibu mengalami penurunan TFU normal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan tindakan keperawatan post partum normal dengan adaptasi fisiologi pada ibu post partum di Rumah Sakit Aceh. Metodelogi Penelitian deskriptif koleratif, pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum normal yang dirawat di Ruang Seurune 3 Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling berjumlah 44 orang.Data di analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa adahubungan tindakan keperawatan post partum normal dengan adaptasi fisiologi pada ibu post partum (p=0,030). Saran di harapkan kepada pihak petugas, agar dapat menjalankan asuhan keperawatan pada ibu post partum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga proses adaptasi fisiologi ibu berjalan normal.
Kajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga dengan Metode Diff CountKajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga Dengan Metode Diff Count Asri Jumadewi; Irwana Wahab; Nazir Nazir; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14205

Abstract

The number of lymphocyte cells is one indicator of the body's immunity. Vaccination is carried out to increase immunity against COVID-19 disease. Injecting the third dose of the COVID-19 vaccine is expected to increase the lymphocyte cell count. This study aims to investigate the increase in the number of lymphocytes after the third stage of COVID-19 vaccination in adolescents. The research design applied in this study was cross-sectional. This study involved a sample of 80 adolescents, based on inclusion criteria, with a sampling technique that was purposive sampling. This research was conducted at the Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Aceh, in September 2022. The blood samples obtained were then processed and analyzed using descriptive statistical methods. The results showed that there was an increase in the number of lymphocytes by 46.25%, the number of normal lymphocytes was 40%, and the number of lymphocytes decreased by 13.75% with an average value of 36.89% and a standard deviation of 12.68. It was concluded that the number of lymphocyte cells increased in respondents due to the third phase of the COVID-19 vaccine. This increase is expected to provide herd immunity against the spread of COVID-19 which has hit since 2019.Keywords: COVID-19; vaccination; lymphocyte count; diffcount; herd immunity ABSTRAK Jumlah sel limfosit merupakan salah satu indikator imunitas tubuh. Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan imunitas terhadap penyakit COVID-19. Penyuntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga diperkirakan dapat meningkatkan limfosit cell count. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peningkatan jumlah limfosit setelah vaksinasi COVID-19 tahap ketiga pada usia remaja. Desain penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan sampel dari 80 remaja, berdasarkan kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknologi Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Aceh, pada pada bulan September tahun 2022. Sampel darah yang didapatkan selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah limfosit sebanyak 46,25%, jumlah limfosit normal sebanyak 40%, dan jumlah limfosit menurun sebanyak 13,75% dengan nilai rata-rata sebesar 36,89% dan deviasi standar 12,68. Disimpulkan bahwa jumlah sel limfosit meningkat pada responden akibat pemberian vaksin COVID-19 tahap ketiga. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi herd immunity terhadap penyebaran COVID-19 yang telah melanda semenjak tahun 2019 lalu.Kata kunci: COVID-19; vaksinasi; jumlah limfosit; diff count; herd immunity
Analisis senyawa kimia dan uji antihiperglikemia daun petai cina (Leucaena leucocephala) dari kawasan geotermal Ie Seum Aceh Besar Noni Zakiah; Munira Munira; Berwi Fazri Pamudi; Muhammad Nasir; Frengki Frengki; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3A (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3A.1848

Abstract

Background: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Objectives: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Methods: This experimental research used a Completely Randomized Design (CRD) with 11 treatments: Na CMC, glibenclamide, and ethanol, ethyl acetate, and N hexane extracts of petai cina leaves at doses of 200 mg/kg BW, 400 mg/kg BW, and 600 mg/kg BW each. Each treatment was repeated five times.Results: Phytochemical screening showed that petai cina leaf extract contains phenolics, flavonoids, steroids, and saponins. GC-MS tests identified antidiabetic compounds such as phytol, squalene, and octacosanol. The antihyperglycemic test showed a significant decrease in blood sugar levels in rats after administration of petai cina leaf extract (P = 0,00). The decrease in blood sugar levels increased over time after the extract was given.Conclusion: Chinese petai leaf extract sourced from the Ie Seum Aceh Besar geothermal area exhibits an antihyperglycemic effect on male rats. KeywordsAntihyperglycemic, Leucaena leucocephala, geothermal, Diabetes, Traditional medicine