Kemiskinan menjadi salah satu masalah fundamental di suatu wilayah. Kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat tetapi juga menjadi tanggungjawab pemerintah daerah terkhusus bagi pemerintah ditingkat kecamatan. Kemiskinan tidak berdiri sendiri atau muncul begitu saja tetapi kemiskinan tentu saja disebabkan berbagai faktor. Dua dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi kemiskinan adalah tingkat pendidikan dan pengangguran. Tingkat pendidikan dan pengangguran di diagnose memiliki pengaruh terhadap kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pengangguran terhadap jumlah penduduk miskin Kabupaten Bogor tahun 2015 di Parung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor dan sumber lainnya sebagai pendukung. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor Tahun 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat pendidikan dan pengangguran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Tingkat pendidikan hanya berpengaruh sebesar 18,4 % terhadap jumlah penduduk miskin Kabupaten Bogor tahun 2015. Sementara itu, Pengangguran hanya berpengaruh sebesar 14,5 % terhadap jumlah penduduk miskin Kabupaten Bogor tahun 2015. Hasil analisis secara simultan atas variabel tingkat pendidikan dan penggangguran hanya memberikan pengaruh sebesar 42,3 % terhadap jumlah penduduk miskin Kabupaten Bogor di Parung. Sehingga penelitian ini menyimpulkan terdapat faktor-faktor lain yang menjadi penyebab jumlah penduduk miskin Kabupaten Bogor di Parung sepanjang tahun 2015.