Bakhtiar Bakhtiar
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kumulasi Pidana Penjara dan Denda dalam Perkara Narkotika Bakhtiar Bakhtiar
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 21, No 1 (2019): Vol. 21, No. 1 (April 2019)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kanun.v21i1.11319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab efektivitas kumulasi pidana penjara dan denda dalam perkara narkotika di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sigli. Tindak pidana narkotika yang sering terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sigli adalah tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 111-116 Undang-Undang Narkotika. Pidana yang dijatuhkan dalam perkara-perkara tersebut adalah kumulasi pidana penjara dan denda. Dengan menggunakan metode yuridis empiris, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumulasi pidana penjara dan denda dalam Undang-Undang Narkotika tidak berjalan efektif di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sigli. Indikator tidak efektif karena tidak ada satu pun narapidana narkotika yang mampu dan bersedia membayar denda akibat begitu besarnya nominal denda. Penelitian ini merekomendasikan ketentuan pidana denda minimum dan maksimum dalam Undang-Undang Narkotika harus direvisi dengan ketentuan-ketentuan pidana denda yang lebih efektif dan aplikatif. Accumulation of Imprisonments and Fines in Narcotics This study aims to answer the effectiveness of accumulation of imprisonments and fines in narcotics cases in Sigli District Court jurisdiction. Narcotics crimes that often occur in the jurisdiction are criminal acts as stipulated in Article 111-116 of the Law on Narcotics. The crimes imposed in these cases are cumulative imprisonments and fines. This study uses juridical empirical method; research results indicate that the cumulative imprisonment and fines that stipulated in the Law do not work effectively in Sigli District Court jurisdiction. The indicator of ineffectiveness is because there is not one narcotics prisoners who is able and willing to pay a fine due to the large amount of it. This study recommends the provision of criminal minimum and maximum penalties in the Narcotics Law must be revised with criminal provisions that are more effective and applicable.