Rian Andriansyah
Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik dan Desain, Institut Teknologi Sains Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Genesa Endapan Besi di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, Kalimantan Barat Rian Andriansyah
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 2 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i2.51

Abstract

Besi merupakan unsur yang cukup melimpah di kerak bumi, dari 300 mineral yang pada dasarnya mengandung besi hanya 6 mineral yang dapat terkumulasi dan memiliki nilai ekonomis (bijih besi), yaitu magnetit, hematit, gutit, siderit, pirit, pirotit, dan chamosit. Bahan baku besi dibutuhkan baik oleh pasar dalam negeri maupun luar negeri, sehingga kegiatan pencarian endapan besi terus dilakukan. Kegiatan eksplorasi endapan besi akan lebih efisien bila penentuan model genesa endapan besi dapat lebih awal diketahui. Daerah Kendawangan di Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah prospek endapan besi yang menarik untuk menjadi objek penelitian. Metode penelitian yang diterapkan untuk mengetahui genesa pembentukan endapan besi ini yaitu melalui proses pemetaan geologi dan analisis petrografi dan mineragrafi tanpa melakukan survei geofisika. Bijih besi masif hematit dan magnetit di daerah Bajal, Air Jamai, Bukit Kedijo terbentuk oleh proses hidrotermal. Diperkirakan pengendapan bijih besi hematit dan magnetit pada batuan samping mikrogranit terjadi secara epigenetik pada fase mesotermal dan epitermal yang ditandai adanya mineral serisit dan mineral lempung sebagai mineral ubahan pada batuan induk. Selain bijih besi masif, terdapat juga endapan koluvium besi limonit dengan ketebalan kurang lebih 3m. Kualitas bijih besi masif daeraf penelitian memiliki kadar rata-rata Fe total sekira 60% sedangkan bijih besi butiran memiliki kadar rata-rata Fe total sekira 30%.