Dienda Rieski Pramita
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain Kapal Feeder Tol Laut Trayek T-5 Abdy Kurniawan; Dienda Rieski Pramita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i5.298

Abstract

Perbandingan PDB antara Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat Indonesia, yaitu 18,6% berbanding 81,4% menunjukkan pemerataan ekonomi yang masih timpang antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang berdampak pada disparitas harga yang tinggi. Melalui program Tol Laut, pemerintah berupaya meningkatkan konektivitas antara KBI dan KTI sekaligus mengurangi disparitas harga melalui angkutan laut yang terjadwal dan bersubsidi. Trayek T-5 dengan Ternate sebagai salah satu pelabuhan singgahnya diharapkan menjadi sub-distributor lanjutan untuk daerah hinterlandnya yang berupa wilayah kepulauan yang ditunjang dengan kapal feeder. Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan desain kapal feeder yang optimal sesuai dengan karakteristik beberapa pelabuhan singgah yang dilakukan dengan beberapa metode seperti analisa operasi dan pra rancangan menggunakan metode kapal pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal feeder yang optimal memiliki payload 729 ton kecepatan dinas 8 knot dengan frekuensi pelayaran 32 voyage per tahun.
Persepsi Penumpang Kapal Cruise Terhadap Pelayanan Terminal Penumpang Pelabuhan Benoa Dienda Rieski Pramita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i5.896

Abstract

Selain masuk melalui Bandara Ngurah Rai, wisatawan mulai menggemari berlibur dengan menggunakan kapalcruise. Sebesar 53%Cruise Trip di Indonesia berlabuh di Pelabuhan Benoa. Tingginya arus kunjungan wisatawan kapalcruise di Pelabuhan Benoa tentunya memerlukan persiapan baik dari segi sarana maupun prasarana. Kajian ini dimaksudkan untuk mengetahui persepsi penumpang kapal cruise terhadap pelayanan terminal penumpang sebagai langkah awal untuk memperbaiki layanan kepelabuhanan secara umum di Pelabuhan Benoa. Berdasarkan hasil analisisgap, diketahui kesenjangan tertinggi dengan nilai 0,2 ada pada variabel ke-1, ketersediaan dermaga untuk sandar kapal. Sementara nilai gap terkecil adalah variabel ke-7, yaitu kemudahan informasi yang dapat responden peroleh mengenai lokasi ruang tunggu, loket, tempat ibadah, toilet dan fasilitas umum lainnya dengan nilai gap sebesar 0,03. Kesenjangan yang bernilai kecil tersebut mengindikasikan bahwa responden cenderung merasa puas dengan pelayanan di terminal penumpang Pelabuhan Benoa. Kata kunci : Kapal Cruise, terminal penumpang, Pelabuhan Benoa
Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Penilaian Tingkat Kenyamanan Terminal Penumpang Di Pelabuhan Manado Dienda Rieski Pramita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i11.946

Abstract

Untuk menjadi kompetitif di pasar global, pelabuhan sebagai salah satu layanan produk, perlumemperhatikan kualitas layanan kepada pelanggan. Salah satu cara untuk menentukan tingkatlayanan adalah dengan mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan penumpang denganberbagai karakteristik. Dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk mengetahui pengaruh genderterhadap tingkat kenyamanan di terminal penumpang Pelabuhan Manado. Metodologi yangdigunakan adalah Kai Kuadrat (chi square) untuk menguji pengaruh gender terhadap aspek penilaiantingkat kenyamanan di Pelabuhan Manado. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian kualitastingkat layanan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin. Apapun jenis kelaminnya hasilnya adalahbahwa kenyamanan terminal penumpang di Pelabuhan Manado dinilai tidak nyaman.
Pelayanan Fasilitas Pelabuhan Penumpang Speedboat Malinau Kota Kalimantan Utara Dienda Rieski Pramita
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v18i2.1389

Abstract

Ketersediaan sumber daya alam berupa sungai di Kabupaten Malinau menjadi peluang pengembangan transportasi sungai di daerah ini. Salah satu keunggulan utama dari pemanfaatan sungai sebagai moda transportasi yaitu tidak perlunya dibangun infrastruktur baru selain dermaga bongkar muat karena tersedia secara alami.Berdasarkan hasil analisis, 56% responden menilai pelayanan Pelabuhan Penumpang Speedboat Malinau Kota sangat buruk. Terdapat kesenjangan antara harapan dan kondisi yang dirasakan responden. GAP paling terbesar yaitu variabel ketersediaan posko kesehatan di pelabuhan asal perjalanan responden. Sedangkan menurut pengamatan, hal yang perlu diperbaiki segera yaitu ponton dan tangga turun/naik ke atas kapal. Kondisi ponton dan pegangan tangan pada tangga yang berkarat dan licin saat hujan dapat membahayakan keselamatan penumpang.