Danny Irawan Yatim
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Parasocial Interaction Among Young Female Devotees of Korean Dramas Bernadeta Meidy Setya Putri; Danny Irawan Yatim
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019)
Publisher : Laboratory of General Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v34i4.2579

Abstract

Korean drama is a media broadcast, which provides interactive parasocial experience to its enthusiasts, who actively seek out and involve themselves in it. The interactive parasocial process is divided into cognitive, affective, and behavioral sub-processes, producing “imagined interaction”. These shows have both positive and negative impacts upon their devotees; however, the way in which the parasocial interaction for the devotees of Korean dramas comes about is not yet well understood. A picture of this parasocial interaction for four young adult female devotees was obtained through interviews and journal entries. The participants used characters in Korean dramas as role models, and as parts of a learning process in their life transitions. They also used them as facilities for having social contacts, lessons about romantic relationships, and future career perspectives. Thematic analysis of this parasocial interaction produced a number of themes, these being the function of Korean dramas in the lives of devotees, “binge watching” as a recurrent parasocial interaction, and imaginings as romantic experiences. This research revealed that the cognitive sub-processes had a large part to play in the progress of parasocial interaction. It is recommended that further research be conducted into the impact of Korean dramas, as media products, upon Indonesian society.
Proses Memaafkan dalam Konteks Agama Islam pada Remaja yang Orang Tuanya Bercerai Ariadne Ayuningtyas Trianggono; Danny Irawan Yatim
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 5 No 2 (2020): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V5I22020.88-111

Abstract

Memaafkan adalah perubahan prososial yang dialami terhadap pelaku, meliputi penurunan motivasi menghindari kontak pribadi dan psikologis, penurunan motivasi membalas dendam, dan peningkatan motivasi kebajikan terhadap pelaku. Empat fase proses memaafkan meliputi; uncovering, decision, work, dan deepening. Remaja tengah (usia 15-18 tahun) berada pada tahap 3 perkembangan memaafkan, yaitu expectational forgiveness. Penelitian bertujuan menggambarkan proses memaafkan dalam konteks Islam pada remaja yang orang tuanya bercerai, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dengan wawancara semi-terstruktur. Partisipan yang diambil adalah tiga remaja usia tengah, laki-laki, orang tuanya bercerai, beragama Islam, dan menyalahkan ayah. Hasil penelitian ini menunjukkan agama Islam berkontribusi terhadap proses memaafkan yang dilakukan partisipan. Kemudian, pengalaman menyakitkan yang perlu dimaafkan remaja berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh ayah sebelum atau setelah perceraian. Dari proses tersebut, ketersediaan memaafkan ketiga remaja menunjukkan tahap 4 perkembangan; lawfully expectational forgiveness. Selanjutnya, proses memaafkan remaja cukup berkaitan dengan kualitas hubungan dengan ayah.