Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas V SD tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual berbasis kearifan lokal dan model pembelajaran konvensional, (2) menguji perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan seting pembelajaran kooperatif GI dengan seting pembelajaran kooperatif STAD, dan (3) menguji pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan seting pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan rancangan posttest only control group design versi faktorial 2×2. Populasinya seluruh siswa kelas V di SD Gugus V yang terdistribusi menjadi 8 kelas. Dengan teknik class random sampling, terpilih kelas Va SD Lab Undiksha dan kelas V SD 1 Baktiseraga yang dikenai model pembelajaran perubahan konseptual berbasis kearifan lokal (MPPK-KL), kelas Vb SD Lab Undiksha dan V SD 1 Banjar Tegal yang dikenai model pembelajaran konvensional (MPK). Data dianalisis secara deksriptif dan statistik dengan menggunakan ANOVA faktorial 2×2. Uji komparasi pasangan nilai-nilai rata-rata menggunakan statistik Least Significant Difference. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan: pertama, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MPPK-KL dan MPK (F = 5,370; p<0,05), kedua, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok seting pembelajaran kooperatif GI dan STAD (F = 7,445; p<0,05), ketiga, dalam pencapaian hasil belajar, model pembelajaran dan seting pembelajaran kooperatif berinteraksi secara positif dan signifikan (F = 4,074 dan p<0,05).