This Author published in this journals
All Journal Lampuhyang
Ida Made Pidada Manuaba
Stkip Agama Hindu Amlapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modernitas dalam Upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih. Ida Made Pidada Manuaba
LAMPUHYANG Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i1.138

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan memahami keberlangsungan modernitas dalam upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, (2) Untuk mengetahui dan memahami implikasinya modernitas terhadap Upacara Bhatara Turun Kabeh.Dalam melakukan kajian terhadap permasalahan yang diteliti dilakukan dengan pendekatan (1) Teori Hegomoni (Antonio Gramsci, 1891-1937) dan (2) Teori Perubahan Sosial. Sumber data diperoleh melalui penelitian lapangan dan prosudur pengumpulan data ditempuh dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan Stadi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh dari analisis teks maupun hasil wawancara disajikan secara deskriptif. Dalam analisis data dilakukan dengan analisis interpretatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa penyebab moderitas dalam upacara Bhatara Turun Kabeh antara lain : (1) Perubahan budaya tradisional yang relatif statis dan konservatif menuju budaya modern yang progresif; (2) Perubahan budaya klasik yang spiritual menuju budaya pasar komersial; (3) Perubahan budaya teknologi klasik yang sederhana menuju teknologi kontemporer yang canggih; (4) Perubahan budaya estetik yang klasik menuju budaya estetis yang modern; (5) Perubahan budaya energi dan makanan masyarakat Bali Hindu yang klasik menuju budaya energi dan makanan modern. Sementara implikasi yang ditimbulkan akibat adanya modernitas dalam upacara Bhatara Turun Kabeh tahun 2011 di Pura Besakih dapat dijelaskan antara lain : (1) Pengikisan nilai ngayah; (2) Terjadi komersialisasi atas nama agama; (3) Terputusnya pola pendidikan upacara bagi generasi muda bali hindu; (4) Terjadinya sekulerisasi dan rasionalisasi ajaran agama hindu; (5) Perilaku menyimpang yang menggoyahkan sendi religiusitas masyarakat Bali Hindu.