Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERKEMBANGAN GONAD IKAN SIDAT (Anguilla marmorata) DI DANAU POSO [Gonads development of eels (Anguilla marmorata) in Lake Poso] Gadis Sri Haryani; Lukman Lukman; Triyanto Triyanto
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v8i1.285

Abstract

The gonads condition of eels (Anguilla marmorata) in Lake Poso was studied. The aim of this research is to identify gonads development of eel in Lake Poso and estuary of Poso River. Based on histological analyses of the gonad, eels collected in the Lake Poso and in the estuary were in the early vitellogenic stage, and the GSI (Gonadosomatic index) value ranged between 0.60 -4.40%. Development stage of female gonads showed four stages: chromatin nucleolar, perinucleolar, cortical alveoli and vitellogenic. The male gonads showed only pre-spermatogenic stage which contains only spermatogonia. Next stages should be reached during down stream migration to the deep sea.
Komunitas makroinvertebrata bentik di perairan Situ Cibuntu, Jawa Barat Aiman Ibrahim; Imroatushshoolikhah Imroatushshoolikhah; Reliana Lumban Toruan; Ira Akhdiana; Lukman Lukman
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.237 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.3.17633

Abstract

Situ Cibuntu, is one of urban ponds located in Bogor Regency, West Java. With a maximum surface area of 11 ha and maximum depth of 1,20 m, the pond serves as irrigation for nearby agricultural fields and recreational fishing. Located in relatively high urban pressure, the pond is highly affected by domestic, agricultural and industrial inflow which can influence the biotic community such as benthic macroinvertebrate. We studied benthic invertebrate community structure in Situ Cibuntu from October to November 2018 to determine the role of environmental factors on benthic macroinvertebrates. Samples were collected biweekly from five sampling points using an Ekman sediment grab with three replicates. Our study revealed 16 species of benthic macroinvertebrates belonging to four classes including Gastropoda, Bivalvia, Clitellata, and Insecta. Melanoides tuberculata species was found to have the highest abundance with an average abundance of 858 individuals/m2. Shanon-Wiener Diversity Index shows a relatively low diversity ranged from 0.61 to 1.26, while evenness index ranged from 0.36 to 0,66. Simpson Dominance Index ranged from 0.24 to 0.93.Keywords:DominanceCommunityAbundanceDiversityBenthic MacroinvertebratePond CibuntuABSTRAKSitu Cibuntu merupakan salah satu situ urban (urban pond) yang terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Situ Cibuntu yang memiliki luas permukaan 2,11 ha dengan kedalaman maksimum 1,20 m dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian dan sarana pemancingan ikan. Situ di kawasan perkotaan dapat mengalami tekanan karena pengaruh limbah domestik, pertanian, dan industri yang dapat mempengaruhi komunitas biotik seperti makroinvertebrata bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas makroinvertebrata bentik di perairan Situ Cibuntu. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2018 di lima stasiun pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval waktu dua minggu. Sampel makroinvertebrata bentik diambil dari sedimen pada setiap stasiun dengan menggunakan Ekman grab sebanyak tiga kali ulangan. Secara keseluruhan ditemukan 16 spesies makroinvertebrata bentik yang tergolong ke dalam empat kelas meliputi Gastropoda, Bivalvia, Clitellata, dan Insekta. Spesies Melanoides tuberculata memiliki kelimpahan tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 858 individu/m2. Keanekaragaman makroinvertebrata bentik tergolong rendah hingga sedang dengan nilai indeks Shanon Wiener (H’) berkisar 0,61-1,26. Nilai indeks kemerataan Pielou (E) berkisar 0,36-0,66, sedangkan indeks dominansi Simpson (D) berkisar 0,24-0,93.Katakunci:DominansiKomunitasKelimpahanKeanekaragamanMakroinvertebrata bentikSitu Cibuntu
Komunitas makroinvertebrata bentik di perairan Situ Cibuntu, Jawa Barat Aiman Ibrahim; Imroatushshoolikhah Imroatushshoolikhah; Reliana Lumban Toruan; Ira Akhdiana; Lukman Lukman
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17633

Abstract

Situ Cibuntu, is one of urban ponds located in Bogor Regency, West Java. With a maximum surface area of 11 ha and maximum depth of 1,20 m, the pond serves as irrigation for nearby agricultural fields and recreational fishing. Located in relatively high urban pressure, the pond is highly affected by domestic, agricultural and industrial inflow which can influence the biotic community such as benthic macroinvertebrate. We studied benthic invertebrate community structure in Situ Cibuntu from October to November 2018 to determine the role of environmental factors on benthic macroinvertebrates. Samples were collected biweekly from five sampling points using an Ekman sediment grab with three replicates. Our study revealed 16 species of benthic macroinvertebrates belonging to four classes including Gastropoda, Bivalvia, Clitellata, and Insecta. Melanoides tuberculata species was found to have the highest abundance with an average abundance of 858 individuals/m2. Shanon-Wiener Diversity Index shows a relatively low diversity ranged from 0.61 to 1.26, while evenness index ranged from 0.36 to 0,66. Simpson Dominance Index ranged from 0.24 to 0.93.Keywords:DominanceCommunityAbundanceDiversityBenthic MacroinvertebratePond CibuntuABSTRAKSitu Cibuntu merupakan salah satu situ urban (urban pond) yang terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Situ Cibuntu yang memiliki luas permukaan 2,11 ha dengan kedalaman maksimum 1,20 m dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian dan sarana pemancingan ikan. Situ di kawasan perkotaan dapat mengalami tekanan karena pengaruh limbah domestik, pertanian, dan industri yang dapat mempengaruhi komunitas biotik seperti makroinvertebrata bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas makroinvertebrata bentik di perairan Situ Cibuntu. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2018 di lima stasiun pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval waktu dua minggu. Sampel makroinvertebrata bentik diambil dari sedimen pada setiap stasiun dengan menggunakan Ekman grab sebanyak tiga kali ulangan. Secara keseluruhan ditemukan 16 spesies makroinvertebrata bentik yang tergolong ke dalam empat kelas meliputi Gastropoda, Bivalvia, Clitellata, dan Insekta. Spesies Melanoides tuberculata memiliki kelimpahan tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 858 individu/m2. Keanekaragaman makroinvertebrata bentik tergolong rendah hingga sedang dengan nilai indeks Shanon Wiener (H’) berkisar 0,61-1,26. Nilai indeks kemerataan Pielou (E) berkisar 0,36-0,66, sedangkan indeks dominansi Simpson (D) berkisar 0,24-0,93.Katakunci:DominansiKomunitasKelimpahanKeanekaragamanMakroinvertebrata bentikSitu Cibuntu
Komunitas makroinvertebrata bentik di perairan Situ Cibuntu, Jawa Barat Aiman Ibrahim; Imroatushshoolikhah Imroatushshoolikhah; Reliana Lumban Toruan; Ira Akhdiana; Lukman Lukman
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17633

Abstract

Situ Cibuntu, is one of urban ponds located in Bogor Regency, West Java. With a maximum surface area of 11 ha and maximum depth of 1,20 m, the pond serves as irrigation for nearby agricultural fields and recreational fishing. Located in relatively high urban pressure, the pond is highly affected by domestic, agricultural and industrial inflow which can influence the biotic community such as benthic macroinvertebrate. We studied benthic invertebrate community structure in Situ Cibuntu from October to November 2018 to determine the role of environmental factors on benthic macroinvertebrates. Samples were collected biweekly from five sampling points using an Ekman sediment grab with three replicates. Our study revealed 16 species of benthic macroinvertebrates belonging to four classes including Gastropoda, Bivalvia, Clitellata, and Insecta. Melanoides tuberculata species was found to have the highest abundance with an average abundance of 858 individuals/m2. Shanon-Wiener Diversity Index shows a relatively low diversity ranged from 0.61 to 1.26, while evenness index ranged from 0.36 to 0,66. Simpson Dominance Index ranged from 0.24 to 0.93.Keywords:DominanceCommunityAbundanceDiversityBenthic MacroinvertebratePond CibuntuABSTRAKSitu Cibuntu merupakan salah satu situ urban (urban pond) yang terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Situ Cibuntu yang memiliki luas permukaan 2,11 ha dengan kedalaman maksimum 1,20 m dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian dan sarana pemancingan ikan. Situ di kawasan perkotaan dapat mengalami tekanan karena pengaruh limbah domestik, pertanian, dan industri yang dapat mempengaruhi komunitas biotik seperti makroinvertebrata bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas makroinvertebrata bentik di perairan Situ Cibuntu. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2018 di lima stasiun pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval waktu dua minggu. Sampel makroinvertebrata bentik diambil dari sedimen pada setiap stasiun dengan menggunakan Ekman grab sebanyak tiga kali ulangan. Secara keseluruhan ditemukan 16 spesies makroinvertebrata bentik yang tergolong ke dalam empat kelas meliputi Gastropoda, Bivalvia, Clitellata, dan Insekta. Spesies Melanoides tuberculata memiliki kelimpahan tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 858 individu/m2. Keanekaragaman makroinvertebrata bentik tergolong rendah hingga sedang dengan nilai indeks Shanon Wiener (H’) berkisar 0,61-1,26. Nilai indeks kemerataan Pielou (E) berkisar 0,36-0,66, sedangkan indeks dominansi Simpson (D) berkisar 0,24-0,93.Katakunci:DominansiKomunitasKelimpahanKeanekaragamanMakroinvertebrata bentikSitu Cibuntu