Ni Kadek Ayu Paramanandani
Stkip Agama Hindu Amlapura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ajaran Kepemimpinan dalam Tkes Aji Janantaka Ni Kadek Ayu Paramanandani
LAMPUHYANG Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i2.198

Abstract

Teks Aji Janantaka merupakan karya sastr lama yang sarat akan ajaran keagamaan salah satunya adalah ajaran kepemimpinan yang dapat digunakan sebagai pedoman dan dasar dalam berbuat dan bertingkah laku oleh semua umat Hindu terlebih sebagai seorang pemimpin sehingga dapat membimbing dan menuntun masyarakat zaman sekarang kearah kehidupan yang lebih baik, namun pada kenyataannya kebanyakan pemimpin yang terlahir pada kehidupan modern sekarang ini berprilaku yang melenceng dari ajaran-ajaran kepemimpinan yang terdapat dalam kesusastraan Hindu. Disamping itu belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan Teks Aji Janantaka apalagi memahami ajaran kepemimpinan yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan penjelasan di atas maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut : (1) Bagaimanakah hakekat kepemimpinan yang terkandung dalam Teks Aji Janantaka ?, (2) Bagaimanakah sifat-sifat kepemimpinan dalam Teks Aji Janantaka ?. Untuk memperoleh ajaran kepemimpinan dalam Teks Aji Janantaka dengan jenis data kualitatif, digunakan metode penelitian sastra dengan sumber data utamanya adalah Teks Aji Janantaka itu sendiri. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode pencatatan dokumen dilanjutkan dengan pengolahan datanya menggunakan metode deskriptif dengan teknik argumentasi. Setelah data selesai diolah maka didapatkan hasil sebagai berikut : (1) hakekat kepemimpinan dalam Teks Aji Janantaka meliputi : a) Rasa tanggung jawab, b) Pengorbanan, c) mMenjadi pelopor, d) Pelayanan. (2) sifat-sifat kepemimpinan dalam Teks Aji Janantaka meliputi : a) Sifat Dewa Indra, b) Sifat Dewa waruna, c) Kaparahitaning Praja, d) Jnana Wisesa Sudha, e) Wibhawa, f) Sopan Santun dalam berkomunikasi, g) Cakap dalam pemerintahan, h) Jujur, i) Berani mengambil resiko dan tidak basa-basi.
Ajaran Susila Dalam "Pikiran dan Realita" Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya Oleh Ajahn Brahm Ni Kadek Ayu Paramanandani
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ajaran susila yang terdapat dalam pikiran dan realita serta untuk mengkaji kaitan ajaran susila yang terdapat dalam pikiran dan realita yang terdapat pada buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya dalam kehidupan sehari-hari. Buku yang dijasikan sebagai obyek penelitian adalah buku filsafat karya seorang Biksu sekaligus penceramah bernama Ajahn Brahm, yang terdiri dari XI BAB dengan 108 kisah yang berbeda, tetapi peneliti hanya memfokuskan penelitian pada BAB VIII yang berjudul Pikiran dan Realita yang terdiri dari delapan cerita. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan pencatatan dokumen kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat ajaran susila dalam buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya khususnya pada BAB Realita dan Pikiran, yaitu Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, dan Tri Kaya Parisudha. Selain itu, ajaran susila yang dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari adalah adanya pengajaran kebijaksanaan dalam mengendalikan diri berikut dengan mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbiatan.
Religiusitas dan Representasi Entitas Gaib dalam Cerpen Kantor Tenget: Kajian Sosiologi Sastra atas Kosmologi Hindu Bali dalam Konteks Modern Ni Kadek Ayu Paramanandani
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v10i1.13351

Abstract

Online media play a significant role in shaping public understanding through the framing of issues and public figures. This study addresses the limited attention to how media framing constructs legitimacy and public image in Indonesian digital journalism by analyzing the coverage of Kompas.com on Purbaya Yudhi Sadewa using Robert N. Entman’s framing model. The research employs a qualitative approach with framing analysis of ten news articles published in October 2025. Data were collected through documentation and analyzed based on four elements: define problems, diagnose causes, make moral judgments, and treatment recommendations. The findings indicate that Kompas.com constructs Purbaya’s image dynamically through patterns of legitimacy, criticism, conflict neutralization, and positioning as a problem-solving actor. He is portrayed as a professional and rational figure, while also receiving critical framing related to authority and communication style. The framing tends to maintain balance by providing space for clarification and multiple perspectives. These results demonstrate that media framing functions not only as a mechanism of selection and emphasis but also as a process of negotiating public legitimacy in digital journalism. The study contributes to the development of Entman’s framing model by highlighting its contextual application in Indonesian online media.