Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMP Se-Kabupaten Ngawi Arifian Dimas
Jurnal Pendidikan Modern Vol 7 No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v7i2.434

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak secara signifikan pada kegiatan pembelajaran guru dan peserta didik disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran IPA berbasis pendekatan saintifik pada masa pandemi COVID-19 di SMP Se-Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP se-Kabupaten Ngawi. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah siswa dari 5 sekolah diantaranya siswa SMP Negeri 3 Ngawi ,SMP Negeri 2 Ngawi, SMP Negeri 5 Ngawi, SMP Negeri 1 Kedunggalar, SMP Negeri 1 Karangjati, SMP Negeri 2 Paron. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah lembar observasi pembelajaran, lembar wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penerapan pembelajaran berbasis saintifik tidak terlaksana dengan maksimal dimasa pandemi COVID-19.
Kesulitan Guru SMP Dalam Mengimplementasikan Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Problem Based Learning Miftakul Janah; Arifian Dimas
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.228 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i3.295

Abstract

Abad 21 menuntut siswa untuk mandiri dalam memecahkan masalah yang didukung dengan adanya kurikulum 2013. Penggunaan model pembelajaran disekolah yang membentuk karakter siswa untuk mandiri dalam memecahkan sebuah masalah. Tujuan dari penelitian yaitu menemukan sebuah kendala guru saat mengimplementasikan model pembelajaran DL (Discovery Learning) dan PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, memakai sampel 2 guru mata pelajaran IPA, kelas VIII sejumlah 20 siswa dan kelas IX sejumlah 10 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan penilaian guru berdasarkan keterlaksanaan sintaks model pembelajaran DL dan PBL, wawancara, dan angket siswa. Pengamatan dari penelitian telah ditemukan bahwa guru sudah mengimplementasikan model pembelajaran problem based learning serta discovery learning namun masih terdapat kesulitan yang dialami guru dalam menjelaskan saat pengolahan data, pengawasan dan pengelolaan dalam kelas, serta membimbing siswa menarik kesimpulan permasalahan
Analisis Buku Ajar IPA SMP pada Materi Hukum Newton Ditinjau dari Aspek Higher Order Thinking Skills (HOTS) Nimas Arma Nissa; Arifian Dimas
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v2i1.527

Abstract

Guru membutuhkan media untuk memperjelas penyajian isi, mengatasi kendala ruang, menarik perhatian dan mendorong siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Buku ajar merupakan alat dan media pembelajaran yang penting yang dapat membantu siswa mencapai tujuan belajarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis 2 buku ajar IPA SMP pada materi Hukum Newton dari aspek High Order Thinking Skill (HOTS) buku IPA untuk siswa SMP dan MTs kelas VIII Semester 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 oleh Pusat Kurikulum dan Buku Balitbang Kemendikbud sebagai buku ajar 1 dan buku IPA untuk siswa SMP dan MTs kelas VIII Semester 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 oleh Penerbit Erlangga sebagai buku ajar 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan metode kualitatif berdasarkan ciri-ciri HOTS dalam buku ajar dan teknik kuantitatif untuk mendeskripsikan dan menghitung persentase HOTS dalam buku ajar. Instrumen yang diperlukan untuk pengumpulan data yaitu lembar analisis yang memuat indikator HOTS yang sesuai dengan Taksonomi Bloom revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan HOTS dalam buku ajar 1 sebesar 50% sedangkan muatan HOTS dalam buku ajar 2 sebesar 16,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat muatan HOTS dalam kedua buku ajar. Akan tetapi buku ajar 1 lebih layak digunakan dalam proses pembelajaran materi Hukum Newton ditinjau dari aspek HOTS.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA KELAS VIII SMPN 1 KASREMAN TAHUN AJARAN 2022/2023 Ego Dwi Prastyo; Arifian Dimas
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v5i2.4137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memahami materi fisika tentang pesawat sederhana pada siswa kelas VIII SMPN 1 Kasreman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dan bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi tentang pesawat sederhana. Penelitian ini terdiri dari 10 soal pilihan ganda dua tingkat yang dibagi menjadi 5 indikator, yaitu: 1) Klarifikasi Dasar, 2) Keterampilan Dasar (Basic Support), 3) Inferensi, 4) Klarifikasi Lanjut, dan 5) Strategi dan Taktik. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi pesawat terbang sederhana sebesar 73,6%, dengan indikator Klarifikasi Dasar kategori tinggi. Indikator Basic Support mendapatkan persentase 75,9% dalam kategori tinggi. Indikator Inferensi mendapatkan persentase sebesar 43,5% dalam kategori cukup. Indikator Klarifikasi Lanjut memperoleh persentase sebesar 55,1% dalam kategori cukup. Indikator Strategi dan Taktik berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 42,6%.
Studi Literatur Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa menengah pertama Pindy Komariyatin; Arifian Dimas
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/natural.v9i2.12283

Abstract

This article is structured to determine the effectiveness of Problem Based Learning and Problem Solving learning models on students' critical thinking skills. Data collection is done by collecting books and journals and then reading and reviewing them. After all the data was collected, testing and comparison of the effectiveness of the two learning models were carried out. The data analysis technique was carried out qualitatively by quoting the appropriate opinion. The results showed that the problem-based learning model is a very good model used in physics learning to improve students' critical thinking skills. This can be seen from the many learning theories that support the Problem Based Learning model and have succeeded in increasing critical thinking skills. Meanwhile, the Problem Solving learning model has not been fully implemented optimally, because learning activities are still teacher centered. The successful application of the social system that has been implemented has not accommodated the improvement of critical thinking skills.   Keywords: 1st Problem Based Learning s; 2nd Problem Solving; 3rd Critical Thinking Ability. Abstract. This article is structured to determine the effectiveness of Problem Based Learning and Problem Solving learning models on students' critical thinking skills. Data collection is done by collecting books and journals and then reading and reviewing them. After all the data was collected, testing and comparison of the effectiveness of the two learning models were carried out. The data analysis technique was carried out qualitatively by quoting the appropriate opinion. The results showed that the problem-based learning model is a very good model used in physics learning to improve students' critical thinking skills. This can be seen from the many learning theories that support the Problem Based Learning model and have succeeded in increasing critical thinking skills. Meanwhile, the Problem Solving learning model has not been fully implemented optimally, because learning activities are still teacher centered. The successful application of the social system that has been implemented has not accommodated the improvement of critical thinking skills. Keywords: 1st Problem Based Learning s; 2nd Problem Solving; 3rd Critical Thinking Ability.