Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyelesaian Sengketa Tanah di Nagari Anduring Kabupaten Padang Pariaman Rahmawati Firdaus; Hasbullah Malau
Jurnal Perspektif Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v3i4.370

Abstract

Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk memaparkan peran Kerapatan Adat Nagari guna menyelesaikan sengketa tanah di nagari Anduring. Suku Minangkabau bertempat tinggal di Sumatera Barat dikenal memiliki sistem kekeluargaan matrilineal, ialah asal-usul pihak perempuan (ibu). Salah satu bentuk pusako ialah tanah ulayat, masalah tanah pusako kerap terjadi permasalahan sengketa antar masyarakat di Minangkabau. Alternatif menyelesaikan sengketa tanah puasko, salah satunya dilakukan melalui Kerapatan Adat Nagari (KAN) dalam Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 1983 tentang Nagari Sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Propinsi Daerah Tingkat 1 Sumatera Barat. Hal demikian menarik untuk diteliti oleh penulis, dengan pokok permasalahan bagaimanakah fungsi Kerapatan Adat Nagari (KAN) untuk menyelesaikan konflik tanah pusako di Minangkabau khususnya di Nagari Anduring Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-sosiologis menurut data primer dan data sekunder. Hasil penelitian didapat bahwa Peranan Kerapatan Adat Nagari Anduring Kabupaten Padang Pariaman sudah melemah dan mengalami kemerosotan, dikarenakan untuk membereskan masalah tanah di nagari Anduring Kabupaten Padang Pariaman mengambil keputusan tidak memiliki kekuatan hukum memaksa serta bergantung bagi kedua belah pihak, peraturan perundang-undangan mengatur tentang penyelesaian sengketa tanah pusaka pada dasarnya hanya mengatur tentang proses penyelesaian sengketa secara musyawarah dan berakhir dengan putusan perdamaian yang dikeluarkan oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN).
Integrasi Model Inkuiri dan Literasi Saintifik dalam Pembelajaran Sistem Ekskresi untuk Siswa Sekolah Menengah Atas Anna Kosasih; Rahmawati Firdaus
Insight of Biology Vol. 1 No. 1 (2025): Insight of Biology, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/inbio.v1i1.204

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of integrating the inquiry-based learning model with a scientific literacy approach to enhance students’ conceptual understanding and scientific competencies in the excretory system topic, in alignment with the principles of the Merdeka Curriculum. The research was conducted at SMA Negeri 2 Praya, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara, using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group format. The sample consisted of two Grade XI science classes selected through purposive sampling: one as the experimental group, which received inquiry-based instruction integrated with scientific literacy, and the other as the control group, which received conventional instruction. Data collection instruments included multiple-choice tests to assess conceptual understanding and observation sheets to evaluate students’ scientific skills and active engagement during learning activities. Data analysis using the t-test revealed a statistically significant difference between the experimental and control groups in terms of both conceptual understanding (p < 0.05) and scientific competency. The findings indicate that the implementation of an inquiry model aligned with the learning outcomes of the Merdeka Curriculum effectively fosters contextual, student-centered, and exploratory learning. This instructional strategy is recommended as an alternative approach in biology education that supports the development of the Profil Pelajar Pancasila and prepares students for future global challenges.