Saminan Saminan
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEK BEKERJA DALAM JARAK DEKAT TERHADAP KEJADIAN MIOPIA Saminan Saminan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Beraktivitas dalam jarak dekat merupakan salah satu faktor resiko (efek) terjadinya miopia, semakin lama seseorang memfokuskan penglihatannya untuk melihat dekat semakin lama pula mata seseorang melakukan akomodasi, sehingga lama kelamaan mata akan lelah dan kondisi ini akan memicu pengaburan di retina dan mata menjadi tidak fokus. Miopia adalah suatu bentuk kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang datang dari jarak tak terhingga oleh mata yang dalam keadaan tidak berakomodasi dibiaskan pada satu titik didepan retina, penglihatan jauh kabur, maka miopia merupakan penyebab utama gangguan penglihatan. Abstract. Eye is one of the human sensory organs that has the function to look. Someone’s vision is really determined by a light refraction inside the eyes, a vision media consisting of cornea, eye liquid, lens, glass lens and length of eye-ball. Refraction anomaly is one of the blindness causes in the world. Refraction anomaly is a ray refraction on eyes so that the ray is not focused on the retina or fovea, but in the front of or behind the fovea and perhaps it is not located on one focus point; if there is a light refraction anomaly inside the eyes, the observed objects are less clear (sightedness) caused by a light point that is not precised in retina (a light which is not focused in the retina), there are three types of a refraction anomaly, myopia, hyperopia, and astigmatism. 
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN OBSTRUKSI JALAN NAPAS Saminan Saminan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kebiasaan merokok merupakan prilaku yang dapat mengakibatkan dampak negatif  bagi kesehatan tubuh seseorang, yaitu dapat menyebabkan perubahan struktur, fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru. Asap  rokok mengandung susunan senyawa gas dan partikel seperti karbon dioksida, air, karbon monoksida, partikular (kebanyakan tar), nikotin, nirtogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, formaldehida, fenol dan puluhan lainnya senyawa beracun terkenal. Saluran pernapasan adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tempat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan, jika ada asap rokok maka mudah terjadi obstruksi jalan napas yang dapat mengakibatkan sesak napas.Abstract. The smoking habit is a behaviour which can cause a negative impact for someone’s body helath, particularly it causes a stucture change, an airway function and a lung biopsy. A smoke consists of a gas compound structure and particle, such as carbon dioxide, water, carbon monoxide and particular (mostly tar), nicotine, nitrogene, oxide, hydrogen cyanide, ammonia, formaldehyde, pheno and other tens of poisonous famous compounds. An airway is a part of the human body which has a function to be a place for the passage and the gas exchange which are needed for a breathing process, so that if there is a smoke, the airway obstruction occurs easily which causes a short of breath.
PERTUKARAN UDARA O2 DAN CO2 DALAM PERNAPASAN Saminan Saminan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Udara atmosfer norrnal yang kering adalah campuran gas-gas yang mengandung sekitar 79% Nitrogen (N2) dan 2l% oksigen (O2). Manusia bernapas sekitar 6 liter (6x10-3m3)  udara agar mendapatkan pasokan oksigen (O2) segar kedalam paru dan membuang karbon dioksida (CO2). Ketika kita menghembus napas alveoli menjadi lebih kecil. Pertukaran gas (O2 dan CO2) antara alveoli dan darah terjadi melalui difusi yang menyebarkan O2 dari alveoli kedalam darah dan CO2 dari darah ke alveoli. Perbedaan tekanan O2 dan CO2 di jaringan mempengaruhi transpor gas-gas melewati dinding alveolus, molekul O2 berdifusi lebih cepat dari pada molekul CO2 karena massanya lebih kecil. Apabila terdapat penyakit yang menyebabkan dinding alveolus menebal transpor O2 akan lebih ternganggu dibandingkan dengan transpor  CO2. Abstract. Normal dry afinospheric air is a mixture of gases containirtg about 97% Nitrogen (N2) And 21% oxygen (O2). Humans breathe approximately 6 quarts (6x10-3m3); of air, in order to get a supply of oxygen (O2) into the fresh pulmonary and dispose of carbon dioxide (CO2). When we exhale breath alveoli become smaller. Gas exchange (O2 and CO2) between the alveoli and the blood occrrrs by diffusion which spread frorn the alveoli into the blood O2  and CO2 from the blood irrto the alveoli. O2 and CO2 pressure differences in the network affects the hanspon of gases through the alveolar walls, O2  molecules diffuse faster than molecules of CO2: because its mass is smaller. If there is a disease that causeslthickefied alveolar walls O2 transport would be more disturbed than the transport of CO2.