Cut Srijuita
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN NEFROPATI RADIOKONTRAS Maimun Syukri; Cut Srijuita
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gagal ginjal karena pemberian kontras media  merupakan penyebab ketiga dari gagal ginjal yang didapat di rumah sakit. Penderita dengan fungsi ginjal normal jarang mengalami nefropati karena kontras. Pada penderita  dengan serum kreatinin lebih dari 1.5 mg/dl (132 µmol/l), pemberian  iodine harus hati-hati terhadap nefropati karena dari laporan pemberian kontras iodine mempunyai risiko sangat tinggi untuk terjadi nefropati kontras. Manifestasi dari nefro toksik yang berat bisa dimulai dari non oliguri dengan penurunan laju filtrasi glomerulus sampai dengan gangguan ginjal akut yang memerlukan dialisis. Faktor penyebab utama terjadinya  gangguan ginjal akut adalah pre-existing insufisiensi ginjal dan diabetes. Faktor risiko lain adalah penyakit kardiovaskuler, pemakaian diuretik, urikosuria, usia lanjut, multiple myoloma yang mengalami dehidrasi. Kontras media ionik dan non ionik keduanya mempunyai efek nefro toksik meskipun kontras non ionik efek nefro toksiknya lebih rendah dari kontras ionik. Rehidrasi adalah cara utama untuk pencegahan nefropati kontras, pencegahan lainnya dapat menggunakan acetyl cysteine dan anti oksidan. Abstract. Renal failure associated with contrast administration has been reported  as the third most common cause of in-hospital renal failure. Patient with normal renal function rarely develop contrast-induced nephropathy. In patients with serum creatinine levels higher than 1.5 mg/dl (132 µmol/l), iodinated contras should be used with caution because the risk for contrast-induced nephropathy renal failure is increased. Nephrotoxicity ranges in severity from nonoliguric transient fall in glomerular  filtration rate to severe renal failure requiring dialysis. The major risk factor for developing acute kidney injury is the combination of pre-existing renal insufficiency and diabetes. Other risk factors include cardio-vascular disease, the use diuretic, advanced age, multiple myeloma in dehydrate patients, hypertension, uricosuria, and high dose of contrast. Both ionic  and nonionic contrast media can induce nephrotoxicity although nonionic contrast is significantly less nephrotoxic. Hydration is the mainstay of prevention, acetylcysteine, a thiol-containing antioxidant given in conjunction with hydration, has not proved consistently to be protective.