Abstrak. Kaki Diabetik merupakan kornplikasi yang paling mengesalkan baik bagi pasien maupun dokter yang merawatnya. Keberhasilan pengelolaan pun dipengaruhi banyak faktor, antara lain berarnya infeksi, macam dan derajat keganasan kuman, tersedianya antibiotika yang tepat dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pola kuman yang terdapat pada pasien kaki diabetik terinfeksi di RSU Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh serta melihat efektifitas Antibiotika terhadap isolat kuman yang tumbuh. Penelitian ini menggunakan desain seri kasus terhadap semua penderita kaki diabetik terinfek:si yang dirawat di ruang rawat Ilmu Penyakit Dalam RSU.Or.Zainoel Abidin Banda Aceh dari tanggal l Januari 2001- 31 Desember 2005. Dilakukan kultur pus dari lesi kaki diabetik terinfeksi, pada semua pasien kaki diabetik yang dirawat dalam periode tersebut oleh Laboratorium Mikrobiologi. Kemudia dilakukan test kepekaan antibiotika terhadap isolat kuman yang tumbub. Hasil yang didapatkan selama periode penelitian didapatkan 262 spesimen yang ditumbuhi kuman, terdiri dari 225 (85,8 %) spesimen yang ditumbuhi satu isolat dan 37 (14,2 %) spesimen dengan isolat ganda. Dengan kuman gram negat.if205 (68,6 %) dan 94(31,4 %) kuman gram positif. Kuman yang terbanyak adalah Pseudomonas Aeroginosa dan Staphylococcus aureus .Lima antibiotika dengan efektifitas tertinggi dalam penelitian ini secara berturutan adalah Imipenem, Amikacin, Nitrofurantoin, Oxacillin dan Vancomicin, Kesimpulannya adalah Pseudomonas aerogenosa dan Staphylococus aureus merupakan kuman' terbanyak pada lesi kaki diabetik terinfeksi di RSU. Dr.Zainoel Abidin Banda Aceb dari tahun 2001-2005. Imipenem merupakan antibiotika dengan efektifitas tertinggipada periode tersebut. (JKS 2008; 3: 129-130) Kata kunci : Antibiotika, kuman, kaki diabetik Abstract.Diabetic foot is the most common complication of diabetes. It takes a long time treatment. The successful treatment is influenced by many factors, such as the degree of severity, types and virulence of bacteria, availability of the antibiotics, etc. The objective is examining the bacterial pattern which is isolated from the infected diabetic foot from diabetic patients in Dr. Zainoel Abidin General Hospital and examining the efficacy of antibiotics related to the isolate. Cases serial research on patients who had been hospitalized in Internal Medicine Department ward of Dr. Zainoel Abidin General Hospital since 1 January 2001- 31 December 2005. We cultured the specimens from infected diabetic foot then we conducted the antibiotics sensitivity test to each bacteria isolate. During the period of research we found that there were 225 (85,8%) specimens contained one isolate and 37 (14,2%) specimens contained double isolate. Negative stain bacteria were founded in 205 (68,6%) specimens and 94 (31,4%) specimens contained positive stain bacteria. Most specimens contained Pseudomonas aerogenosa and Staphyloccus aureus. The highest efficacy of Antibiotics are Imipenem, Amycacin, Nitrofurantoin, Oxacillin and Vancomycin. The conclusion are Pseudomonas aerogenosa and Staphyloccus aureus were the common bacteria that isolated from the infected diabetic foot in Dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh from 2001 to 2005. Imipenem was the highest efficacy antibiotics on that period. (JKS 2008; 3: 129-130) Key word: bacteria, antibiotic, diabetic food