Saiful Basri
Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TOKSOPLASMOSIS OKULAR KONGENITAL Saiful Basri
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v17i2.8993

Abstract

Abstrak. Infeksi toksoplasmosis pada ibu dalam masa kehamilan dapat menyebabkan infeksi kongenital terhadap janin yang akan mengakibatkan  kebutaan pada waktu bayi. Diperkirakan 0,5%-1% wanita hamil di dunia berpotensi terinfeksi kuman Toksoplasma gondii. Manifestasi klinis  pada toksoplasmosis okular kongenital adalah retinokoroiditis, paling banyak terletak di polus posterior. Diagnosis tokosoplasmosis okular kongenital ditegakkan dari hasil pemeriksaan klinis dengan pemeriksaan funduskopi dan serologi anak sekaligus dengan ibunya. Pada 75% bayi dengan infeksi congenital akan menunjukkan titer IgM antibodi anti-Toxoplasma yang positif. Penanganan yang lebih cepat akan mencegah pejalaran proses infeksi and kelainan perkembangan pada anak.(JKS 2017; 2: 139-149)Kata kunci : toksoplasmosis okular congenital, Toksoplasma gondii, retinokoroiditisAbstract. Toxoplasmosis infection during pregnancy can cause congenital infection and manifest as blindness in the infant. Worldwide, about 0,5%-1% of pregnant women become contaminated by Toxoplasma gondii. Clinical manifestation of congenital ocular toxoplasmosis is retinochoroiditis, mostly at posterior pole.The diagnosis of congenital ocular toxoplasmosis is established clinically by funduscopy examination and serologic testing of neonate together with his/her mother. Anti-Toxoplasma antibodies of the IgM are found in 75% of infants with congenital toxoplasmosis. Early treatment may prevent the futher progress of the of the infectious process and the development disorders in children. (JKS 2017; 2: 139-149)Keywords : congenital ocular toxoplasmosis, Toxoplasma gondii, retinochoroiditis,