Stasiun yg paling berpengaruh dan sangat penting pada industri pengolahan kelapa sawit salah satunya adalah stasiun Boiler. Stasiun Boiler pada industri kelapa sawit menghasilkan tenaga uap atau steam yang berguna sebagai pembangkit listrikuntuk area pabrik dan tenaga uap yang dihasilkan dipakai pada mesin sterilizeruntuk merebus Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Pada stasiun Boiler terdapat alat pendukung yaitualat Screpper Inclen Fibre yang berfungsi untuk mengangkut bahan bakar berupa Fibre, alat angkut tersebut sangat berpengaruh dan memiliki peran yang sangat vital pada mesin Boiler. PT. Ujong Neubok Dalam termasuk salah satu perusahaan kelapa sawit penghasil Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Karnel (PK) memiliki stasiun Boiler dengan mesin pengangkut yang berjenis scrapperdengan daya 1,5 kW dan putaran motor 1.200 RPM. Pada Tahun 2021 kerusakan pada alat Screpper Inclen Fibre diketahui sebanyak 8 kali dan ini dianggap sebuah masalah. Sering nya terjadi kerusakan pada alat Screpper Inclen Fibre yang sangat mengganggu kelancaran aktifitas pengolahan minyak kelapa sawit dikarenakan Screpper Inclen Fibre merupakan penunjang kerja pada mesin Boiler. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kegagalan kerja alat angkut Screpper Inclen Fibre pada mesin Boileruntuk dasar penentuan tindakan perawatan menggunakan metode FMEA. Dengan menggunakan FMEA pada alat angkut Screpper Inclen Fibrediperoleh bagian yang sering bermasalah yaitu, rantai bucket putus, besi bucket patah, barring, rantai drapchain putus dan motor elektro hangus dengan nilai severity 8 hampir disemua bagian, nilai occurancy 5 di bagian bucket putus, dan nilai detection 5 pada motor elektro. Untuk nilai Risk Priority Number (RPN) pada mesin alat angkut Screpper Inclen Fibre sebesar 160 pada motor elektro dan 96 pada rantai bucket putus.