Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdi Reksa

Pendampingan Kegiatan Masyarakat dalam Usaha Penanggulangan COVID-19 di Kota Bengkulu Annisa Fitria Edriani; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani
Abdi Reksa Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdi reksa.2.1.46-50

Abstract

Kegiatan mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun merupakan salah satu upaya yang efektif untuk menekan penyebaran COVID-19. Kegiatan pertama dalam kegiatan pengabdian kepada masayarakat (PKM) ini adalah pendampingan masyarakat untuk membuat tempat cuci tangan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan diletakan di depan pintu rumah Ketua RT dan tempat strategis lainnya. Dengan mudahnya penyebaran informasi melalui media sosial, maka penyebaran informasi yang salah (hoaks) juga menjadi mudah. Kegiatan kedua dalam PPM Mandiri ini adalah pembuatan poster yang menjelaskan mengenai COVID-19, cara menekan penyebaran COVID-19, serta informasi lainnya. Kegiatan ini ditujukan bagi warga Kota Bengkulu yang berdomisili di dua RT yang dipilih tim PPM. Kegiatan ini menekankan pada komitmen warga untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan. Diharapkan komitmen tersebut dapat terus terlaksana. Kedepannya kegiatan ini akan diikuti dengan kegiatan-kegiatan lanjutan yang akan terus berkembang dan meng-reinforce materi yang telah diberikan.
Pembuatan Pupuk Kompos Mandiri dari Limbah Organik untuk Tanaman Pekarangan Rumah di RT. 18 Kelurahan Pematang Gubernur Fepy Supriani; Agustin Gunawan; Yuzuar Afrizal
Abdi Reksa Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdireksa.4.2.67-71

Abstract

Sampah organik adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang yang didapat dari aktifitas rumah tangga. Sampah organik kering yang memiliki air lebih sedikit yaitu kayu, ranting pohon, kayu dan daun–daun kering. Sampah organik yang tidak diolah akan menimbulkan bau busuk dan penyakit. Permasalahan sampah limbah rumah tangga juga terjadi di Perumahan RT. 18/2 kelurahan Pematang Gubernur. Setiap rumah di RT. 18 masih menyisahkan tanah untuk pekarangan yang oleh masyarakat ditanami berbagai macam tanaman. Jenis tanah yang kurang baik menyebabkan tanaman tidak tumbuh subur. Pengelolahan sampah organik dapat diupayakan agar menjadi budaya di tingkat lingkungan terkecil. Sampah organik berguna untuk bahan kompos pencampur media tanam. Pembuatan sampah organik dapat dibuat secara mandiri sehingga dapat digunakan langsung untuk tanaman di pekarangan rumah, dan jika dikembangkan dapat menambah nilai ekonomis pendapatan rumah tangga. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah dengan sasaran ibu rumah tangga untuk memanfaatkan sampah organik dalam pembuatan kompos mandiri yang dapat digunakan langsung sebagai media tanam dipekarangan rumah. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan melakukan praktik langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah organic , tanah dan bioaktivator (cairan EM4) dalam wadah compost bag. Untuk menggerakkan ibu rumah tangga untuk langsung mempraktekkan diserahkan compost bag dan cairan EM4 sebagai sarana penunjang.Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, memberikan ketrampilan dalam pembuatan kompos yang dapat digunakan langsung untuk tanaman di pekarangan rumah dan jangka panjang dapat memberi nilai ekonomis untuk masyarakat. Kata kunci: pengelolahan sampah, pekarangan rumah, sampah organic, kompos, cairan EM4
Peningkatan Kreatifitas Ibu Rumah Tangga Dalam Pemanfaatan Sampah Kemasan Plastik Menjadi Produk Berguna di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu Fepy Supriani; Agustin Gunawan; Yuzuar Afrizal
Abdi Reksa Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdireksa.5.1.111-116

Abstract

Penggunaan produk-produk kemasan plastik dalam rumah tangga menyisakan sampah yang sulit terurai dengan tanah dan jika dibakar akan memberikan polusi udara yang berbahaya. Dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta peningkatan kreatifitas masyarakat maka diperlukan pembekalan keterampilan berupa kerajinan tangan yang mampu mengolah sampah plastik menjadi barang berguna yang memiliki nilai tambah dan nilai jual. Tujuan program adalah peningkatan pemahaman, kreatifitas dan kemampuan kewirausahaan dalam pemanfaatan sampah kemasan plastik dan diharapkan meningkatkan perekonomian dan sosial keluarga. Kelompok ibu rumah tangga melalui TIM PKK (Penggerak kesejahteraan Keluarga) diharapkan dapat menjadi garda depan memastikan edukasi tentang sampah dapat diterapkan dimasyarakat. Tim pengabdian FT UNIB 2023 melakukan sosialisasi dan pendampingan dengan mendatangkan pihak yang telah berhasil mengolah kemasan sampah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomis. Kegiatan dimulai dengan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Sawah Lebar Baru dan ibu-ibu TIM PKK, sosialisasi pengumpulan sampah kemasan plastik sebagai bahan utama pembuatan barang berguna, seperti tas, tempat air mineral, keranjang. Melakukan pemisahan sampah plastik berdasarkan jenis, warna dan tebal. Selanjutnya melibatkan komunitas peduli lingkungan yang memberikan pelatihan pembuatan barang berguna dari limbah kemasan plastik. Hasil yang didapat melalui melalui Pengabdian FT UNIB, yaitu menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah kemasan plastik, memberikan dan menambah keahlian dalam membuat kerajinan yang bernilai ekonomis, peningkatan kreatifitas dan pembentukan kader pemanfaat sampah di Lingkungan kelompok Rukun Tetangga (RT) melalui tim penggerak PKK kelurahan. Anggota kelompok kedepannya diharapkan bisa memanfaatkan limbah rumah tangganya khususnya sampah kemasan plastik menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis. Kata kunci: Kreatifitas, Keterampilan, Sampah Kemasan Plastik, Kewirausahaan