Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFAATAN BAHAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK DESAIN PENGHIJAUAN VERTIKAL SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN KENYAMANAN TERMAL Panji Anom Ramawangsa; Atik Prihatiningrum; Lindung Zalbuin Mase
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.438 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1496

Abstract

Abstrak: Keberadaan tanaman dapat membuat manusia merasa teduh karena penggunakan elemen tanaman memberi kesan yang dinamis dan menarik pada suatu bangunan. Salah satu bentuk dari green architecture yang dapat diterapkan pada bangunan rumah yaitu green panel. Selain berfungsi untuk mereduksi panas sinar matahari, green panel berfungsi untuk menghadirkan efek visual, serta sebagai penanda lokasi yang mempertimbangkan aspek proporsi, aspek keseimbangan serta keamanan dalam pemilihan material. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra Kegiatan PPM Pembinaan dilakukan dengan metode sosialisasi dan demonstration plot selama proses sosialisasi desain green panel  dilaksanakan. Hasil yang di dapat adalah Pemahaman masyarakat kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu terhadap bentuk desain modul green panel dalam menyikapi fungsinya terhadap kenyamanan termal di dalam rumah tinggal.Abstract: The existence of plants can make people feel shady because using plant elements gives a dynamic and interesting impression on a building. One of the forms of green architecture that can be applied to house building is the green panel. In addition to functioning to reduce sunlight heat, the green panel serves to present visual effects, as well as a location marker that considers the proportion aspect, balance aspect, and security in material selection. Solutions offered to solve the problem of partners PPM coaching activities are conducted by methods of socialization and demonstration plot during the socialization process Green panel design is implemented. The result is the understanding of the Community village of Pematang Governor, District Muara Bangkahulu against the design of Green panel modules in addressing its function to thermal comfort in a residential home.
Sosialisasi Tanggap Darurat Dan Keselamatan Bagi Masyarakat Daerah Rawan Gempa Annisa Fitria Edriani; Lindung Zalbuin Mase; Besperi Besperi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v1i2.304

Abstract

Melihat masifnya kerugian yang diderita manusia akibat gempa bumi, maka peningkatan kualitas infrastruktur semakin intensif dilakukan. Peningkatan tersebut dilakukan dengan penelitian-penelitian yang dilakukan demi meningkatkan ketahanannya terhadap gempa, seperti penemuan-penemuan material dan metode konstruksi alternatif. Gencarnya peningkatan ketahanan bangangun-bangunan ini, sayangnya kurang diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bencana gempa bumi dan sikap tanggap dalam menghadapi bencana gempa bumi. Provinsi Bengkulu, sebagai wilayah yang mengalami gempa bumi perlu mempersiapkan warganya dengan pengetahuan dalam menghadapi gempa bumi. Kejadian gempa bumi pada tahun 2007 ternyata masih menimbulkan trauma bagi masyarakat Provinsi Bengkulu. Tim Pengabdian Pada Masyarakat Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, memilih SMA Negeri 1 Kabupaten Seluma dengan sasaran kegiatan ini adalah siswa, guru, dan pengguna gedung sekolah lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kiprah tim pengabdian masyarakat dari Universitas Bengkulu di bidang mitigasi bencana serta meningkatkan pemahaman mengenai gempa bumi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa bumi.
A PRELEMINARY EVALUATION OF LIQUEFACTION POTENTIAL OF SANDY SOIL IN LEMPUING SUB-DISTRICT (A COASTAL AREA IN BENGKULU CITY) Lindung Zalbuin Mase; Anggi Nidya Sari
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.7.2.21-25

Abstract

In 2000 to 2009, at least two big earthquakes happened in Bengkulu. The first earthquake occurred in June 4 th, 2000 and the second one occurred in September 12, 2007. Two big earthquakes not only triggered the extensive damage of structures and infrastructures, but also triggered the attributed disaster such as liquefaction. Liquefaction occurred in Bengkulu were signed by sand boiling and lateral spreading in minimum to maximum scale in coastal area, particularly in Lempuing Sub-district. Soil condition in Lempuing Sub-District is dominated by sandy soil with shallow water table depth. Rely on the experience of earthquake and liquefaction disaster in the past, a preliminary evaluation of soil liquefaction in Lempuing Sub Districthad been conducted. The evaluation was performed to define the relationship between peak ground acceleration coefficient and relative density for variation of D of soil sample. This evaluation can be used to estimate the preliminary liquefaction potential before continue more detail analysis.
Upaya Pengurangan Bahaya Banjir pada Bendungan Air Napal, Kota Bengkulu Menggunakan Alat Peringatan Dini Nirkabel Junas Haidi; Hendy Santosa; Lindung Zalbuin Mase
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i1.5455

Abstract

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, intensitas bencana alam banjir semakin sering terjadi di Kota Bengkulu. Intensitas bencana alam banjir yang demikian sering terjadi ini menjadi perhatian serius, khususnya dalam upaya pengu­rangan bahaya banjir. Salah satu area yang kerap mengalami banjir adalah Residence 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, yang berada di tepi Sungai dan Bendung Air Napal. Pengabdian ini dilakukan sebagai upaya pengurangan banjir pada wilayah tersebut, dengan menerapkan teknologi maju sistem peringatan dini. Pengabdian kepada masyarakat diawali dengan menampung aspirasi dari masyarakat yang kerap mengalami banjir di saat terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi. Selanjutnya perakitan alat pendeteksi banjir dilakukan dan diujikan. Pemasangan alat sistem peringatan dini banjir selanjutnya dilakukan dan terlebih dahulu diawali dengan sosialisasi manfaat dan cara merawat alat. Langkah berikutnya adalah dengan mengenalkan aplikasi alat ini kepada khalayak luas. Dari pengabdian ini dihasilkan bahwa respon masya­rakat terhadap keberadaan alat ini sangat baik. Masyarakat berkomitmen untuk merawat alat ini dengan baik. Pada lokasi pengabdian, dipasanglah 2 alat sistem peringatan dini, berupa 1 transmitter dan 1 receiver. Kedua alat disebut dikembangkan dengan konsep telekomunikasi long range atau (LoRa). Kedua alat tersebut sangat handal sebagai satu kesatuan sistem peringatan dini, yang mana pada saat terjadi hujan dapat beroperasi dengan sangat efektif. Alat yang dihasilkan dan diterapkan ini dapat menjadi tonggak awal dalam upaya pengembangan sistem peringatan dini bencana di Bengkulu pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Pemanfaatan Analisis Perambatan Gelombang Seismik dan Implementasinya pada Struktur Bangunan Fazriati Utami; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Yoka Mahendra
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 25 No 1 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v25i1.4583

Abstract

Kota Bengkulu dikategorikan sebagai wilayah dengan intensitas gempa yang tinggi di Indonesia. Salah satu wilayah strategis di Kota Bengkulu yaitu Kecamatan Singaran Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran parameter gempa dan implementasinya pada struktur bangunan di Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu. Penerapan analisis perambatan gelombang seismic satu dimensi khususnya model Pressure Dependent Hyperbolic (PDH) dilakukan. Model Pressure Dependent Hyperbolic (PDH) merupakan implementasi fungsi hiperbolik dalam mereplikasi karakter nonlinier tanah yang disebabkan beban dinamik. Analisis respons seismik yang dilakukan menghasilkan Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respons spektra periode pendek 0,2 detik (Ss), percepatan respons spektra periode panjang 1 detik (S1), serta faktor perbesaran gelombang (AF). Parameter gempa tersebut merupakan interpretasi dari adanya potensi perambatan gelombang seismik. Parameter gempa tersebut dipetakan secara dua dimensi. Peta parameter percepatan gempa ini kemudian dijadikan sebagai acuan penentuan desain respons spektra untuk Kecamatan Singaran Pati. Desain respons spektra tersebut diimplementasikan pada struktur bangunan. Hasil analisis struktur menunjukkan nilai stress ratio (R) tidak lebih dari 1, sehingga struktur dinyatakan aman. Koefisien determinasi (R2) untuk gaya-gaya dalam menggunakan desain respons spektra hasil perambatan gelombang dan SNI 1726-2019 menunjukkan kemiripan, ini berarti penggunaan desain respons spektra hasil analisis seismik pada penelitian ini dapat diterima.
Pendampingan Kegiatan Masyarakat dalam Usaha Penanggulangan COVID-19 di Kota Bengkulu Annisa Fitria Edriani; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani
Abdi Reksa Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdi reksa.2.1.46-50

Abstract

Kegiatan mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun merupakan salah satu upaya yang efektif untuk menekan penyebaran COVID-19. Kegiatan pertama dalam kegiatan pengabdian kepada masayarakat (PKM) ini adalah pendampingan masyarakat untuk membuat tempat cuci tangan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan diletakan di depan pintu rumah Ketua RT dan tempat strategis lainnya. Dengan mudahnya penyebaran informasi melalui media sosial, maka penyebaran informasi yang salah (hoaks) juga menjadi mudah. Kegiatan kedua dalam PPM Mandiri ini adalah pembuatan poster yang menjelaskan mengenai COVID-19, cara menekan penyebaran COVID-19, serta informasi lainnya. Kegiatan ini ditujukan bagi warga Kota Bengkulu yang berdomisili di dua RT yang dipilih tim PPM. Kegiatan ini menekankan pada komitmen warga untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan. Diharapkan komitmen tersebut dapat terus terlaksana. Kedepannya kegiatan ini akan diikuti dengan kegiatan-kegiatan lanjutan yang akan terus berkembang dan meng-reinforce materi yang telah diberikan.
Studi Mikrozonasi Kerentanan Seismik dan Bangunan Bertingkat Menggunakan Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) di Kabupaten Bengkulu Selatan Indri Novtrisa; Lindung Zalbuin Mase; Refrizon Refrizon; Rena Misliniyati; Khairul Amri; Arif Ismul Hadi; Darmawan Ikhlas Fadli
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 3 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v21i3.19616

Abstract

Mikrozonasi seismik merupakan proses pemetaan untuk memprediksi respon tanah terhadap guncangan seismik yang dapat digunakan sebagai acuan mitigasi bencana dan pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan data shapefile peta administrasi dan data mikrotremor sebanyak 69 titik. Data mikrotremor kemudian diolah menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mendapatkan kurva HVSR. Pengolahan data ini menghasilkan nilai faktor amplifikasi ( ) pada rentang 1,17 – 4,07, nilai frekuensi natural ( ) antara 0,25 Hz – 14,40 Hz, indeks kerentanan seismik (Kg) antara 0,26 – 11,78,  dan nilai periode dominan ( ) antara 0,07 s – 3,86 s. Parameter ini selanjutnya digunakan untuk membuat peta sebaran yang akan memberikan gambaran mengenai distribusi spasialnya. Selain itu, potensi bangunan yang rentan terhadap bencana seismik dengan ketinggian 1 hingga 2 lantai teridentifikasi di Kecamatan Pino Raya dan Kecamatan Kota Manna, sedangkan bangunan dengan ketinggian 1 hingga 4 lantai berada di Kecamatan Pasar Manna.. Berdasarkan nilai-nilai parameter tersebut, dapat disimpulkan bahwa lokasi penelitian masuk ke dalam kategori zona rendah terhadap getaran gempa bumi. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam perencanaan mitigasi bencana, khususnya dalam upaya peningkatan ketahanan bangunan di wilayah yang diteliti.
Mikrozonasi Resistensi Tanah Berdasarkan Variasi Kecepatan Gelombang Geser di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Sulastri Febiana; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.516

Abstract

Kawasan pesisir Kota Bengkulu berada di lokasi strategis, tepatnya di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sehingga menjadi daerah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta mikrozonasi sebagai representasi visual hasil analisis resistensi tanah berdasarkan nilai kecepatan gelombang geser (Vs). Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data sekunder berupa data perlapisan tanah dan nilai kecepatan gelombang geser, perhitungan nilai Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50, serta klasifikasi jenis tanah. Proses tersebut menghasilkan profil perlapisan tanah dan profil variasi kecepatan gelombang geser, peta sebaran Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, Vs50, peta sebaran Kelas Situs tanah, dan peta sebaran Ground Amplification Factor (GAF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kota Bengkulu memiliki resistensi tanah yang relatif sedang dikarenakan dominasi Kelas Situs tanah yaitu C (tanah keras, sangat padat, dan batuan lunak) dan D (tanah sedang). Hasil mikrozonasi resistensi tanah dapat secara konkret diintegrasikan ke dalam perancangan tata ruang melalui penetapan zona rawan gempa yang dijadikan acuan dalam penentuan jenis tata guna lahan, desain bangunan, dan standar teknis konstruksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi bencana serta menjadi dasar perencanaan tata ruang, pengembangan wilayah, dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman di kawasan pesisir Kota Bengkulu. Selain itu, diperlukan studi lanjutan untuk menganalisis kondisi bangunan secara lebih mendalam guna mengidentifikasi risiko spesifik terhadap prasarana yang ada, sehingga dapat dirancang strategi penguatan struktur yang tepat. Kata kunci: Mikrozonasi, Resistensi Tanah, Amplifikasi, Kecepatan Gelombang Geser (Vs), Kelas Situs
RESPONS SEISMIK DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU, KOTA BENGKULU MENGGUNAKAN KONSEP PERAMBATAN GELOMBANG Rena Misliniyati; Muhammad Farid; Khairul Amri; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v13i3.45746

Abstract

The position of Bengkulu Province, which is flanked by the subduction zone between the Euro-Asian and Indian-Australian plates to the west, and the Sumatra Fault zone to the east, makes Bengkulu City one of the areas prone to earthquake disasters. Muara Bangkahulu District is one of the sub-districts in Bengkulu City. Muara Bangkahulu sub-district is an area that functions as a government centre, trade and service centre, and one of the education centres in Bengkulu City. This study aims to determine the ground response in the Muara Bangkahulu sub-district area during an earthquake. The wave propagation method used in this study is a one-dimensional equivalent of linear and nonlinear modelling that propagates earthquake waves from bedrock to surface. The results of this study are Peak Ground Acceleration (PGA), amplification factor, earthquake acceleration time history, and acceleration spectra response. The results of this analysis will be compared between equivalent linear and nonlinear values. The results of this study can also help us realise and further consider the value of seismic design in the Muara Bangkahulu sub-district area, mainly if a stronger earthquake occurs in the future.