Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemasaran Hasil Tangkapan Nelayan Berdasarkan Optimalisasi Fungsi Pelabuhan Di PPI Beba Kabupaten Takalar Erhanuddin Erhanuddin; Jainuddin Jainuddin; Alwi Sabil
Jurnal Mirai Management Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v7i3.3487

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba tipe D dan terletak di Desa di Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. PPI Beba ini menjadi pusat aktifitas pemasaran hasil tangkapan nelayan pada Kabupaten Takalar. Untuk mencapai pemasaran yang efisien diperlukan strategi optimalisasi fungsi pelabuhan perikanan yakni ketersediaan fasilitas-fasilitas pelabuhan, yang terdiri dari fasilitas pokok, fasilitas fungsional, dan fasilitas penunjang. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis optimalisasi fasilitas pada PPI Beba yang berpengaruh langsung terhadap pemasaran hasil tangkapan nelayan di wilayah Kabupaten Takalar. Untuk itu, penelitian ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana optimalisasi fungsi pelabuhan melalui sarana dan prasarana mendukung tingkat pemasaran hasil tangkapan nelayan. Metode penelitian menggunakan analisis data dengan menggunakan regresi berganda dan uji T untuk menentukan keterkaitan setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian didapat model regresi dengan persamaan Y = 4,296 + 0,252 X1+ 0,272 X2+ 0,256 X3 serta hasil uji t menerangkan bahwa Fasilitas Pokok, Fasilitas Fungsional, dan Fasilitas Penunjang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemasaran hasil tangkapan nelayan. Kata Kunci: Optimalisasi; Pelabuhan Perikanan; Fasilitas.
Preferensi Konsumen Terhadap Produk Kue Bhoi Khas Aceh di Kota Banda Aceh Yusriana Yusriana; Novia Mehra Erfiza; Jainuddin Jainuddin; Cut Nilda
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 2 (2017): Vol.(9) No.2, October 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.163 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v9i2.6001

Abstract

Perilaku masyarakat dalam memilih dan mengkonsumsi produk Kue Bhoi perlu diteliti karena banyak produk yang dijual dipasaran tidak memiliki keseragaman mutu, hal ini dapat dilihat dari warna kue Bhoi yang dijual dipasaran yang tidak seragam.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik konsumen produk Kue Bhoi, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam membeli serta mengkonsumsi Kue Bhoi dan mengetahui keinginan konsumen terhadap kualitas produk Kue Bhoi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian surveikonsumen.Responden yang mengisi kuesioner yaitu wanita berusia antara 30-50 tahun sebanyak 100 orang dan uji organoleptik sebanyak 35 orang. Karakteristik konsumen kue Bhoi yaitu wanita dengan umur 30 sampai 34 tahun (44%), pendidikan terakhir SMA (35%), mayoritas pekerjaan ibu rumah tangga (51%) dan penghasilan rata-rata 1 juta (39%). Hasil penelitian survei konsumen Kue Bhoi diperoleh faktor yang yang mempengaruhi preferensi yaitu tingkat ekonomi (tingkat kemanisan dan warna)dan pekerjaan (rasa).
Efektivitas Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak Rizki Amelia; Jainuddin Jainuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1989

Abstract

Perkawinan anak di bawah umur bukan lagi masalah yang baru muncul di tengah masyarakat, tapi sudah sejak lama terjadi. Penegahan perkawinan anak masih terus saja menjadi wacana menarik yang terus-menerus digerakkan oleh pemerintah. Namun, keluarnya kebijakan oleh pemerintah tidak begitu mampu menghilangkan problem perkawinan anak di bawah umur, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan anak di bawah umur khususnya di Kecamatan Langgudu, diantarannya yaitu masalah ekonomi, kenakalan remaja, perjodohan, dan penyebab yang paling krusial sehingga terjadinya perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Langgudu adalah kenakalan remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian Hukum Empiris Normatif yaitu penelitian yang dilakukan langsung dengan instrumen penelitian berbentuk wawancara terhadap pemangku jabatan yang memilik peran penting ditengah masyarakat Kecamatan Langgudu, seperti Kepala Desa, KUA, masyarakat, dan juga pelaku perkawinan anak di bawah umur. Hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Langgudu masih banyak masyarakat yang belum tentang adanya PERDA nomor 5 tahun 2021 tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang di lakukan oleh pemerintah. Sehingga pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan perkawinana anak di bawah umur dan dampak dari perkawinan di bawah umur sangat minim sekali.