Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISA PENGARUH NATRIUM HIDROKSIDA DAN ALUMINIUM TERHADAP HASIL GAS HIDROGEN PADA PROSES HIDROLISIS Sukadi Sukadi; Sepriyanto sepriyanto; Novarini Novarini
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.366 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i1.82

Abstract

Salah satu alternative untuk mengatasi mulai menipisnya bahan tidak terbarukan adalah dengan pemanfaatan gas Hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gas hidrogen dapat diproduksi dengan menggunakan limbah alumunium, air dan Natrium Hidroksida (NaOH). Menggunakan Aluminium hasil dari limbah proses permesinan bubut, fokus dari penelitian ini adalah menghitung jumlah gas hidrogen yang dihasilkan dengan mevariasikan jumlah NaOH yaitu 200 g, 300 g, 400 dan 600 g serta mevariasikan jumlah Aluminium yaitu 100 g, 200 g, 300 g, 400 g dan 500 g. Disimpulkan bahwa hasil optimal gas hidrogen yaitu dengan jumlah NaOH 200 g dan Aluminium 500g. Hasil gas hidrogen ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor. Kata Kunci: Aluminium, NaOH, Gas Hidrogen, Bahan Bakar.
Alat Pengurai Sabut Kelapa dengan Blade Portable Untuk Menghasilkan Cocofiber dan Cocopeat Sepriyanto Sepriyanto
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.659 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i1.31

Abstract

Coconut as one of the leading plantation products in Jambi province, currently only rely on copra and coconut shell charcoal as the resulting product. Coconut removal as a by-product of coconut has not been utilized optimally. Coconut husk which is processed with precise and appropriate can produce high value product. This research aims to design, make and test the tool to decompose the coconut scale of household scale. Coconut coir decomposers are made with 1000x700x 1080mm tool dimensions, the driver uses 6.5 HP gasoline engine and an average engine capacity of 10 kg / hour. Knife cut (blade) on this tool can be removed (portable) so it can be tailored to the needs. The test was conducted to determine the effect of blade amount and time to the percentage of cocofiber and cocopeat produced. Number of blades varied ie 5 blades and 10 blades. Decomposition time varied from 1 minute, 2 minutes, 3 minutes, 4 minutes and 5 minutes, with a 650 rpm engine speed. The results of this study recommend to use 10 blades with a decomposition time for 5 minutes. The results obtained from the recommendation are cocofiber that decomposes as much as 32%, which does not decompose as much as 10% and cocopeat produced as much as 58%.Keywords:  blade, portable, cocofiber, cocopeat.
Optimasi Derajat Kebebasan RedundantMekanisme Paralel Spherical 3-URU untuk Optimalisasi Kekakuan Kinematik Sepriyanto Sepriyanto; Syamsul Huda; Lovely Son; Mulyadi Bur
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada paper ini dikaji optimasi postur mekanisme paralel 3-URU rotasi murni. Optimasi inidigunakan untuk memperoleh kekakuan kinematik yang optimal berupa kemampuanmekanisme meneruskan torsi input dan kemampuan mekanisme menahan gaya luar yangdinyatakan dengan indeks evaluasi (EI). Optimasi meliputi pemilihan parameter kinematikyang menggambarkan gerak platformyang dinyatakan dengan rotasi berurut berdasarkanEuler Angle dengan sistem rotasi Z-X-Z. Euler Angle tersebut dinyatakan dengan , , z x ? ? ? .Pada penelitian ini mekanisme paralel rotasi murni 3-URU diaplikasikan sebagaipengontrolan orientasi pahat pada mesin perkakas. Pada aplikasi ini sudut ? merupakansudut redundant yang menyatakan putaran pada sumbu yang tegak lurus terhadap bidangplatform. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ? optimal merupakan fungsi sudutinklinasi platform ?()x yang dapat diformulasikan dengan6 5 4 3 2 1 -08( ) 4 -06( ) 0.0008( ) 0.0151( ) 0.3143( ? optimal ? ? E ?x ? E ?x ? ?x ? ?x ? ?x ) 3.9654( ) 79.977 x ? ? ? .Denganmenggunakan formulasi sudut redundant ini telah didapatkan kekakuan yang optimal yangdinyatakan dengan indek evaluasi EI.Kata kunci: kinematik, mekanisme paralel, constraint singularity, actuation singularityIn this paper was studied the optimization of posture of a 3-URU spherical parallelmechanism. The mechanism was applied tocontrol the orentation of platform represented bythree successive Euler Rotation Angles. The rotation angle was denoted as ? , ? , ? z x thatindicates the rotation about Z, X dan Z axis respectively. Based on the desired aplication, thethird rotation angle, ? was recognized as redundant degree dof because such rotation is notrequired as orienting tool. The optimization was carried out to realize optimal kinematicstiffness of the mechanism to transmit the torques and to restrict the external forces acting onthe center of platform motion indicated by evaluation index, EI. Based onthis works, it wasobtained that the optimal ? is a function ofthe angle of inclinationplatform,? x formulated as6 5 4 3 2 1 -08( ) 4 -06( ) 0.0008( ) 0.0151( ) 0.3143( ) 3.9654( ) 79.977 optimal x x x x x x ? ? ? E ? ? E ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . The optimizegave the highes of EI.Keywords: kinematic, parallel mechanism, constraintsingularity, actuationsingularity
Rancang Bangun Mesin Pemotong Karet Gelang Sepriyanto Sepriyanto
Jurnal Inovator Vol 4 No 1 (2021): Optimalisasi Kinerja
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v4i1.160

Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu tanaman potensial, hasil produksi lateks dari tanaman karet digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan karet gelang, dan proses pemotongan diperlukan mesin pemotong karet gelang. Tujuan dari analisis kinerja pemotong karet gelang ini adalah mengetahui hasil potongan / menit dari mesin ini dan mesin tersebut mengunakan motor listrik 1,5 HP dengan perbandingan reducer 10:1 dan mendapatkan hasil 110 Potongan / menit dan dari hasil pengambilan data dengan menggunakan pisau pemotong setebal 5 mm rata-rata mesin ini dapat mencetak butiran dengan ketebalan 2 mm., adapun mesin ini nantinya akan dijual dengan harga yang lebih ekonomis dan menggunakan tingkat konsumsi daya listrik tidak boros dibandingkan dengan mesin yang sudah ada dipasaran.
Pengaruh Lama Perendaman Sabut Kelapa Terhadap Hasil Cocofiber dan Cocopeat Buah Kelapa dari Daerah Jambi Sepriyanto .; Emmistasega Subama
Jurnal Inovator Vol 1 No 2 (2018): Optimasi Produksi
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.37338/ji.v1i2.19

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh perlakuan sabut kelapa terhadap hasil coco fiber dan coco peat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan berdasarkan pengaruh perlakuan sabut kelapa. Sabut kelapa yang divariasikan adalah sabut kering, sabut dengan 1 hari perendaman, 3 hari perendaman dan 6 hari perendaman, dengan kecepatan mesin 1300 rpm. Pada penelitian ini diperoleh hasil terbaik perendaman 6 hari hasil terbaik yang diperoleh adalah cocofiber sebesar 16,66% terdiri dari serat sabut panjang sebesar 13% dan serat sabut pendek sebesar 3,66% sedangkan cocopeat yang dihasilkan sebanyak 48,30%. Semakin lama perendaman, semakin banyak persentase sabut yang terurai menjadi Cocofiber dan Cocopeat
Pengaruh Kecepatan Putaran Mesin Terhadap Hasil Coco Fiber dan Coco Peat Buah Kelapa dari Daerah Jambi Sepriyanto .; Emmistasega Subama
Jurnal Inovator Vol 1 No 1 (2018): Teknologi Proses
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.37338/ji.v1i1.9

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh kecepatan putaran mesin terhadap hasil coco fiber dan coco peat buah kelapa dari daerah Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan berdasarkan pengaruh kecepatan putaran mesin pengurai mulai dari 225 rpm, 450 rpm, 750 rpm dan 900 rpm. Masing-masing kecepatan putaran akan beroperasi selama 2 menit dengan bahan baku 500 gram dan jumlah blade pengurai yang divariasikan 5 buah dan 10 buah. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu(1) Kecepatan putaran mesin pengurai berpengaruh terhadap jumlah cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan. Persentase cocofiberdan cocopeat tertinggi adalah pada putaran 450 rpm (2) Jumlah blade mesin pengurai berpengaruh terhadap persentase cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan. Persentase cocofiberdan cocopeat tertinggi dengan menggunakan 10 blade. (3) Hasil cocofiber dan cocopeat yang maksimal diperoleh dari kecepatan putaran mesin 450 rpm yaitu 28 % cocofiber dan 50 % cocopeat
Analisa Kinerja Mesin Pengering Buah Pinang Tenaga Hibrid Sepriyanto Sepriyanto
Jurnal Inovator Vol 5 No 2 (2022): Optimalisasi Proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i2.243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pengering hibrid dengan menggabungkan pemanfaatan energi panas matahari (solar dryer) dan sumber tenaga biomassa. Pemanfaatan sumber tenaga panas matahari dengan memaksimalkan sumber radiasi panas matahari yang diserap langsung ke ruang pengering berbentuk rumah transparan disertai lubang ventilasi untuk tempat masuknya udara segar dan keluar udara lembab. Proses tersebut akan menghasilkan sirkulasi udara panas (konveksi) di dalam ruang pengering secara kontinyu sehingga proses penguapan air terhadap bahan yang dikeringkan lebih cepat. Temperatur alat pengering hibrid dengan sumber matahari tanpa bahan uji adalah 56º C. Pada pengujian pengering hibrid dengan sumber tenaga pembakaran biomassa tanpa bahan uji diperoleh temperatur maksimum sebesar 46 º C dengan temperatur stabil sebesar 40º C. Pada pengujian pengering hibrid dengan sumber tenaga matahari dengan bahan uji dengan laju pengeringan selama 6 jam pengeringan terjadi pengurangan massa buah pinang sebesar 19 %. Kinerja mesin pengering hybrid lebih baik pada saat temperaturnya dikontrol dengan suhu setting 60º C. Rata-rata laju pengeringan buah pinang dari alat pengering hibrid adalah 1 kg/jam
The Influence of variation the blade distance against the cocofibers and cocopeat percentage of the coconut fruit from Jambi Area Emmistasega Subama; . Sepriyanto
Journal of Science and Applicative Technology Vol 2 No 1 (2019): ICoSITeR Special Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.469 KB) | DOI: 10.35472/281432

Abstract

The influence of variationthe blade distance against the coco fiber and coco peat percentage of the coconut fruit from Jambi area has been done. The study aims to know the percentage of cocofiber and cocopeat produced based on the influence of variation the blade distance of decomposition machine starting from 5 cm, 10 cm and 15 cm. Each round speed will operate for 2 minutes with 500 grams of raw material and use 10 decomposing blades. The results show that (1) distance of blade provides an influence on the value of the cocofiber and cocopeat produced (2) on the distance between the blade 5 cm obtained cocofiber as much as 30% and 62% of cocopeat raw materials. On the distance between the blade 10 cm obtained as much as 34% and cocofiber cocopeat 58% of raw materials, on the distance between the blade 15 cm obtained as many as 32% and cocofiber cocopeat 60% of the raw material (3) maximum of cocopeat cocofiber results on 10 cm distance between the blade.
Kendala Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (Study Kasus Pada Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang) Sepriyanto Sepriyanto
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.403 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.127

Abstract

Pembangunan merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menuju masyarakat yang lebih sejahtera, baik secara fisik maupun sosial dan ekonomi. Namun idealitas pembangunan itu sering tidak tercapai. Banyak pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan, kesenjangan, dan seringkali tidak berkelanjutan. Penelitian ini akan memfokuskan pada pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera terhadap terhadap kendala yang terjadi pada pengadaan tanah jalan tol terbanggi besar – pematang panggang pada tahap pengembalian Uang Ganti Kerugian (UGR) masyarakat di Jalur Lintas Sumatera Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan impresi lanjutan dari pembangunan jalan tol bagi kehidupan masyarakat. Tujuan lain dari riset ini ialah untuk mengetahui cara-cara spesifik yang dilakukan untuk menyelesaikan kendala – kendala yang ada. Contoh kasus pada penimbunan jalan tol yang ada di Desa Marga Jaya Indah Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat diselesaikan dengan Musyawarah sehingga menghasilkan dua kesepakatan yaitu dilaksanakannya UGR dan dibukanya timbunan tanah oleh warga sekitar. Hasil dari riset ini berupa penyelesaian masalah dalam pembangunan jalan tol dapat dibagi menjadi dua, yaitu positif dan negatif. Efek positif dari pembangunan jalan tol adalah dari segi keamanan dan mempercepat mobilitas masyarakat. Sedangkan dampak negatifnya antara lain ke beralih fungsian lahan, ketimpangan sosial dan resiko konflik sosial. Masalah yang terjadi di ruas jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang diselesaikan.