Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Inovator

Rancang Bangun Mesin Pemotong Karet Gelang Sepriyanto Sepriyanto
Jurnal Inovator Vol 4 No 1 (2021): Optimalisasi Kinerja
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v4i1.160

Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu tanaman potensial, hasil produksi lateks dari tanaman karet digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan karet gelang, dan proses pemotongan diperlukan mesin pemotong karet gelang. Tujuan dari analisis kinerja pemotong karet gelang ini adalah mengetahui hasil potongan / menit dari mesin ini dan mesin tersebut mengunakan motor listrik 1,5 HP dengan perbandingan reducer 10:1 dan mendapatkan hasil 110 Potongan / menit dan dari hasil pengambilan data dengan menggunakan pisau pemotong setebal 5 mm rata-rata mesin ini dapat mencetak butiran dengan ketebalan 2 mm., adapun mesin ini nantinya akan dijual dengan harga yang lebih ekonomis dan menggunakan tingkat konsumsi daya listrik tidak boros dibandingkan dengan mesin yang sudah ada dipasaran.
Pengaruh Lama Perendaman Sabut Kelapa Terhadap Hasil Cocofiber dan Cocopeat Buah Kelapa dari Daerah Jambi Sepriyanto .; Emmistasega Subama
Jurnal Inovator Vol 1 No 2 (2018): Optimasi Produksi
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.37338/ji.v1i2.19

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh perlakuan sabut kelapa terhadap hasil coco fiber dan coco peat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan berdasarkan pengaruh perlakuan sabut kelapa. Sabut kelapa yang divariasikan adalah sabut kering, sabut dengan 1 hari perendaman, 3 hari perendaman dan 6 hari perendaman, dengan kecepatan mesin 1300 rpm. Pada penelitian ini diperoleh hasil terbaik perendaman 6 hari hasil terbaik yang diperoleh adalah cocofiber sebesar 16,66% terdiri dari serat sabut panjang sebesar 13% dan serat sabut pendek sebesar 3,66% sedangkan cocopeat yang dihasilkan sebanyak 48,30%. Semakin lama perendaman, semakin banyak persentase sabut yang terurai menjadi Cocofiber dan Cocopeat
Pengaruh Kecepatan Putaran Mesin Terhadap Hasil Coco Fiber dan Coco Peat Buah Kelapa dari Daerah Jambi Sepriyanto .; Emmistasega Subama
Jurnal Inovator Vol 1 No 1 (2018): Teknologi Proses
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.37338/ji.v1i1.9

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh kecepatan putaran mesin terhadap hasil coco fiber dan coco peat buah kelapa dari daerah Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan berdasarkan pengaruh kecepatan putaran mesin pengurai mulai dari 225 rpm, 450 rpm, 750 rpm dan 900 rpm. Masing-masing kecepatan putaran akan beroperasi selama 2 menit dengan bahan baku 500 gram dan jumlah blade pengurai yang divariasikan 5 buah dan 10 buah. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu(1) Kecepatan putaran mesin pengurai berpengaruh terhadap jumlah cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan. Persentase cocofiberdan cocopeat tertinggi adalah pada putaran 450 rpm (2) Jumlah blade mesin pengurai berpengaruh terhadap persentase cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan. Persentase cocofiberdan cocopeat tertinggi dengan menggunakan 10 blade. (3) Hasil cocofiber dan cocopeat yang maksimal diperoleh dari kecepatan putaran mesin 450 rpm yaitu 28 % cocofiber dan 50 % cocopeat
Analisa Kinerja Mesin Pengering Buah Pinang Tenaga Hibrid Sepriyanto Sepriyanto
Jurnal Inovator Vol 5 No 2 (2022): Optimalisasi Proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i2.243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pengering hibrid dengan menggabungkan pemanfaatan energi panas matahari (solar dryer) dan sumber tenaga biomassa. Pemanfaatan sumber tenaga panas matahari dengan memaksimalkan sumber radiasi panas matahari yang diserap langsung ke ruang pengering berbentuk rumah transparan disertai lubang ventilasi untuk tempat masuknya udara segar dan keluar udara lembab. Proses tersebut akan menghasilkan sirkulasi udara panas (konveksi) di dalam ruang pengering secara kontinyu sehingga proses penguapan air terhadap bahan yang dikeringkan lebih cepat. Temperatur alat pengering hibrid dengan sumber matahari tanpa bahan uji adalah 56º C. Pada pengujian pengering hibrid dengan sumber tenaga pembakaran biomassa tanpa bahan uji diperoleh temperatur maksimum sebesar 46 º C dengan temperatur stabil sebesar 40º C. Pada pengujian pengering hibrid dengan sumber tenaga matahari dengan bahan uji dengan laju pengeringan selama 6 jam pengeringan terjadi pengurangan massa buah pinang sebesar 19 %. Kinerja mesin pengering hybrid lebih baik pada saat temperaturnya dikontrol dengan suhu setting 60º C. Rata-rata laju pengeringan buah pinang dari alat pengering hibrid adalah 1 kg/jam