Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KONSEP AIR VIRTUAL (VIRTUAL WATER CONCEPT) Harsoyo, Budi
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 12, No 1 (2011): June 2011
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.061 KB) | DOI: 10.29122/jstmc.v12i1.2187

Abstract

Munculnya konsep air virtual berasal dari kesadaran tentang menipisnya persediaanair dari dunia saat ini yang mengharuskan kita untuk mulai memikirkan cara-cara untukmenghemat air. Konsep yang telah mengungkapkan realitas paradoks transfer air daridaerah surplus ke daerah air krisis air secara virtual telah diterapkan oleh beberapanegara yang mulai mengalami kelangkaan air saat ini dalam kegiatan perdaganganinternasional. Makalah ini bertujuan untuk meninjau konsep air virtual, berdasarkanreview beberapa makalah dan artikel yang berhubungan dengan tema terkait. Makalahini juga menjelaskan tentang definisi air virtual, bagaimana cara menghitungnya,dan signifikansi konsep ini dalam kaitannya dengan perdagangan internasional danpergerakan air konservasi air secara global.The emergence of virtual water concept originated from the awareness about thedepletion of water supplies from the world today that require us to begin to think of waysto save the water. The concept which has revealed the reality of paradoxical transfer ofwater from water surplus areas to water crisis areas in virtual has been applied by somecountries that began experiencing water scarcity is currently in its international tradeactivities. This paper aims to review the concept of virtual water, based on a review ofseveral papers and articles dealing with related themes. This paper also explained about the definition of virtual water, how is it calculated, and the significance of this concept in relation to international water trading and water conservation movement globally.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA ASAP KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN Harsoyo, Budi
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 13, No 2 (2012): December 2012
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2391.447 KB) | DOI: 10.29122/jstmc.v13i2.2571

Abstract

Teknologi Modifikasi Cuaca telah banyak diaplikasikan untuk tujuan mitigasi bencana yang disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca. Salah satunya adalah untuk bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang hampir terjadi setiap tahun secara rutin di Indonesia saat musim kemarau tiba, khususnya di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan.
TEKNIK PEMANENAN AIR HUJAN (RAIN WATER HARVESTING) SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PENYELAMATAN SUMBERDAYA AIR DI WILAYAH DKI JAKARTA Harsoyo, Budi
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 11, No 2 (2010): December 2010
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.243 KB) | DOI: 10.29122/jstmc.v11i2.2183

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki masalah yang kompleks yang berhubungan dengan masalah krisis sumber daya air. Teknik pemanenan air hujan telah menjadi bagian penting dalam agenda pengelolaan sumber daya air dalam rangka untuk mengatasi ketimpangan air pada kurangnya hujan dan kekeringan (kekurangan air), pasokan air bersih masyarakat dunia, serta penanggulangan banjir dan kekeringan. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis induksi deskriptif terkait dengan tema teknik pemanenan air hujan, dimulai dengan deskripsi dari pandangan terbuka dan data yang dikumpulkan dari literatur yang berkaitan dengan tema dan isu-isu sumber daya air di wilayah Jakarta, kemudian dilakukan analisis lebih lanjut dan kesimpulan yang diambil adalah terkait dengan aspek konservasi air dan pengelolaan sumber daya air krisis di DKI Jakarta.Jakarta as a metropolitan city has many complex issues related to the problem of waterresources crisis. Rain water harvesting techniques has become an important part in the global environmental agenda water resources management in order to overcome inequality of water in the rainy and dry (lack of water), lack of clean water supply community world, as well as flood prevention and drought. This paper tries to analyze the descriptive induction related to the theme of rain water harvesting techniques, starting with a description of the open view and the data was collected from literatures relating to the themes and issues of water resources in Jakarta area , then conducted further analysis and conclusions drawn are associated with the aspect of water conservation and water resources crisis management in DKI Jakarta.
MENGULAS PENYEBAB BANJIR DI WILAYAH DKI JAKARTA DARI SUDUT PANDANG GEOLOGI, GEOMORFOLOGI DAN MORFOMETRI SUNGAI Harsoyo, Budi
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 14, No 1 (2013): June 2013
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.169 KB) | DOI: 10.29122/jstmc.v14i1.2680

Abstract

IntisariBanjir sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Setiap kali musim hujan tiba, Kota Jakarta seolah tidak pernah terlepas dari pemberitaan seputar kejadian banjir yang melanda wilayahnya. Tulisan ini mengulas faktor-faktor penyebab banjir di wilayah DKI Jakarta, terutama dari sudut pandang geologi, geomorfologi dan morfometri sungai yang mengalir dan melintasi wilayah DKI Jakarta. Penulis mengumpulkan bahan pustaka dari berbagai sumber untuk memberikan ulasan dan sebuah kesimpulan bahwa secara kodrat, Jakarta memang merupakan daerah banjir sehingga bagaimana pun, kejadian banjir akan sangat sulit untuk dihilangkan dari wilayah DKI Jakarta.  AbstractFlood cannot be separated from the life of the people around DKI Jakarta. Everytime rainy season comes, Jakarta was never be apart from the news about flood incidence hit this region. This paper reviews some factors causing the floods especially from geological, geomorphological, and morphometrical point of view of the rivers flow across DKI Jakarta. The author gathered materials from various sources to give an analysis and conclusion that Jakarta, by nature, is flooded area so flood event will be very difficult to be removed.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB JEBOLNYA TANGGUL SITU GINTUNG Harsoyo, Budi
Jurnal Air Indonesia Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v6i1.2453

Abstract

Spatial and hidrology analysis has been done to find out the main factor of causing the burst of Situ Gintung dam incident on March 27, 2009. Spatial analysis was done to get some parameters that needs as input for hidrology analysis. The analysis results indicating that rain fall actually was be one of cause factors that incident, but not as the main factor. The condition of dike which already broken as the consequence of its life time and also the condition of  spill way which has not function as like as innitialy built by Nederland Goverment, is more as principal factor of causing the burst of Situ Gintung dam incident. Keywords : Situ Gintung, analysis, spatial, hidrology, cause factors.
JEBOLNYA TANGGUL SITU GINTUNG (27 MARET 2009) BUKAN KARENA FAKTOR CURAH HUJAN EKSTRIM Budi Harsoyo
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 11 No. 1 (2010): June 2010
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v11i1.2176

Abstract

Analisis spasial dan hidrologi telah dilakukan untuk mengetahui faktor utama yangmenyebabkan insiden jebolnya Situ Gintung pada 27 Maret 2009. Analisis spasialdilakukan untuk mendapatkan beberapa parameter yang perlu sebagai masukan untukanalisis hidologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan sebenarnya menjadisalah satu faktor yang menyebabkan insiden, tetapi tidak sebagai faktor utama. Kondisitanggul yang sudah rusak sebagai akibat dari waktu hidup dan juga kondisi saluranpembuangan yang belum berfungsi sebagai seperti sebagai awalnya pada saatdibangun oleh Pemerintah Belanda, lebih sebagai faktor utama yang menyebabkanledakan insiden bendungan Situ Gintung Spatial and hidrology analysis has been done to find out the main factor of causingthe burst of Situ Gintung dam incident on March 27, 2009. Spatial analysis was doneto get some parameters that needs as input for hidology analysis. The analysis resultsindicating that rain fall actually was be one of cause factors that incident, but not as themain factor. The condition of dike which already broken as the consequence of its lifetime and also the condition of spill way which has not function as like as innitialy builtby Nederland Goverment, is more as principal factor of causing the burst of Situ Gintung dam incident.
REVIEW MODELING HIDROLOGI DAS DI INDONESIA Budi Harsoyo
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 11 No. 1 (2010): June 2010
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v11i1.2179

Abstract

Berbagai model simulasi hidrologi telah dikembangkan untuk menjelaskan prosesmengubah input (dalam bentuk hujan) menjadi output (dalam bentuk aliran sungai) dengan mempertimbangkan karakteristik fisik DAS. Model simulasi hidrologi pada dasarnya dirancang untuk menyederhanakan sistem hidrologi, sehingga perilaku dari beberapa komponen dalam sistem dapat diketahui. Makalah ini membahas pemodelan hidrologi banyak diterapkan di Indonesia, dimulai dengan peninjauan definisi dan klasifikasi model hidrologi, dan lanjutkan dengan ulasan beberapa model hidrologi DAS untuk skala bersama dengan beberapa contoh aplikasi yang telah dilakukan dalam penelitian di Indonesia.Various hydrological simulation model has been developed to explain the process of changing inputs (in the form of rain) into outputs (in the form of the river flow) by considering the physical characteristics of the watershed. Hydrologic simulation model is basically designed to simplify the hydrological system, so the behavior of some components in the system can be known. This paper discusses the many hydrologic modeling applied in Indonesia, starting with a review of the definition and classification of hydrological model, and proceed with a review of several watershed hydrological model to scale along with some examples of applications that have been done in research in Indonesia.
DISTRIBUSI SPASIAL TINGKAT PENCEMARAN AIR DI DAS CITARUM Andriati Cahyaningsih; Budi Harsoyo
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 11 No. 2 (2010): December 2010
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v11i2.2180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial pencemar air di DASCitarum. Studi ini menggabungkan teknologi penginderaan jauh, Sistem InformasiGeografis (GIS) dan data kualitas air. Informasi tentang DAS Citarum dikumpulkandari interpretasi Landsat TM. Kualitas air dikumpulkan dari data sekunder dari 33 titiksampel nilai BOD. Semua informasi diproses oleh GIS. Data dianalisis dan diplot kedalam peta yang menggambarkan distribusi polutan air di DAS Citarum.This study was aimed to describe spatial distribution of water pollutant at Citarumwatershed. This study combined remote sensing technology, Geographic InformationSystem (GIS) and water quality data. Information on Citarum watershed was collectedfrom Landsat TM interpretation. Water quality was collected from secondary data of 33sample point BOD values. All information was procesed by GIS. The data were analysisand plotted into a map described water pollutant distribution at Citarum watershed.
TEKNIK PEMANENAN AIR HUJAN (RAIN WATER HARVESTING) SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PENYELAMATAN SUMBERDAYA AIR DI WILAYAH DKI JAKARTA Budi Harsoyo
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 11 No. 2 (2010): December 2010
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v11i2.2183

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki masalah yang kompleks yang berhubungan dengan masalah krisis sumber daya air. Teknik pemanenan air hujan telah menjadi bagian penting dalam agenda pengelolaan sumber daya air dalam rangka untuk mengatasi ketimpangan air pada kurangnya hujan dan kekeringan (kekurangan air), pasokan air bersih masyarakat dunia, serta penanggulangan banjir dan kekeringan. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis induksi deskriptif terkait dengan tema teknik pemanenan air hujan, dimulai dengan deskripsi dari pandangan terbuka dan data yang dikumpulkan dari literatur yang berkaitan dengan tema dan isu-isu sumber daya air di wilayah Jakarta, kemudian dilakukan analisis lebih lanjut dan kesimpulan yang diambil adalah terkait dengan aspek konservasi air dan pengelolaan sumber daya air krisis di DKI Jakarta.Jakarta as a metropolitan city has many complex issues related to the problem of waterresources crisis. Rain water harvesting techniques has become an important part in the global environmental agenda water resources management in order to overcome inequality of water in the rainy and dry (lack of water), lack of clean water supply community world, as well as flood prevention and drought. This paper tries to analyze the descriptive induction related to the theme of rain water harvesting techniques, starting with a description of the open view and the data was collected from literatures relating to the themes and issues of water resources in Jakarta area , then conducted further analysis and conclusions drawn are associated with the aspect of water conservation and water resources crisis management in DKI Jakarta.
KONSEP AIR VIRTUAL (VIRTUAL WATER CONCEPT) Budi Harsoyo
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 12 No. 1 (2011): June 2011
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v12i1.2187

Abstract

Munculnya konsep air virtual berasal dari kesadaran tentang menipisnya persediaanair dari dunia saat ini yang mengharuskan kita untuk mulai memikirkan cara-cara untukmenghemat air. Konsep yang telah mengungkapkan realitas paradoks transfer air daridaerah surplus ke daerah air krisis air secara virtual telah diterapkan oleh beberapanegara yang mulai mengalami kelangkaan air saat ini dalam kegiatan perdaganganinternasional. Makalah ini bertujuan untuk meninjau konsep air virtual, berdasarkanreview beberapa makalah dan artikel yang berhubungan dengan tema terkait. Makalahini juga menjelaskan tentang definisi air virtual, bagaimana cara menghitungnya,dan signifikansi konsep ini dalam kaitannya dengan perdagangan internasional danpergerakan air konservasi air secara global.The emergence of virtual water concept originated from the awareness about thedepletion of water supplies from the world today that require us to begin to think of waysto save the water. The concept which has revealed the reality of paradoxical transfer ofwater from water surplus areas to water crisis areas in virtual has been applied by somecountries that began experiencing water scarcity is currently in its international tradeactivities. This paper aims to review the concept of virtual water, based on a review ofseveral papers and articles dealing with related themes. This paper also explained about the definition of virtual water, how is it calculated, and the significance of this concept in relation to international water trading and water conservation movement globally.