Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLITIK DAN DINAMIKA KEBIJAKAN PERUBAHAN KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA HINGGA MASA REFORMASI Maimuna Ritonga
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.58 KB)

Abstract

Abstrak: Artikel ini mencoba mengkaji dinamika perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia. Kurikulum sebagai bagian penting dalam pendidikan memiliki posisi strategis dalam pendidikan. Hitam putihnya kualitas pendidikan sesungguhnya sangat ditentukan oleh eksistensi kurikulum tersebut. Selain itu, kurikulum harus memperhatikan unsur-unsur peserta didik, pendidikan, masyarakat, dan peran pengembang kurikulum terutama guru. Peserta didik sebagai objek kurikulum harus mendapat prioritas utama dalam pengembangan kurikulum. Indonesia sering mengalami perubahan kurikulum, termasuk kurikulum pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan 2013. Pendidikan masa depan perlu dirancang untuk menjawab harapan dan tantangan perubahan yang terjadi, Sistem pendidikan perlu dibangun terus menerus dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan kurikulum diperlukan setiap saat karena kurikulum akan selalu merespon perkembangan kehidupan, baik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan sosial dan budaya, dan perkembangan politik. Kata Kunci: dinamika, pengembangan, kurikulum, Indonesia
Strategi Lembaga Pendidikan Islam Untuk Memahami Keragaman Dengan Cara Pandang Multikultural Indah Hari Utami; Maimuna Ritonga
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies (In press)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Keragaman agama, etnis, gender, status sosial, serta kemampuan individu merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, keberagaman tersebut sering menimbulkan praktik diskriminasi, ketidakadilan, dan konflik sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun cara pandang multikultural agar peserta didik mampu memahami, menghargai, dan hidup harmonis dalam perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi lembaga pendidikan Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran, regulasi kelembagaan, dan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, jurnal, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan multikulturalisme, termasuk pemikiran Muhamad Mustaqim, Hikmatul Mustaghfiroh, serta Zubaedi. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan strategi yang dapat diterapkan lembaga pendidikan Islam dalam memahami keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Islam dalam membangun cara pandang multikultural mencakup lima aspek utama: (1) memahami keragaman agama melalui penerapan aturan anti-diskriminasi, dialog antaragama, serta penyediaan sumber belajar yang inklusif; (2) membangun sensitivitas gender melalui pelatihan, regulasi, dan kegiatan yang mendukung kesetaraan; (3) menumbuhkan pemahaman tentang keragaman status sosial dengan memperkuat empati dan keadilan melalui kurikulum afektif dan psikomotor; (4) memahami keragaman etnis dengan menanamkan sikap toleransi, anti-diskriminasi, serta penyadaran budaya; dan (5) menghargai perbedaan kemampuan melalui layanan pendidikan inklusif, pelatihan guru, dan kurikulum adaptif bagi peserta didik difabel. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki peran fundamental dalam membentuk peserta didik yang berpandangan multikultural. Melalui strategi yang terencana dan terintegrasi antara regulasi sekolah, pembelajaran, dan pembinaan karakter, pendidikan Islam dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, adil, dan mampu mengembangkan generasi yang siap hidup dalam keberagaman