Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP MOTIVASI SISWA BELAJAR MATEMATIKA PADA MASA COVID-19 Gita Wiranti; Tri Astari
Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pada masa Covid-19, motivasi siswa belajar pada masa Covid-19 dan pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga terhadap motivasi siswa belajar matematika di masa Covid-19 di SDN 101961 Timbang Deli. Metode yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil rhitung sebesar 0,363 dibandingkan denga rtabel tingkat signifikan 5% N = 35 sebesar 0,334. Jadi rhitung > rtabel, maka dapat ditarik bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan koefisien determinasi sebesar 13,1 (dibulatkan menjadi 13%) sedangkan 87% merupakan dipengaruhi faktor lain. Dari hasil analisis uji t diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan variabel (X) kondisi sosial ekonomi keluarga dan variabel (Y) motivasi belajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t sebesar 2,235. Selain itu juga diperoleh persamaan regresi Y= 21,090 + 0,350 X. Konstanta sebesar 21,090 artinya jika kondisi sosial ekonomi keluarga (X) nilainya adalah 0, maka motivasi belajar (Y) nilainya negatif yaitu -21,090. Koefisien regresi variabel motivasi belajar sebesar 0,350 artinya jika motivasi belajar mengalami kenaikan 1, maka motivasi belajar akan mengalami peningkatan sebesar 0,350. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga mempengaruhi motivasi siswa belajar matematika pada masa covid-19.Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga, Motivasi belajar, Covid-19.
Estetika Gaya Vokal Pesindhen Anik Sunyahni Tri Astari; Asep Saepudin
Pelataran Seni Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.7590

Abstract

IntisariTulisan ini bertujuan untuk mengetahui estetika gaya vokal Anik Sunyahni khususnya pada penyajian gending popular seperti gending Kutut Manggung. Penelitian ini menggunakan metode kua-litatif. Data-data diperoleh melalui observasi dan wawancara de-ngan Sunyahni dan beberapa narasumber. Anik Sunyahni adalah seorang pesindhen karawitan Jawa yang pernah meraih popularitas sebagai penyanyi melalui genre musik campursari di era tahun 1990-an. Sunyahni dikenal sebagai pesindhen yang luwes, kreatif, dan mampu menguasai teknik vokal sindhenan karawitan maupun vokal campursari. Gaya vokal Sunyahni perlu diteliti karena mem-punyai ciri khas pada warna suara, teknik suara dan cengkok sindhenan. Hasil penelitian tentang estetika gaya vokal Suyahni ini menemukan bahwa Anik Sunyahni menerapkan cengkok, gregel, luk, wiled dan teknik sindhenan yang dibawakan memiliki karak-teristik yang unik. Gaya vokal Sunyahni pun telah menjadi inspira-si bagi generasi pesindhen dan penyanyi campursari berikutya.Kata kunci: anik sunyahni, estetika vokal, gregel, sindhenan AbstractThis article aims to find out the aesthetics of Anik Sunyahni's vocal style, especially on the presentation of popular gending such as Kutut Manggung gending. This study uses the qualitative method. The data were obtained through observations and interviews with Sunyahni and several sources. Anik Sunyahni is a Javanese songwriter who once gained popularity as a singer through the genre of campursari music in the 1990s era. Sunyahni is known as a flexible singer, creative, and able to master the technique of sindhenan karawitan and campursari vocals. Sunyahni's vocal style needs to be studied because it has distinctive features in sound color, sound technique and sindhenan crook. The results of this study on the aesthetics of Suyahni's vocal style found that Anik Sunyahni applied cengkok, gregel, luk, wiled and sindhenan techniques that were presented with unique characteristics. Sunyahni's vocal style has also become an inspiration for the next generation of campursari singers and singers.Keywords: anik sunyahni, vocal aesthetics, gregel, sindhenan
Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran yang Menarik dan Interaktif dengan Classpoint Tri Astari
Journal of Social Empowerment Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.917 KB)

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pembuatan media pembelajaran agar guru di seluruh Indonesia dapat mempersiapkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa dengan memanfaatkan fitur ClassPoint. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini terdiri dari empat tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan reflektif. Pelatihan pendampingan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 28 peserta. Namun, 29% (8 orang) tidak dapat menginstal ClassPoint karena kapasitas PC/Laptop peserta tidak mencukupi, dan 71% (20 orang) berhasil. Peserta yang telah mampu membuat slide presentasi dengan topik sesuai mata pelajaran yang diajarkan dan memuat fitur interaktif ClassPoint sebanyak 13 orang. Hasil evaluasi dan refleksi yang menjadi kendala utama kegiatan antara lain PC/Laptop peserta belum mencukupi untuk menginstal ClassPoint, dan kegiatan pendampingan dilakukan secara online. Waktu yang dianggap relatif singkat dalam kegiatan pendampingan. Sehingga diperlukan rencana tindak lanjut untuk kembali mendedikasikan ClassPoint sebagai bentuk pendalaman.
Pengembangan Buku Teks dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Tri Astari
Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.43 KB) | DOI: 10.56630/mes.v1i2.56

Abstract

The purpose of this research is to identify and obtain information about textbooks in the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. In addition, to see the availability of books for teachers and students. The method used in this research is descriptive qualitative. Research data collection techniques are documentation analysis, observation, and questionnaires (questionnaires). The findings in this study are that the distribution of Learning Outcomes in Merdeka Curriculum textbooks in Elementary Schools is not appropriate. This study concludes that the Merdeka Curriculum textbooks are available and consist of teacher manuals and student books on Religion subjects; Indonesian; Mathematics; Natural and Social Sciences; and English. But Pancasila Education; Sports Physical Education and health; and Arts and Culture (Music, Fine Arts, Theater Arts, and Dance Arts) only have teacher manuals. It is one of the problems in the implementation of the Merdeka Curriculum. The solution is for teachers to collaborate with fellow subject teachers in the same subject to make student books in a learning community or Teacher Working Group.
Evaluasi Diseminasi Virtual Reality (VR) sebagai Pembelajaran Inovatif Tri Astari
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2021.13.2.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta dalam diseminasi Virtual Reality (VR) sebagai pembelajaran inovatif. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah 184 orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Analisis data yang berasal dari hasil observasi, pengamatan, dan angket. Hasil analisis pengetahuan peserta di awal sebanyak 60% (110 orang) sudah mengetahui VR, tidak mengetahui 37% (68 orang), dan tidak menjawab 3% (6 orang). Sedangkan hasil observasi dan pengamatan ketika pelaksanaan diseminasi hanya 23% (44 orang) peserta yang aktif dan sisanya tidak aktif sebesar 77% (140 orang). Peserta yang memiliki pengetahuan dan terampil berhasil mengembangkan VR sebesar 3,3% (6 orang), dan sebesar 20,7% (38 orang) sampai tahap menyelesaikan materi di pelantar “Guru Binar” sedangkan sisanya tidak mengikuti diseminasi. Hal ini disebabkan beberapa kendala yang terjadi dalam proses diseminasi VR seperti waktu diseminasi singkat (1 bulan) sebesar 26%, pembelajaran hybrid learning sebesar 24%, kendala kuota dan jaringan terbatas sebesar 23%, selanjutnya perangkat belum memadai sebesar 21%, dan lain-lain sebesar 6%.