Fadliyani Fadliyani
Universitas Negeri Medan, Jalan William Iskandar Pasar V Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA KELAS V NEGERI 104607 SEI ROTAN Fadliyani Fadliyani
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.603 KB)

Abstract

ABSTRAK : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Kontekstual dengan siswa yang diajar dengan Model pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 104607 Sei Rotan berjumlah 60 siswa.  Analisis data dilakukan dengan analisis varian (ANAVA). Hasil temuan ini menunjukkan: 1) Kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan Model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together pada  materi pokok persegi panjang dan persegi; 2) kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan Model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together materi pokok persegi panjang dan persegi; 3) kemampuan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together pada materi pokok persegi panjang dan persegi; 4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Simpulan penelitian ini menjelaskan bahwa siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika lebih sesuai diajarkan dengan Model pembelajaran Kontekstual daripada pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together pada siswa kelas V SD Negeri 104607 Sei Rotan. Kata kunci:  Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Model                      Pembelajaran Kontekstual, Kooperatif Learning Tipe Numbered Heads Together.