Kezia Yemima
STT Gamaliel, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KONTINGENSI ALKITABIAH BAGI PENYELENGARA NEGARA KRISTEN DALAM PELAYANAN PUBLIK Jaka Maryanto; Kezia Yemima
Jurnal STT Gamaliel Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Gamaliel Vol. 2 No. 2 September 2020
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v2i2.54

Abstract

ABSTRAK - Pelayanan publik di Indonesia memiliki masalah dalam pelaksanaannya karena karakteristik masyarakat yang variatif dan kelemahan pelaksana. Solusi untuk permasalahan ini adalah PNS Kristen harus menerapkan model kepemimpinan alkitabiah. Salah satu model kepemimpinan alkitabiah adalah model kepemimpinan Nehemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan model kepemimpinan Nehemia dalam pelayanan publik yang dilakukan oleh PNS Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan SMART 2 SMART. Model kepemimpinan SMART 2 SMART merupakan aplikasi model kepemimpinan Nehemia dalam konteks pelayanan publik di Indonesia. ABSTRACT – Public service in Indonesia had a problem in its implementation because difference need in community and the weakness of the executive. The solution of this problem is christian government employees must apply the biblical leadership model. One of the biblical leadership models is the Nehemiah leadership model. This research aims to apply the Nehemiah leadership model in public service done by christian government employees. This research uses a qualitative approach with the grounded theory method.  This research produces the SMART 2 SMART leadership model. SMART 2 SMART  leadership model is Nehemiah leadership model that be applied in Indonesia public service context
STRATEGI PEMURIDAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Kezia Yemima
Jurnal STT Gamaliel Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Gamaliel Vol. 2 No. 2 September 2020
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v2i2.56

Abstract

ABSTRAK – Pandemi Covid-19 berdampak pada Sekolah Tinggi Teologi (STT). Kegiatan pendidikan, persekutuan maupun kegiatan yang melibatkan banyak mahasiswa dan menimbulkan kerumunan harus dibatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemuridan bagi mahasiswa di sekolah tinggi teologi yang tepat, alkitabiah, dan kontekstual pada era New Normal pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian teologia sistematika kualitatif yaitu metode induktif. Strategi pemuridan mahasiswa teologi yang dihasilkan, yaitu: pertama, para dosen perlu hadir dalam kehidupan mahasiswa yang dilayani menggunakan berbagai media Teknologi Informasi dan Komputer(TIK) dan menyampaikan Kabar Baik dengan sederhana, jelas, sikap yang benar, terbuka, dan gigih menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kabar baik sampai dapat diterima. Kedua, dosen menggabungkan para mahasiswa yang dilayani dalam Kelompok Tumbuh Bersama Kontekstual (KTBK) yang memiliki kegiatan secara online dan offline. Ketiga, dosen memperlengkapi para mahasiswa melalui pelatihan-pelatihan pelayanan yang dilakukan dengan bantuan TIK. Keempat, pelayan mengutus para mahasiswa untuk bermultiplikasi dengan melakukan hal yang sama melalui pengurapan Roh Kudus. ABSTRACT – Covid-19 Pandemic has an impact on theological colleges. Teaching activities, Fellowship activities and activities that involve many student dan cause crowds must be limited. The purpose of this studied was to formulate appropriate, biblical, and contextual discipleship strategies in theological colleges during the New Normal Covid-19 pandemic era. This studied used qualitative systematic theological research methods, namely the inductive method. The resulting discipleship strategies are: first, the lecturer need to be present in the lives of students who are served using various ICT media and deliver the good news with a simple, clear, right attitude, open and persistent use every opportunity to preach the good news until it can be accepted. Second, the lecturer combine students who are served in the Contextual Bible Group who have online and offline activities. Third, the lecturer equip students through service training conducted with the help of ICT. Fourth, the Lecturer sent students to multiply by doing the same thing through the anointing of the Holy Spirit.