Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Application of Vacuum Valve Technology as AFR Settings in 3500 Watt Electric Generator Operated by Methane Gas Tri Widagdo; Eka Satria Martomi; Ella Sundari; Selastia Yuliati
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 2 No. 1 (2022): IJRVOCAS - April
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v2i1.97

Abstract

The scarcity of fuel oil, especially the gasoline type, is now a national problem that needs to be solved. This is caused by the rapid growth of industry and transportation. On the other hand, the problem of handling wet garbage has not been maximal, causing pollution that can disrupt health. The impact of this problem is felt also in the use of household-scale generators that operate using gasoline fuel. This study aims to convert gasoline to methane gas in the operation of a 3500 Watt Generator (Electric Generator Set). Methane gas (CH4) is obtained from the gasification process of wet waste. The method used for the AFR (Air-Fuel Ratio) regulator is the use of vacuum valve components. The use of this method cannot be separated from the easy aspects of the maintenance/repair, easy to make and cheap price. The target to be achieved in this research is to get performance data of generators operated with Methane gas fuel. The generator which is used as a research object is a generator household scale with a maximum power of 3500 Watt. Results variables to be observed among other: engine efficiency as well as optimum engine AFR generator. Furthermore, the data is compared with the data generated generator that uses gasoline fuel. This research is an experimental study, starting with the design of the vacuum valve component, followed by the installation of the component on the generator machine and ending with a machine test. The experimental data on the generator with the nominal power of 3500 Watt is: Operated by Gasoline, the optimum power, Popt is 3750 Watt, Max. efficiency, ηmax is 62.2%; AFRopt is 6.7, then operated by methane gas, optimum. power, Popt is 3270 Watt, Max efficiency, ηmax is 66,1%, AFRopt is 7,2. So, gas methane can be used to replace gasoline to operate 3500 Watt generator.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PROSES PEMBAKARAN TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA BAJA TULANGAN Ella Sundari; Taufikurrahman .; Sepri Alfarizi
Jurnal Turbulen Vol 2 No 1 (June 2019)
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.205 KB) | DOI: 10.36767/turbulen.v2i1.524

Abstract

Reinforcing steel is a very important material contained in the concrete, where it has a function as a tensile load receiver where the concrete is very weak in receiving the tensile load. In the event of concrete and reinforced concrete fires can be complementary because the reinforcing steel can accept tensile load while the concrete can accept the press load. The method of testing conducted in this study using the method of tensile testing, metallography, and composition testing. Where prior to testing the reinforcing steel is first casted in the concrete after it is done combustion process with a temperature of 400 ° C, 600 ° C, 800 ° C and cooled with water and air cooling medium. After done all the testing process got result that is reinforcing steel which has the most optimal tensile stress occurred at temperature of 600 ° C with water cooling media which got value of tensile strength equal to 596,46 N / mm2. Keywords: : Reinforcing Steel, Tensile Test
Development Of Pipeline Robots to Clean Clogged Sewagens For Palm Oil Factories Ella Sundari; Rahmat Anggara Saparuddin; Muhammad Asyraf bin Zulkipli
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik minyak sawit sering menghadapi inefisiensi operasional yang signifikan akibat penyumbatan saluran pembuangan limbah yang disebabkan oleh residu minyak, serat, dan puing-puing. Penyumbatan ini tidak hanya mengurangi efisiensi aliran sistem pembuangan limbah tetapi juga memerlukan intervensi perawatan yang sering sehingga menyebabkan waktu henti produksi. Metode manual saat ini padat karya, tidak aman, dan memakan waktu, seringkali melibatkan paparan lingkungan berbahaya. Untuk mengatasi tantangan ini, proyek ini mengusulkan desain dan pengembangan sistem robot otonom yang mampu mendeteksi dan menghilangkan penyumbatan di dalam ruang terbatas pipa pembuangan industri. Robot yang diusulkan mengintegrasikan pengikis mekanis dan sistem jet air bertekanan tinggi yang dikendalikan oleh unit mikrokontroler (ESP32) yang memungkinkannya untuk membersihkan secara efektif sambil menavigasi jaringan pipa internal. Robot ini dirancang dengan bodi akrilik yang ringkas, roda traksi bergaya tangki, dan sistem deteksi rintangan cerdas menggunakan sensor inframerah. Robot ini dapat beroperasi secara otonom di dalam pipa pembuangan limbah pabrik minyak sawit, secara signifikan mengurangi tenaga kerja manusia dan risiko keselamatan. Integrasi fungsi IoT juga memungkinkan pemantauan waktu nyata dan pengoperasian jarak jauh, memastikan pengawasan yang efisien terhadap proses pembersihan. Pengujian awal dalam kondisi pipa simulasi menunjukkan efektivitas robot dalam membersihkan penyumbatan standar dalam waktu singkat, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Perkembangan ini merupakan langkah signifikan menuju pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan dan peningkatan efisiensi operasional di industri minyak sawit.
PENGARUH ISOLATOR GLASSWOOL DAN STYROFOAM PADA ALAT UJI KALORIMETER Muhammad Labib Alfaris; Ella Sundari; Adian Aristia Anas
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/machinery.v7i1.11155

Abstract

Kalorimeter merupakan alat penting dalam pengukuran perpindahan kalor, namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Tanpa adanya isolator, kalorimeter cenderung mengalami kehilangan panas yang tinggi akibat konduksi dengan udara luar, sehingga menurunkan akurasi pengukuran dan efisiensi termal sistem. Permasalahan ini menjadi dasar perlunya penggunaan bahan isolator dengan konduktivitas termal rendah agar mampu menghambat laju perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh isolator glasswool dan styrofoam terhadap kinerja alat uji kalorimeter. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga pengujian, yaitu kalor konduksi, perubahan suhu selama 30 menit, dan suhu kesetimbangan antara air panas dan oli bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolator secara signifikan menurunkan kalor konduksi dari 172,080 W tanpa isolator menjadi 13,34 W dengan glasswool dan 11,81 W dengan styrofoam. Pengujian perubahan suhu menunjukkan penurunan terbesar tanpa isolator (hingga 8,7°C), sedangkan styrofoam hanya mengalami penurunan sekitar 4°C. Uji kesetimbangan suhu menunjukkan styrofoam mampu mempertahankan suhu hingga 77,9°C dibandingkan 75,2°C tanpa isolator. Semua data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan menunjukkan pengaruh jenis isolator yang signifikan (p < 0,05).
Analisa Kegagalan Rotor Bar pada Mesin Ripple Mill di Pabrik Kelapa Sawit PT. Hindoli Mill Sungai Lilin Akhmad Fatih Nabil Tahsin; Taufikurrahman Taufikurrahman; Ella Sundari; Syafei Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14948902

Abstract

Sesuatu yang berputar seringkali mengalami kerusakan, hal ini dikarenakan kedua benda saling bertabrakan atau terjadi gesekan, ini juga menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kerusakan dan masih menjadi masalah bagi industri untuk mengurangi kerusakan akibat hal tersebut. Mesin ripple mill sangat penting dalam proses pengolahan kelapa sawit untuk memecahkan biji dan memperoleh inti sawit. Namun, kegagalan rotor bar pada mesin ini sering terjadi, menyebabkan penurunan efisiensi dan peningkatan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan rotor bar dan mengevaluasi material AISI 1070 dan AISI 4140 sebagai alternatif bahan. Metode penelitian meliputi pengamatan lapangan, pengujian material, analisis ANOVA dan studi literatur. Data kegagalan rotor bar dikumpulkan dari pabrik PT. Hindoli dan dianalisis. Eksperimen laboratorium dilakukan untuk menguji sifat mekanik dan ketahanan terhadap kelelahan dari material AISI 1070 dan AISI 4140. Hasil dari penelitian dan pengujian didapatkan bahwa material AISI 4140 menjadi material yang lebih direkomendasikan karena material AISI 4140, merupakan baja struktural dengan kekuatan tarik yang baik, menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap beban dinamis dan kelelahan material. Penelitian merekomendasikan penggunaan material AISI 4140 untuk rotor bar dan perbaikan desain serta parameter operasional untuk mengurangi kegagalan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan umur rotor bar dan efisiensi operasional mesin ripple mill.
Studi Eksperimental Vibrator Shaft pada Mesin Pressure Leaf Filter di Kernel Crushing Plant PT. Hindoli Mill Sungai Lilin David Chandra; Taufikurrahman Taufikurrahman; Ella Sundari; Romli Romli; Rizky Berlian; Syafei Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15030262

Abstract

Mesin pressure leaf filter dengan model PLF 38-1380/1350-15 yang ada di PT. Hindoli Mill Sungai Lilin memiliki masalah kerusakan pada vibrator shaft yang terjadi akibat beban kejut yang terlalu besar. Penelitian ini bertujuan mengganti material yang digunakan pada vibrator shaft lama dan dilakukan pengujian komposisi, uji impak, dan uji tarik. Nilai yang diperoleh dari penelitian ini adalah spesifikasi vibrator shaft lama menggunakan material Stainless Steel SS304 dan vibrator shaft baru menggunakan material Baja AISI-1070. Hasil uji tarik vibrator shaft baru material Baja AISI-1070 dengan nilai rata-rata ultimate tensile strength 527,955 N/mm2. Hasil uji impak vibrator shaft baru material Baja AISI-1070 dengan rata-rata nilai impak 3,614 J/mm2 jauh lebih kuat dibandingkan vibrator shaft lama material Stainless Steel SS304 dengan rata-rata nilai impak 0,548 J/mm2.
Analisa Kegagalan Impeller pada Circulating Water Pump di PT. PLN Indonesia Power UP Indralaya Muhammad Alif Pratama; Taufikurrahman Taufikurrahman; Ella Sundari; Syafei Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15030398

Abstract

Pompa CWP merupakan pompa yang berfungsi sebagai pompa pendingin dengan memompakan air laut dari cooling tower menuju ke kondensor. Salah satu bagian penting pada pompa CWP yang sering mengalami kerusakan adalah impeller. Impeller berperan dalam meningkatkan tekanan dan mengalirkan air sirkulasi dalam sistem pendingin. Penelitian ini tujuannya menganalisis faktor-faktor terjadinya kegagalan impeller dengan melakukan 3 jenis pengujian meliputi pengujian komposisi, impak, dan metalografi. Hasil pengujian komposisi menunjukkan bahwa material impeller adalah stainless steel austenitik tipe 304. Hasil uji impak pada material impeller SS304 memperoleh nilai rata-rata impak 0,162 J/mm2, tergolong nilai impak yang kecil dibandingkan dengan material baru stainless steel 304 memiliki nilai impak yang tinggi dengan rata-rata sebesar 1,23 J/mm2, dapat dilihat bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada ketangguhan impeller. Pengujian metalografi menunjukkan struktur mikro yang terbentuk adalah austenite dan ferrite serta adanya porositas yang mengakibatkan berkurangnya luas penampang material yang menahan beban.
Analisa Desain Dan Optimasi Topologi Roda Gigi Transportir Pada Mesin Bubut Maximat V13 Ichsanul Hakim; Taufikurrahman Taufikurrahman; Ella Sundari; Romli Romli; Indra Gunawan
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15522587

Abstract

Mesin bubut dengan merk maximat bertipe v13 yang ada pada bengkel produksi teknik mesin Politeknik Negeri Sriwijaya memiliki masalah yang sering terjadi, yakni kerusakan pada roda gigi transportir yang mana akan menghambat kegiatan praktikum untuk mahasiswa di Politeknik Negeri Sriwijaya. Dengan latar belakang tersebut maka dibuatnya penelitian ini dengan tujuan agar hasil optimasi topologi yang berfokus pada optimasi penggunaan dan pemilihan material dengan mempertimbangkan kemampuan tegangan pada roda gigi dengan simulasi yang dilakukan di Solidworks sehingga mendapatkan nilai tegangan, displacement, dan safety factor pada roda gigi tranportir. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah rekomendasi desain hasil optimasi topologi dengan konsep yang kedua, yakni dengan nilai tegangan sebesar 1,315e+01 N/mm2 , displacement 2,141e-03 mm, dan safety factor dengan nilai 3. Dengan adanya penelitian ini, dapat menjadi acuan untuk rancangan dalam pembuatan roda gigi transportir yang lebih baik dari roda gigi transportir sebelumnya.
ANALISIS KINERJA MESIN SEKRAP L-450 SETELAH REKONDISI BERDASARKAN ISO 1708 Muhammad Shafwan Najmin; Ella Sundari; Adian Aristia Anas
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 2 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan (In Press)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin sekrap masih digunakan secara luas pada industri berskala kecil maupun lingkungan pendidikan vokasi, meskipun performanya cenderung mengalami penurunan akibat pemakaian jangka panjang dan keausan komponen mesin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja mesin sekrap tipe L-450 setelah proses rekondisi berdasarkan standar ISO 1708 serta menganalisis pengaruh variasi kecepatan pemakanan dan kedalaman pemotongan terhadap nilai kekasaran permukaan baja ST37. Penelitian ini mengombinasikan evaluasi geometrik mesin pascarekondisi berbasis ISO 1708 dengan analisis kualitas permukaan hasil pemesinan. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan tiga kombinasi parameter pemotongan. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan sehingga diperoleh sembilan data pengujian kekasaran permukaan. Pengujian meliputi pemeriksaan geometrik mesin sesuai standar ISO 1708 dan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat surface roughness tester. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan metode ANOVA dua arah melalui SPSS Statistics untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan terhadap nilai kekasaran permukaan. Pendekatan ini diharapkan menjadi acuan evaluasi kelayakan mesin sekrap hasil rekondisi di industri kecil. Hasil pengujian geometrik menunjukkan bahwa sebagian besar parameter mesin masih berada dalam batas toleransi ISO 1708 dengan rata-rata persentase deviasi sebesar 8,89%. Penyimpangan terbesar ditemukan pada stabilitas gerak rel luncur dan eretan sebesar 26,67%, sedangkan akurasi kedalaman pemotongan menunjukkan deviasi sebesar 20%. Hasil analisis ANOVA memperlihatkan bahwa kecepatan pemakanan dan kedalaman pemotongan memberikan pengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan (p < 0,05), serta terdapat interaksi signifikan antara kedua parameter dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Nilai kekasaran permukaan terendah diperoleh pada kombinasi feed rate 0,2 mm/menit dan depth of cut 0,5 mm dengan nilai Ra sebesar 13,64 µm, sedangkan nilai tertinggi terjadi pada kedalaman pemotongan 1 mm dengan nilai Ra sebesar 16,54 µm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses rekondisi mampu memperbaiki kinerja geometrik mesin sekrap dan pemilihan parameter pemotongan yang tepat berpengaruh terhadap kualitas permukaan hasil pemesinan baja ST37.