Khairul Nasri
Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Tindakan Mandiri Perawat Kamar Bedah Di Rumah Sakit Khairul Nasri; Tuti Afriani; Sarvita; Aat Yutnikasari
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v6i1.561

Abstract

Pendahuluan: Tindakan mandiri perawat dikamar bedah sering tidak dikerjakan karena perawat lebih banyak mengerjakan pekerjaan kolaborasi atau pekerjaan pelimpahan wewenang. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman dan implementasi tindakan mandiri perawat di kamar bedah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study analysis. Analisis menggunakan pendekatan diagram tulang ikan (fish bone) data dikumpulkan sejak awal kegiatan residensi. Wawancara dengan manajer keperawatan dan menyebarkan kuisioner dilanjutkan analysis menggunakan fishbone. Berdasarkan analisis fish bone didapatkan data bahwa perawat kamar bedah kurang memahami apa saja yang termasuk tindakan mandiri-delegasi dan mandat. Hasil wawancara dengan kepala ruangan kamar bedah didapatkan data perawat belum mampu laksana melakukan edukasi preoperasi pasien diruangan rawat sehari sebelum tindakan bedah di lakukan karena kesibukan pekerjaan. Kepala ruangan juga menyampaikan perawat masih kurang memahami mana saja tindakan mandiri, delegasi dan mandat di kamar bedah. Hasil Kuisioner data demografi sebaran umur 30 -49 tahun 84,6 %, jenis kelamin perempuan 56,4 Tingkat pendidikan D3 56,4 %, Masa kerja 1-10 tahun 42,30 %, Level perawat klinik: PK I 43,6 %, PK II 7,7 %, PK III 48,7 %. Status kepegawaian PNS/ASN 84,6 %. Kesimpulan : perlu meningkatkan pemahaman tentang tentang implementasi tindakan mandiri-delegasi-mandat di kamar bedah. Rekomendasi : membuat daftar list tindakan mandiri-delegasi-mandat di kamarbedah
Optimalisasi Pelaksanaan Preceptorship Melalui Perubahan Berencana Kurt Lewin Mery Anglelia Sirait; Krisna Yetti; Tuti Afriani; Khairul Nasri
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5840

Abstract

This study aims to identify problems and find solutions for new nurses through the preceptorship program. The method used is a case report using step 2 of planning changes from Kurt Lewin. The results obtained based on gender are more women, 94.6%. Based on the age of 39.3% of nurses aged> 40 years. Based on the highest level of education is a diploma in nursing, 64.7%. Based on the competency level, the most PK I is 31.4%, and the position is 80.4%. The most are PPJA. In conclusion, the implementation of preceptorship has not been running yet, so there is a need for commitment in the performance of preceptorship, starting with proper planning in making guidelines, guidelines, and SOPs for the implementation of preceptorship so that it will make it easier for the preceptors who will guide them in carrying out their roles and responsibilities. Keywords: Preceptee, Preceptor, Preceptorship
Optimalisasi Supervisi Retur Obat Dengan Pendekatan Transformasi Digital Di Rumah Sakit Umum Pusat X Jakarta Suryati Suryati; Tuti Afriani; Khairul Nasri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.37751

Abstract

Optimalisasi supervisi kepala ruangan dalam proses retur obat ke farmasi berperan penting dalam memastikan pengelolaan obat yang efisien, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan efektivitas operasional rumah sakit. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, transformasi digital menawarkan solusi inovatif dalam mengatasi tantangan retur obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas retur obat. Metode penelitian menggunakan pilot study yang mencakup identifikasi masalah, analisis, penetapan prioritas, penyusunan rencana aksi, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital dalam retur obat mempercepat proses, mengurangi kesalahan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Uji coba pada ruangan rawat inap menunjukkan bahwa obat dapat diretur dengan cepat dan akurat. Setelah implementasi, bagian Pelayanan Keperawatan dan kepala ruangan berupaya mempertahankan sistem ini sebagai budaya organisasi rumah sakit. Sosialisasi dan pendampingan dalam penerapan digitalisasi retur obat juga mengubah perilaku serta pola pikir perawat dalam pengelolaan retur obat. Diharapkan adanya komitmen bersama antara farmasi dan staf keperawatan untuk terus mendukung sistem digital ini guna mencapai efisiensi dan efektivitas yang berkelanjutan dalam pengelolaan retur obat di rumah sakit.